Sudah 4 Tahun Tidak Ada Guru di SD Inpres Nakai

Ilustrasi sumber foto fransiskanpapua.net

Asmat (LP) — Empat tahun terakhir ini SD Inpres Kampung Nakai Distrik Pulau Tiga Kabupaten Asmat sudah tidak beroperasi, anak – anak usia Sekolah Dasar (SD) di kampung itu hanya bermain – main saja atau mengikuti orang tua mereka ke hutan dan bevak setiap harinya.

Kondisi tersebut dikarenakan sejak 4 tahun lalu tidak ada lagi guru yang bertugas di kampung tersebut, sehingga bangunan SD yang ada rusak berat dan kondisinya memprihatinkan, padahal di areal sekolah terdapat 4 unit rumah guru, dimana dua unit diantaranya merupakan bangunan rumah guru baru dan hingga kini belum ditempati.

“kami ingin ada pelayanan pendidikan dan kesehatan di kampung kita, apalagi sekarang ini su’ jadi Distrik, karena anak – anak sudah 4 tahun tidak pernah belajar lagi, sampai hari ini tidak ada gurunya, padahal bangunan sekolah dan rumah guru ada”, kata Thomas Mammu kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat Drs. Gregorius Tuantana saat mengantarkan Kadistrik Pulau Tiga untuk menjalankan tugasnya di daerah tersebut sekaligus pembayaran hak ulayat masyarakat untuk pembangunan fasilitas pemerintah.

Baca Juga:  Inilah Nasib Lima Komisioner KPU Kabupaten di Papua Pasca Gelar Pilkada

Menurutnya selama ini terpaksa anak – anak mereka banyak yang tidak sekolah, andaikan ada keluarga yang memiliki kerabat di Kota Agats atau Timika dan Merauke terpaksa anak – anak mereka dititipkan di kerabat agar bisa mengenyam pendidikan dasar.

“kalau yang SMP dan SMA ada yang kami masukkan di Sekolah Satu Atap Sawa Erma, tapi lebih banyak anak – anak yang tidak sekolah tinggal berkeliaran dan bermain di kampung, atau ikut orang tua ke hutan dan bhevak”, katanya.

Menanggapi aspirasi masyarakat Kampung Nakai, Sekda Asmat menjelaskan bahwa sudah menjadi komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada warga salah satunya adalah pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga:  Di Keerom, 5.211 Pemilih Kehilangan Hak Pilih, Gara – Gara Tidak Punya e-KTP

“makanya kita mekarkan daerah ini menjadi Distrik sendiri, dengan harapan pelayanan bisa benar – benar dirasakan oleh masyarakat, kita sudah mengetahui kondisi didaerah ini dan sudah di bahas di kabupaten, setelah Kadistrik menjalankan tugas secara bertahap kita akan perbaiki yang kurang – kurang”, kata Sekda yang disambut tepuk tangan seluruh warga.

Kadinas Pendidikan & Pengajaran (P&P) Kabupaten Asmat ketika di konfirmasi melalui SMS dan telpon hingga berita ini dimuat belum memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut, namun hasil penelusuran kepada beberapa tenaga pengajar di Asmat, kondisi tersebut terjadi karena selama ini tidak ada jaminan masalah keamanan bagi guru yang bertugas di sana.

Baca Juga:  Mabuk Aibon, Trend Anak – Anak di Papua, Pemerintah Jangan Diam Saja !

“baguslah kalau Pulau Tiga sudah jadi Distrik, sejak dulu kita tidak berani tugas disana, karena termasuk daerah rawan dan masih tergolong primitif  masyarakatnya, tapi sekarang nampaknya mereka sudah mulai sadar paham”, kata seorang guru SD yang ditemui SULUH PAPUA di Agats. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda