BREAKING NEWS
Pertamina Regional VIII Alokasikan Rp. 1,8 Miliar Untuk Bantu Asmat
Sub Denpom Ditingkatkan Jadi Denpom, Mabes TNI – AD Akan Bangun Dermaga Denbekang di Gudang Arang Merauke
Tali Asih Kodim 1709/Yawa, Dandim Bantu Material Rehab GKI Kampung Karoipi
Kukuhkan Timsesnya, JOHSUA Ajak Koalisi Papua Cerdas Bangun Papua Dengan Satukan Perbedaan
Kontroversi Tudingan Ijazah Palsu Sang Calon Gubernur
Diduga Ada Kongkalikong Antara Dukcapil dan KPUD, Terkait Jumlah e-KTP di Mamteng Jelang Pilkada 2018
Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kodam XVII/ Cenderawasih Turunkan 53 Paramedis, 6 Ton Alkes dan Sembako
Pemprov Papua Ngaku Sudah 17 Miliar Dikucurkan Untuk Bayar Hak Ulayat Lokasi Jembatan Holtekamp
Akankah John R. Banua – Marthin Yogobi Jadi Calon Tunggal di Pilkada Jayawijaya 2018 ?
Hilirisasi Tambang Dorong Indonesia-sentris
JWW-HMS Membaca Headline Freeport & Koroway
Ada Perjanjian Rahasia Dibalik Jatah 10% Saham Freeport Untuk Papua ?
Berkas Cagub – Cawagub Papua Sudah di Meja DPRP, Uji Keaslian Orang Papua, MRP Rencana Wawancara Dengan ‘Bahasa Ibu’
Calon Tunggal Yang Tak Tertandingi
JWW Ajak Relawannya Patahkan Prediksi Kerawanan Konflik di Papua Selama Pilgub
Jalani Tes Kesehatan 5 Jam, Wetipo Ingatkan Tim Dokter Jangan Mau di Intervensi
Banjir Air Mata Mengantar Bupati Keerom ke Peraduan Terakhir
Dituding Jadi Timses Salah Satu Kandidat, Ini Bantahan Kadinkes Papua
Diusung Empat Partai, Bakal Paslon TENANG Mendaftar di KPU Puncak
Empat Jam Diperiksa Tim Dokter RSUD Dok II, Bakal Paslon LUKMEN Merasa Kondisinya Fit

Anggota TNI-AD Tidak Boleh “Main Politik”

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen (TNI) George E. Supit saat memimpin upacara peringatan Hari Juang Kartika Ke- 72 tahun 2017 di lapangan Frans Kaisiepo, Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura. (Foto : doc. Pendam)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Dua tahun ke depan, yakni tahun 2018 dan tahun 2019 adalah tahun politik, dimana dalam dua tahun ke depan beberapa agenda politik akan dilangsungkan di Republik ini, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa provinsi dan kabupaten di tahun 2018, dan hajatan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019 mendatang.

Dan menyongsong tahun politik tersebut, seluruh anggota TNI- AD di larang untuk terlibat, dilibatkan ataupun melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis (main politik-Red), karena tugas pokok TNI-AD adalah pemersatu, penjaga NKRI sehingga tidak boleh di tunggangi oleh kepentingan politik apapun, baik secara perseorangan maupun kelembagaan.

“TNI AD harus netral dan tidak boleh terlibat, dilibatkan atau melibatkan diri dalam politik praktis”, kata Jendral (TNI) Mulyono, Kepala Staff Angkatan Darat (Kasad) TNI-AD dalam amanat tertulisnya yang di bacakan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen (TNI) George Elnadus Supit saat memimpin upacara peringatan Hari Juang Kartika Ke- 72 Tahun 2017, Jumat (15/12/2017) di Lapangan Frans Kaisiepo, Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan seluruh anggota TNI-AD yang bertugas di Tanah Papua, jelang Pilkada 2018, PIleg dan Pilpres 2019 diharapkan benar – benar menjaga netralitas, dan jangan sampai di kuasai atau di tunggangi agenda politik baik persorangan politisi maupun partai politiknya.

Dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam, Kasad TNI-AD mengatakan bahwasanya peningkatan suhu politik mendorong terjadinya perang informasi di media mainstream maupun media social, hal itu menyebabkan ujaran kebencian serta hoax terus mengisi ruang-ruang publik dan semakin menimbulkan ketidaknyamanan bahkan dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga:  Giliran JOHSUA Jalani Tes Bebas Narkoba, JWW Ngaku Sudah Punya Formula Berantas Narkoba di Papua

“Terlebih lagi tahun depan merupakan tahun politik, maka tentu akan ada pihak yang berusaha untuk menarik institusi maupun personel TNI-AD untuk terlibat didalamnya, untuk itu, saya mengingatkan, TNI jangan sampai dikuasai oleh partai politik manapun dan tetap menjalankan amanat sebagaimana disampaikan Jenderal Sudirman”, tegas Kasad dalam amanat tertulisnya yang di bacakan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen (TNI) George E. Supit.

