AKHIRNYA JALAN ALTERNATIF TEMBUS WALIKOTA YANG RETAK DI TAMBAL

SUDAH DITAMBAL. Ruas jalan alternatif tembus Walikota yang per 27 Februari lalu masih dalam kondisi retak, kini sudah di tambal oleh Pemerintah sehingga kendaraan dari dua araha tidak perlu saling berebutan sisi jalan yang bagus. (Foto : Amri/LP)

Jayapura (LP) — Sebelum memakan tumbal nyawa yang tidak di harapkan, akhirnya ruas jalan alternative tembus ke kantor Walikota Jayapura “ditambal” menggunakan karang putih.

Dari pantauan lingkarpapua.com, saat melalui ruas jalan tersebut Kamis (2/3/2017) sore sepenggal jalan yang retak tersebut telah “ditambal” dengan karang putih, sehingga mobil dari arah yang berlawanan sudah dapat melalui jalur masing – masing, tidak seperti sebelumnya yang harus saling berebutan sisi jalan yang bagus.

Kondisi ruas jalan yang sempat di angkat dalam pemberitaan lingkarpapua.com melalui tulisan berjudul “Menanti Tumbal Nyawa di Ruas Jalan Alternatif Tembus Walikota” (Baca Disini) lalu kondisinya retak di bagian tengah, sehingga mobil dari dua arah sering berebutan sisi jalan yang layak dilalui, bahkan informasi dari beberapa masyarakat ruas jalan tersebut sudah memakan korban beberapa pengendara motor yang terjatuh dan menyebabkan luka ringan.

Baca Juga:  Mengintip Harta Kekayaan Cagub - Cawagub Papua Yang Dilaporkan ke KPK

“puji Tuhan, kita angkat jempol untuk Pemerintah yang responsive dan segera menangani ruas jalan tersebut sebelum jatuh korban nyawa, begitu boleh, jangan tunggu dia rusak parah, perlu ada perawatan ruas jalan yang lubang dan rusak di dalam Kota Jayapura”, kata beberapa warga Perumnas III yang ditemui lingkarpapua.com kemarin.

Ruas jalan alternative tembus Walikota Jayapura tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2012 lalu dengan dasa sebesar Rp. Rp104.810.601.715 dengan sumber dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Jayapura, Dana Otsus Papua, Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Intrastruktur Jalan, Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID), dana Ad hock, serta dana hibah Provinsi Papua, dan diresmikan oleh Gubernur Papua pada Maret 2015 lalu.

Baca Juga:  Di Pasar Baru Youtefa, Dua Residivis Narkoba Tertangkap Miliki 92 Paket Shabu Senilai Rp 140 Juta

Warga masyarakat di Perumnas III berharap kiranya bukan hanya ruas jalan tersebut saja yang di pelihara oleh Pemerintah Kota, namun beberapa titik di jalan Perumnas II menuju ke Perumnas III juga kondisinya penuh dengan kolam – kolam ikan.

“kalau bisa kolam – kolam ikan jelang pertigaan Perumnas III itu juga Pemkot dong tambal kah, kasihan kita pu’ mobil – mobil carry ini kalau berpapasan dengan mobil dari depan, terpaksa kita hajar lubang yang dalam, terasa sekali goncangannya dan bikin kita pu ban dengan shokbreker cepat rusak”, kata Yosep seorang sopir angkot jurusan Perumnas III kemarin sore.

Responsif pemerintah yang segera menjawab keluhan dan kekhawatiran warga baik yang disampaikan langsung maupun lewat media patutlah menjadi contoh yang baik, karena mencegah jatuhnya korban lebih baik sebelum ada korban nyawa. (wr1/r1)

Baca Juga:  Perlukah Tafsir Sosial Baru Terhadap Orang Asli Papua (OAP)

Berikan Komentar Anda

2 Comments

Comments are closed.