Habiskan 85 Miliar, Kantor Bupati Keerom “Terlantar”

Kondisi Kantor Bupati Keerom yang baru, namun belum difungsikan.

Keerom (LP)— Puluhan miliar uang rakyat yang sudah di habiskan oleh Pemerintah Daerah untuk menuntaskan pembangunan kantor Bupati Keerom yang baru di swakarsa, namun sayangnya, meski sudah tuntas pembangunannya sejak tahun 2015 lalu, hingga kini bangunan megah tersebut belum juga ditempati oleh Pemerintah Daerah, hingga kondisinya mulai rusak dan kian mengenaskan.

Dari pantauan lingkarpapua.com, Senin (6/3/2017) kemarin bangunan tiga lantai tersebut sudah dipenuhi semak belukar, bahkan rumput ilalang sudah tumbuh sampai ke taman depan lobby.

Bangunannya juga sudah penuh dengan coretan dinding bahkan beberapa kaca juga terlihat pecah, sedangkan dinding bagian dalam juga terlihat sudah bolong di rusak oleh orang – orang yang tak bertanggung jawab.

Dari keterangan warga sekitar kantor Bupati Keerom yang baru itu selama ini sering dijadikan tempat orang mabuk, bahkan juga dijadikan tempat pelampiasan syahwat remaja – remaja amoral.

Baca Juga:  Di Kampung Yeni Asmat, Anak Gejala Campak Digosok Pake Sagu, Pustu Tidak Ada Petugas, Berobat ke Pastoral

Masyarakat sekitar juga bingung mengapa bangunan megah tersebut belum difungsikan, sehingga kondisinya kian mengenaskan.

“sayangkan, katanya habiskan puluhan Miliar loh untuk bangun kantor ini, di bangun di eranya pak Yusuf Wally, tapi katanya Bupati yang baru ogah menempati kantor tersebut belum tahu alasannya apa, mungkin karena yang bangun “lawan politiknya” kah”, celetuk seorang warga yang ditemui lingkarpapua.com kemarin.

Dari informasi yang berhasil di himpun lingkarpapua.com, memang hingga kini Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH belum mau menempati kantor Bupati tersebut alasannya masih menunggu hasil audit BPK dahulu, tanpa alasan yang jelas mengapa harus dilakukan audit terhadap bangunan tersebut.

Padahal mestinya pekerjaan yang dituntaskan di tahun 2015 lalu, semestinya hingga kini laporan audit BPK-nya mestinya sudah keluar, dan hingga kini dari penelusuran lingkarpapua.com, tidak ada indikasi korupsi ataupun kerugian negara dari pembagunan kantor Bupati yang baru tersebut.

Baca Juga:  Soal Demo Dukung Ahok, Tolak HTI dan FPI di Jayapura, Ini Tanggapan Kapolda Papua

Di era pemerintahan Drs. Celcius Watae, MH sebagai Bupati (2005 – 2010) sesuai UU pembentukan Kabupaten Keerom, ibukota kabupaten memang ditetapkan di perbatasan Distrik Waris dan Distrik Senggi, bahkan ketika itu, Pemda Kabupaten Keerom sudah memulai pembangunan infrastruktur di lokasi ibukota kabupaten Keerom tersebut yang akrab disebut “titik nol”.

Namun saat masa pemerintahan Drs. Celcius Watae berkahir, dan Drs. Yusuf Wally, SE, MM naik sebagai Bupati Keerom (2010 – 2015) kegiatan pembangunan di titik nol tersebut tidak dilanjutkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya lokasi titik nol tersebut masih perlu kajian, sehingga Drs. Yusuf Wally, SE, MM atas izin Mendagri membangun kantor Bupati yang baru di Swakarsa sehingga bisa lebih dekat melayani masyarakat, mengingat bangunan kantor Bupati yang ada saat ini kurang representative.

Baca Juga:  "35 TAHUN TANAH KAMI DI RAMPAS DENGAN TIPU DAYA OLEH PEMERINTAH DAN PTPN II ARSO"

Dan di Pilkada 2015 kemarin, Drs. Celcius Watae, MH – Markum, SH terpilih kembali menjadi Bupati Keerom periode 2015 – 2020, sehingga banyak pihak mensinyalir, belum ditempatinya bangunan yang habiskan dana skeitar 85 Miliar itu juga ada kaitannya dengan “dendam politik” yang belum hilang.

Bupati Keerom, Drs. Celcius Watae, MM hingga kemarin belum bisa di konfirmasi, karena sudah beberapa hari tidak masuk kantor, sedangkan Wakil Bupati Muh. Markum, SH menolak memberikan keterangan karena bukan kewenangannya dan tidak ingin mendahului Bupatinya. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda

2 Comments

  1. Sangat disayangkan,  uang sebanyak itu tapi hasilnya tidak dimanfaatkan,  ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat,  pasalnya uang sebanyak itu jika dialokasikan ke tempat lain semisal pembangunan sektor ekonomi tentu dpt mendongkrak kesejahteraan masyarakat.  Lah ini malah sdh dialokasikan ke pembangunan infrastruktur tapi tdk dimanfaatkan,  ini benar benar contoh yang buruk bagi masyarakat, bagaimana masyarakat bisa mencintai infrastruktur yang ada jika bupatinya saja tdk menghargai?

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ketua DPRD Keerom Bungkam Soal Kantor Bupati Yang Terlantar - lingkarpapua.com
  2. Kantor Bupati Keerom yang Terlantar Segera Difungsikan - lingkarpapua.com
  3. Dana Afirmative Paramedis 2016 ‘Menguap’, Dua Puskesmas Ancam Mogok Layanan - lingkarpapua.com

Comments are closed.