Momentum peringatan Hari Juang Kartika Ke- 72 Tahun 2017 yang mengambil tema “Manunggal Dengan Rakyat TNI AD Kuat” menurut Kasad TNI-AD harus dijadikan pijakan awal untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI-AD dengan rakyat.

Termasuk juga TNI AD berkomitmen untuk bersama-sama mendukung program pemerintah beberapa diantaranya yang sudah berjalan yaitu dengan melibatkan Rumah Sakit TNI AD dalam program Indonesia Sehat, Tentara Mengajar untuk mewujudkan Indonesia Pintar dan merekrut putra-putri daerah yang potensial termasuk yang berasal dari wilayah terpencil dan terluar serta perbatasan untuk menjadi prajurit TNI AD yang selaras dengan program Indonesia Kerja guna membantu terwujudnya Indonesia Sejahtera.

Selain itu, secara internal, TNI AD juga terus meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional yaitu melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik.

“Komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia”, kata Kasad Jenderal (TNI) Mulyono dalam amamat tertulisnya.

Upacara Hari Juang Kartika merupakan refleksi dari jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Baca Juga:  FREEPORT, KO’ IKUT ATURAN ATAU ANGKAT KAKI

Dimana sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 1999 dan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/662/XII/1999, Tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai “Hari Juang Kartika”, yaitu hari jadinya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

“Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, sebaliknya rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban”, tegas Pangdam XVII / Cenderawasih Mayjen (TNi) George E. Supit membaca sambutan Kasad TNI AD.

Mayjen TNI George E. Supit juga menyampaikan amanat Panglima TNI melalui Kasad dan seluruh Pangkotama termasuk seluruh satuan jajaran TNI AD agar seluruh anggota TNI-AD yang bertugas di Papua agar terus menjalankan tugas dan amanat yang diberikan rakyat kepada TNI-AD dan tidak terjebak dalam politik praktis.

“di Papua saya tegaskan tidak boleh ada anggota TNI- AD yang berpolitik, mau di Pilkada, Pileg, ataupun Pilpres, tentara harus netral, jangan sampai terpengaruh atau nanti dimanfaatkan oleh perorangan atau parpol, karena ini akan sangat memgganggu persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga NKRI dan mengawal Papua sebagai tanah damai”, kata Mayjen (TNI) George E. Supit.

Melihat hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada di beberapa wilayah di Provinsi Papua beberapa waktu lalu, Pangdam mengatakan sejauh ini pelaksanaan Pilkada tidak ada temuan adanya oknum TNI maupun Polri yang terlibat dalam politik praktis.

“Jadi memang kita harus komitmen dari atas sampai bawah akan jaga netralitas,” katanya.

Menyangkut dukungan pengamanan TNI jelang Pilgub dan Pilbup di Papua, Pangdam mengaku pengamanan itu merupakan tugas Polri yang akan di beckup TNI-D, dan juga meminta dukungan masyarakat. Sehingga proses pelaksanaan pembangunan dapat berjalan baik.

Baca Juga:  Dikeluhkan, Pasca Sidang Paripurna Unsur Pimpinan DPRP Jarang Ngantor

Hari Juang Kartika TNI –AD yang diperingati setiap 15 Desember oleh Korps Infanteri TNI AD untuk mengenang Pertempuran Ambarawa yang berlangsung selama 3 hari dari 12 Desember – 15 Desember tahun 1945 yang terkenal sebagai peristiwa Palagan Ambarawa, dimana sebelumnya diperingati sebagai Hari Infanteri.

Pertempuran Ambarawa perupakan perjuangan para Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman. Pertempuran ini terjadi pada pertengahan Desember tepatnya pada tanggal 12-15 Desember 1945.

Pada tahun 1945 itu, sekutu ingin menguasai Ambarawa untuk kemudian dijadikan sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ambarawa dinilai penting untuk dijadikan sebagai salah satu basis kekuatan kareana letaknya yang strategis dan memiliki barak milter dan fasilitas pelatihan yang sudah lengkap pada masa itu.

Hal inilah yang membuat Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin. Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, para pejuang seakan diberikan dua pilihan antara bebaskan Ambarawa atau mati di pangkuan ibu pertiwi.

Persenjataan rakyat pada pertempuran ini masih tradisional. Meski harus melawan sekutu yang dilengkapi dengan persenjataan modern dan teknologi mutakhir, para pejuang dibawah pimpinan Jenderal Soedirman dengan strategi gerilyanya berhasil menguasai kembali kota Ambarawa.

Pengepungan sekutu dalam Kota Ambarwa berjalan dengan sempurna. Pasukan sekutu akhirnya berhasil dipukul mundur dari Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945.

Pertempuran berakhir dengan kemenangan bagi para pejuang Republik Indonesia (RI). Benteng pertahanan sekutu berhasil direbut para pejuang RI. Kemenangan pada pertempuran Ambarawa, serta keberhasilan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini, kemudian diabadikan dalam sebuah monumen Palagan Ambarawa. TNI AD biasa memperingati tanggal tersebut setiap tahunnya sebagai Hari Infanteri atau Hari Juang Kartika TNI AD. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Tags:

POST YOUR COMMENTS

window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'UA-99127098-1');
close