Pulsa Elektrik dan Listrik Prabayar Tidak Ada Satuan Ukurnya

Keerom – Hingga kini Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih kesulitan untuk mengukur dan menjamin ketepatan kesesuaian nominal pulsa elektrik maupun listrik prabayar dengan yang dibayarkan konsumen, jadi kemungkinan konsumen di rugikan sangat besar.

“waktu pake meteran biasa, sebulan paling banter bayar Rp. 90.000 / bulan, tapi setelah pake listrik prabayar dalam sebulan kok sampe 3 kali beli pulsa listrik harga Rp. 50.000 dalam sebulan”, keluh seorang ibu pemilik warung di Arso II Kabupaten Keerom.

Hal senada dikeluhkan oleh salah seorang pelanggan yang mengaku baru beberapa hari lalu membeli pulsa elektrik nominal 20 dengan harga Rp. 22.000, “perasaan saya hanya pake untuk SMS, tapi kok cepat sekali habisnya yah ?, padahal saya juga biasa terima SMS pemberitahuan dari Telkomsel bahwa nomor saya dapat bonus telpon gratis, atau SMS gratis, tapi kok tidak ngaruh yah”, celetuk Amir seorang konsumen Telkomsel.

Baca Juga:  Ini Sikap Politik Relawan Sangmaneta dan Dulur LUKMEN di Pilgub Papua 2018

Seperti di lansir okezone.com, hingga kini transaksi pulsa telepon di Indonesia ternyata belum ada penjamin satuan ukurnya. Padahal, dunia internasional sudah memberlakukannya.

"Agak sulit memang, terlebih ponsel yang menggunakan isi ulang voucher. Misalnya apakah voucher pulsa yang dibeli seharga Rp10 ribu berisi pulsa dengan nominal yang sama. Itu yang belum bisa kami lakukan," ujar Direktur Direktorat Meteorologi Kemendag, Hari Prawoko, kepada okezone.com di Graha Widya Bhakti, Puspitek Serpong, Tangsel, Selasa (27/8).

Menurutnya Kemendag sebenarnya sudah memiliki alat metrologi dan pengukuran hanya SDM nya yang belum memadai.

Terlebih saat ini, listrik prabayar atau voucher juga sudah diberlakukan, Hari mengaku, harus juga diukur untuk menjamin ketepatan nominal yang akan didapat konsumennya. Untuk sementara, jelas Hari, penggunaan pulsa atau voucher diawasi secara manual oleh petugas di lapangan. (amr/r4)

Baca Juga:  Dugaan Malpraktik di RSUD Kwaingga, Keluarga Tidak Ada Uang Tebus Resep, Terpaksa Dikasih Obat Sisa Pasien Lain

Berikan Komentar Anda