BREAKING NEWS
Ingin Konsultasi Masalah Hukum di Keerom, Sekarang Sudah Ada LBH Papua Justice & Peace di Arso
Sidak Kadinas PU Papua, Tidak Di Lokasi Proyek, Lima Konsultan Terancam di Black List
8 Januari Pendaftaran Pilgub Papua 2018, Modal 9 Kursi Saja Bisa Usung Pasangan Calon !
1.350 Prajurit Pengawal Perbatasan RI – PNG Diharap Berguna Bagi Masyarakat dan Bisa ‘Jaga Kelakuan’
Mimpi Nabire Kabupaten Swasembada Pangan, Babinsa Diminta Awasi Distribusi Pupuk Agar Tidak Ada Penyelewengan
Tahun 2017, Pemprov Papua Gelontorkan 250 Miliar Untuk Benahi Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Tolikara
Kali Keenam, Satgas Yonif 512 / QY Temukan Ladang Ganja di Perbatasan RI – PNG
Meski Belum Bisa Difungsikan, September 2018 Jembatan Holtekamp Tetap Akan Diresmikan ?
Program Tentara Masuk Sekolah di Papua, Perlukah ?
Idrus Marham Dinilai Siap Gantikan Setya Novanto Jadi Ketum
DPD Golkar Papua Dukung Munaslub dan Pencalonan Airlangga Hartarto Maju Ketum
Survei: Mayoritas Pemilih di 16 Kabupaten Inginkan Paulus Waterpauw Jadi Gubernur
Merokok, Dapat Lempar Dengan Asbak Dari Sekda, Laki – Laki Ini Cabut Aduannya di Polda Papua
Hari Bhakti PU Ke- 72, Wagub Akui Pembangunan Infrastruktur di Papua Membaik, PUPR Target Jalan Trans Papua Tuntas 2019
Korem 174/ATW Bersama Pemda Merauke Tanam Perdana Padi dan Jagung Seluas 216 Hektar
Gelar Pendidikan dan Pelatihan Kepimimpinan, Berharap Pemuda Keerom Jadi Pemimpin Masa Depan
KEEROM DEKLARASI TOLAK NARKOBA
Klemen Tinal Canangkan Regenerasi Total di DPD Golkar Papua
MURI Akui Lomba Mewarnai Gambar Lambang Negara Dengan 22.205 Peserta di Bulan Penuh Kasih Kodam XVII/Cenderawasih Bisa Dicatatkan Sebagai Rekor Baru
Perayaan Natal PMTU, Djuli Mambaya Ajak Masyarakat Toraja Utara Dukung Pembangunan di Papua

Soal Jembatan Holtekamp, Kadis PU Akui Pemkot Sudah Tarik Diri

Djuli Mambaya pada satu kesempatan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua, Djuli Mambaya (kiri) pada suatu kesempatan. (Foto: Dok. Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA –  Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua, Djuli Mambaya, mengaku Pemkot Jayapura sudah menarik diri untuk membiayai pembangunan jalan pendekat menuju Jembatan Holtekamp, sebaimana pembiayaan yang setujui sebelumnya dalam MoU bersama pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Papua.

“Saya tidak tau, yang setahu ada Rp. 60 Miliar dari APBD dan Kota menarik diri karena alasan-alasan tertentu,” katanya

Djuli bahkan tidak mengetahui adanya perjanjian bantuan sebesar Rp. 100 Miliar yang sebut-sebut akan diberikan pemerintah provinsi Papua, untuk membantu pembiayan Jalan Pendekat yang menjadi bagian pekerjaan Pemerintah Kota Jayapura.

Baca Juga:  SD Inpres Tagaloa Puncak, Ruang Belajar Murid Digabung, Satu Guru Ngajar Tiga Kelas

“saya tidak tau pasti adanya pembicaraan menyangkut bantuan Rp100 Miliar, yang saya dengar dari staf saya, itu ada Rp60 Miliar yang sudah dialokasikan dari Pemkot , dan ada juga sebagian pembiayaan pembebasan lahan ditanggung oleh pemerintah kota jayapura,” kata Djuli Mambaya kepada wartawan disalah satu kafe di kawasan Entrop 19 Oktober lalu.

Ia mengatakan, Jikapun memang Pemkot Jayapura tidak bisa membiayai, wajar, sebab ada juga tanggungan Pemkot untuk pembiayaan pembebasan lahan

“ya bisa saja, karna ada pembiayaan untuk pembebasan lahan sehingga pembiayaan untuk jalan pendekat tidak dilakukan lagi, tapi itu saya tidak tau secara pasti,” katanya

Namun, apapun alasannya, pemerintah tetap berjibaku, untuk tetap menyelesaikan pembangunan jembatan itu, baik dari APBN maupun APBD Provinsi.  “Kita tetap menyelesaikan jembatan itu,”

Baca Juga:  Pasca Insiden 25 Mei Padang Bulan, Penghuni Asrama Mahasiswa Waropen Mengungsi Semua

Soal surat permintaan dari pemerintah Kota Jayapura, Djuli mambaya mengaku tidak mengetahuinya, yang pasti hasil pembicaraan PU dan Tim Anggaran termasuk pihak Balai PU, bahwa tidak ada anggaran lagi untuk konstruksi dari pemerintah Kota Jayapura.

“Intinya, ada dan tidaknya anggaran dari Pemerintah Kota, Jembatan itu harus jadi. karena Jemabatn ini juga ada dalam wilayah Provinsi Papua, kita akan selesaikan itu,”

menanyakan tentang fisik pekerjaan sebagaimana disampaikan Walikota Jayapura yang telah menganggarkan Rp. 187 Miliar untuk pembangunan jalan pendekat Jembatan  pada tahun 2015, lagi-lagi Djuli Mambaya mengaku tidak tau.

Pemerintah, sambung DJuli tetap berkewajiban melakukan pekerjaan agar jembatan itu tuntas dan diresmikan oleh presiden. “entah itu tahun 2018 atau mungkin molor ditahun berikutnya, ya itu tidak tau juga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ada 'Pabrik' Miras Merk Terkenal Palsu di Entrop, Pelakunya Mantan Manager Bar Kabur !

Menyoal tentang tengat waktu serta rencana peresmian yang kemungkinan besar molor dari targetnya, Djuli memastikan pada 2018 Jembatan Holtekamp sudah selesai pekerjannya. “ Kan bisa jembatan diresmikan, kalau jalannya belum jadi dan pak presiden mau resmikan jembatannya? kan bisa saja, fokusnya kita kan jembatan,” katanya

Selanjutnya, untuk tahun 2018, kata Djuli, Pemprov Papua berencana menganggarkan pembiayaan jembatan Holtekam sebesar Rp300 Miliar. Ia berharap rencana anggaran tersebut tidak mengalami perubahan. “Intinya tugas PU Provinsi tetap diselesaikan,” tegasnya. (tie/r2)

Berikan Komentar Anda

Tags:

POST YOUR COMMENTS