BREAKING NEWS
‘Bola Liar’ Isu SARA di Sosial Media Jelang Pilgub Papua 2018
Ini Dua Opsi Pemda Keerom Untuk Korban Kebakaran di Arso Kota
Ini Daftar Nama 26 Bakal Paslon Yang Sudah Jalani Tes Kesehatan di Pilkada Serentak Papua 2018
Wabah di Asmat, Waket DPRP Bilang Kadinkes Provinsi dan Kabupaten Gagal, Harus Diganti !
Berkas Bakal Cagub – Cawagub Papua ‘Hanya Lewat’ di DPRP, Pansus Pilgub Protes
Mahar Politik, Perilaku Koruptif Politisi dan Penguasa
Pilkada Papua 2018, IDI Jamin Hasil Pemeriksaan Kesehatan Independen dan Bebas Intervensi
Pemkab Keerom dan BPJS Teken MoU, Proteksi Masyarakat
Pangdam Perintahkan Babinsa Lakukan Sosialisasi Pentingnya Imunisasi dan Hidup Sehat
Sebarkan Tim Ke 8 Distrik di Asmat, Danrem 174/ATW Pastikan Penanganan Langsung Dilakukan
Pertamina Regional VIII Alokasikan Rp. 1,8 Miliar Untuk Bantu Asmat
Sub Denpom Ditingkatkan Jadi Denpom, Mabes TNI – AD Akan Bangun Dermaga Denbekang di Gudang Arang Merauke
Tali Asih Kodim 1709/Yawa, Dandim Bantu Material Rehab GKI Kampung Karoipi
Kukuhkan Timsesnya, JOHSUA Ajak Koalisi Papua Cerdas Bangun Papua Dengan Satukan Perbedaan
Kontroversi Tudingan Ijazah Palsu Sang Calon Gubernur
Diduga Ada Kongkalikong Antara Dukcapil dan KPUD, Terkait Jumlah e-KTP di Mamteng Jelang Pilkada 2018
Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kodam XVII/ Cenderawasih Turunkan 53 Paramedis, 6 Ton Alkes dan Sembako
Pemprov Papua Ngaku Sudah 17 Miliar Dikucurkan Untuk Bayar Hak Ulayat Lokasi Jembatan Holtekamp
Akankah John R. Banua – Marthin Yogobi Jadi Calon Tunggal di Pilkada Jayawijaya 2018 ?
Hilirisasi Tambang Dorong Indonesia-sentris

Aksi ‘Kamisan’ Satgas Pamtas Kostrad, Perangi Buta Aksara di Asiki

Serda Ilham anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/ BP Kostrad ketika menjadi ‘Pak Guru’ bagi warga dan anak putus sekolah di Asiki. (Foto : Pendam XVII/ Cenderawasih)

 

LINGKARPAPUA.COM, BOVEN DIGOEL—Salah satu musuh bangsa Indonesia adalah buta huruf dan kebodohan, dimana untuk Papua, angka buta huruf masih cukup tinggi, termasuk di kawasan perbatasan RI-PNG.

Dan untuk ikut memberantas (perangi-Red) buta aksara di pedalaman Papua, Satgas Pamtas Yonif Raider 323/BP Kostrad setiap dua kali seminggu yakni di hari Kamis (Kamisan-Red) dan Selasa melakukan kegiatan Pemberantasan Buta Aksara dengan menyasar warga masyarakat yang buta aksara dan anak – anak yang putus sekolah.

“kegiatan belajar ini selain diberikan kepada warga yang belum bisa membaca dan menulis serta berhitung, juga diberikan kepada anak – anak yang putus sekolah, rutin kami lakukan setiap hari Selasa dan Kamis, harapan kami agar masyarakat bisa menulis, membaca dan berhitung, sehingga dapat membuka wawasan pengetahuannya”, kata Serda Ilham anggota TNI yang bertugas menjadi Pak Guru dalam kelas buta aksara yang di gelar di permukiman sekitar Pos Kotis di Kelurahan Asiki, Distrk Jair, Kabupaten Boven Digoel.

Baca Juga:  Diskusi Teknis Verifikasi Parpol, DPW PSI Papua Sowan ke KPU Papua

Dalam release yang diterima lingkarpapua.com dari Pendam XVII/ Cenderawasih, Senin (8/1/2018) kemarin, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/ BP Kostrad, Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina, M.Si (Han) menjelaskan bahwa kegiatan kelas belajar mengajar selain bertujuan minimalisir buta huruf di kawasan perbatasan khususnya di Asiki, kegiatan tersebut juga bagian dari komunikasi social yang di lakukan TNI dengan rakyat untuk lebih memupuk rasa nasionalisme dan cinta negara.

“kegiatan ini kami lakukan selain untuk memberikan pengetahuan dasar membaca dan menulis, juga sebagai upaya kami menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat guna mencegah masyarakat agar tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi atau paham-paham yang menginginkan Papua memisahkan diri dari NKRI”, kata Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina.

Baca Juga:  Cegah Joki Beraksi, Tes Akademik Calon Siswa Bintara SPN Gunakan Absensi Sidik Jari

Menurutnya, masalah buta aksara masih menjadi salah satu persoalan pendidikan di Papua, khususnya di kawasan perbatasan RI- PNG, angka buta huruf  yang masih tinggi tidak hanya disebabkan terbatasnya sarana pendidikan dan tanaga pendidik, tapi juga disebabkan wilayah geografis Papua yang memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga semuanya belum bisa terjamah oleh pemerintah secara baik dan berkesinambungan.

“untuk ikut membantu program pemerintah dalam pengentasan buta aksara itulah kami di wilayah Asiki memberikan pelajaran membaca, menulis dan berhitung kepada anak-anak putus sekolah dan warga yang buta aksara”, tegas Dansatgas Yonif Raider 323/BP Kostrad, Senin (8/1/2018).

Markus Bogor, selaku Lurah Asiki menyambut baik kegiatan yang dilakukan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/Kostrad tersebut.

Baca Juga:  Sambangi Sanggar Soren Arwi, Dandim Belajar Mainkan Alat Musik Tradisional Biak

“kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuka pikiran dan wawasan warga akan pentingnya baca tulis dan menghitung, karena mereka bisa mendapatkan informasi dari luar apabila bisa baca dan tulis, karena suasana belajar yang santai dan jauh beda dengan di sekolah, makanya warga sangat antusias ikut”, kata Markus Bogor seperti dalam release yang di kirimkan Pendam XVII/ Cenderawasih kemarin. ***

Penulis      : Titie
Editor        : Walhamri Wahid
Sumber     : Pendam XVII/ Cenderawasih

Berikan Komentar Anda

POST YOUR COMMENTS

window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'UA-99127098-1');
close