INGIN SERIUS MENGEMBANGKAN AGROWISATANYA

Bripka Muhammad Amri Rajawali, Pemilik Agrowisata Lesehan Rajawali Kampung Sabron Sari Sentani Barat
Bripka  Muhammad Amri Rajawali, Pemilik Agrowisata Lesehan Rajawali Kampung Sabron Sari Sentani Barat

Sebagai anak seorang petani, tangannya terbilang dingin untuk urusan tanam – menanam. Memanfaatkan lahan dan rumah peninggalan orang tua serta kejelian membaca peluang, lelaki yang sudah 13 tahun menjadi anggota Polri ini nyambi mengelola agro wisatanya yang diberi nama Lesehan Rajawali di bantu sang istri

Oleh : Walhamri Wahid/SULPA

Jejeran pohon rambutan setinggi 3 meter dengan juntaian ranting yang nyaris menyentuh tanah seakan tidak mampu menahan beban buah rambutan yang berwarna merah ranum menjadi satu pemandangan yang menarik dan mengusik siapa saja yang melalui ruas jalan ke Doyo – Kertosari, tepatnya di tikungan Doyo Transat.

Beberapa pondok lesehan dengan atap daun sagu terselip di sela – sela pepohonan rambutan dan beberapa buah lainnya, sebuah arena bermain anak dekat sebuah kolam kecil juga menghiasi areal seluas kurang lebih 1,5 hektar itu.

“lokasi ini peninggalan orang tua, jadi saat kedua orang tua saya meninggal sayalah yang dipercayakan saudara – saudara untuk tinggal dan menjaga warisan orang tua, karena saya lihat Kertosari adalah daerah wisata, dimana lokasi ini sering di lewati para wisatawan lokal yang mau ke Kali Damsari, pantai Amay, Tablanusu, Harlem atau sekedar mencari buah – buahan, dan kebetulan sudah sejak lama orang tua juga memiliki beberapa pohon rambutan, akhirnya saya memutuskan untuk serius mengelola aset yang ada”, jelas Bripka Muhamad Amri Rajawali yang akrab di sapa Pak Amri Minggu (26/1/2014) saat di jumpai di tengah kesibukannya melayani pengunjung.

Baca Juga:  Internet Gangguan, Lelang di ULP Papua Tertunda, Telkom Janji Beri Kompensasi ke Pelanggan

Bermodal beberapa pohon rambutan orang tuanya yang sudah mulai menua, tahun 2005 ia beranikan diri untuk serius menata areal pekarangan rumah seluas 1,5 hektar.

“modal awal saya tuh di batu teman – teman, jadi saya butuh kayu saya minta bantu ke beberapa kenalan yang punya usaha sawmill, jadi mereka ngutangin dululah, untuk tanaman kebetulan saya ada skill jadi, saya mulai mengenten pohon rambutan yang sudah tua dan mulai membuat pembibitan baru, dan menanam beberapa pohon baru dan menatanya lebih rapi”, katanya.

  Saat ini bukan hanya tanaman rambutan saja yang coba ia kembangkan, beberapa tanaman buah lainnya seperti durian, duku, bahkan jengkol, dan pete juga adalah salah satu tanaman yang ia budi dayakan.

Setelah menambah koleksi tanaman, ia membangun beberapa pondok makan lesehan, dan juga taman bermain, bahkan sebuah kolam mini untuk anak – anak berendam juga ia siapkan di sudut kebun.

“kalau bukanya setiap hari, tapi memang biasanya pengunjung rame saat hari Sabtu dan Minggu, bahkan saya juga melayani bila ada pengunjung yang ingin menggelar pesta kebun atau acara keluarga lainnya”, kata Amri lagi.

Baca Juga:  DPRD Pegubin Siap Kawal Aspirasi Lengserkan Bupati, Ini Tanggapan Costan Oktemka !

Untuk menu yang ia sediakan adalah menu tradisional dan sesuai lidah orang Indonesia, diantaranya tempe mendoan, tahu isi dan gorengan lainnya sebagai camilan, sedangkan untuk menu makan berat tersedia lalapan mujaer, ayam goreng. Untuk minuman selain menyediakan kesegaran kelapa muda asli atau plus sirup, ia juga menyajikan cendol.

“yang saya tawarkan adalah sensasi dan keramahan menikmati hidangan di tengah – tengah rerimbunan dan hijaunya pepohonan rambutan, jadi suasananya itu yang berbeda, bahkan menu yang kita sajikan juga adalah menu segar yang saat pengunjung pesan baru kita sajikan, bahkan kelapa, bila pengunjung pesan baru kita panjat”, jelas suami dari

Menurutnya apa yang ditawarkan Lesehan Rajawali bukan sekedar makan, tapi bagaimana saat – saat mengisi kampung tengah itu bisa menjadi sarana rekreasi bersama keluarga yang murah dan terjangkau dan lebih alami.

“yah selama ini banyak yang mampir karena tertarik ingin berfoto – foto dengan rerimbunan buah rambutan, jadi bila ada yang mau merasakan memetik buah rambutan langsung bisa juga, nanti setelah di timbang baru bisa di nikmati, katanya lagi.

Impiannya adalah suatu saat ia ingin melengkapi areal agrowisatanya dengan sarana outbond, arena ATV, penginapan, kolam pemancingan, dan juga beberapa sarana penunjang lainnya, termasuk juga ia ingin mengembangkan kebun pembibitan.

Baca Juga:  Ini Dia Resep Cespleng Bangkitkan Sepak Bola Papua

“selama ini sering sih orang datang pesan bibit rambutan, bahkan saya tidak pelit berbagi ilmu dan pengetahuan soal bertanam buah – buahan”, katanya menambahkan bahwa beberapa kali justru orang dari Dinas Pertanian yang datang berguru ke tempatnya.

Untuk operasional sehari – hari ia percayakan pengelolaannya kepada istri tercinta di bantu 2 orang karyawan. Aspek permodalan ia mengaku beberapa waktu lalu sudah mendapat dukungan modal dari Bank Mandiri, namun ia belum berani mengajukan dalam jumlah besar untuk mewujudkan impiannya membangun agrowisata dengan fasilitas komplit.

Kini tempatnya menjadi salah satu tempat wisata favorit di Distrik Sentani Barat, bahkan beberapa pohon rambutannya yang berbuah lebat sudah di order oleh beberapa pelanggan setianya untuk acara keluarga.

“yah selain melayani tamu reguler setiap hari, kami juga melayani pemesanan tempat untuk menggelar acara pesta kebun, pesta ulang tahun, atau acara keluarga lainnya yang ingin di gelar dalam suasana dan konsep yang lebih alami”, tegas Amri.

Untuk mencapai tempatnya tidak terlalu sulit, dengan menggunakan roda dua ataupun roda empat dari arah Sentani ke Kertosari, saat di tikungan mata jalan Doyo Transat, di tepi jalan sebelah kiri kita akan melihat Lesehan Rajawali. (***)

Berikan Komentar Anda