Carut Marut Penyelenggaraan Pilkada, Pembelajaran Politik Yang Buruk Untuk Generasi Muda

Muflih M. Yusuf
Muflih M. Yusuf

Sentani (LP)—Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Jayapura yang menyisakan sejumlah persoalan dan membuat masyarakat kecil bertanya – tanya menjadi perhatian salah satu politisi muda dari partai yang baru lolos verifikasi Kumham, PSI.

“selama ini kita generasi muda terkesan malas tahu dan tidak terlalu tertarik dengan politik, karena salah satunya adalah ada kesan politik itu menghalalkan segala cara, sekalipun itu melawan aturan, namun di Pilkada 2017 ini saya lihat animo pemuda untuk ikut terjun ke politik praktis cukup tinggi, hanya saja penyelenggaraan yang tidak optimal, banyaknya praktek kotor, dan tidak mendidik membuat, sebagian kita menjadi pesimis”, kata Muflih M. Yusuf, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jayapura.

Baca Juga:  Bupati Keerom “Dapat Gertak” Dengan Panah Oleh Anak Buahnya Sendiri

Dirinya sangat berharap, dengan hajatan Pilkada kemarin bisa menjadi titik balik kebangkitan generasi muda untuk terjun ke politik praktis dengan tetap menjaga kemurnian idealisme, namun praktek – praktek yang terjadi justru memberikan pembelajaran yang buruk bagi generasi muda, bahwa politik itu kotor, dalam tanda kutip.

 “ini sebuah edukasi yang buruk, namun juga bisa menjadi sebuah momentum yang tepat bagi generasi muda yang masih meyakini bahwa ada sebuah nilai yang harus di perjuangakn lewat jalur politik, harus ada revolusi dari kaum muda, agar tidak terkontaminasi dan terjebak dalam pola – pola yang yang dipertontonkan saat ini”, kata Muflih lagi.

Baca Juga:  19 DPC PSI Kabupaten Jayapura Siap Jalani Verifikasi KPU

Menurutnya salah satu penyebab terjadinya penundaan pleno KPUD, bukan hanya di Kabupaten Jayapura, bahkan beberapa daerah lainnya dkarenakan ketidakprofesionalan penyelenggara, dimana penyelenggara tidak bekerja berdasar kepada aturan, tetapi kepentingan sehingga menimbulkan kekisruhan.

“harus ada perombakan dalam proses rekrutmen penyelenggara Pemilu ke depan, ini saatnya anak – anak muda yang punya kemampuan untuk tampil dan unjuk kemampuan, kita tidak bisa menonton saja”, kata Muflih lagi.

Disinggung kesiapan PSI Kabupaten Jayapura menyosong tahapan verifikasi KPUD, Muflih M Yusuf optimis bahwa PSI sebagai “partainya anak muda” yang mengusung nilai – nilai kebaruan dan kekinian dalam semangat keragaman akan lolos verifikasi KPU dan akan menjadi kontestan dalam Pileg 2019 mendatang.

“tidak ada masalah, kami semua anak muda, aktivis dan pekerja keras yang terbiasa bekerja secara terstruktur dan sistematis, meski kami masih bau kencur di urusan politik, tapi kami yakin PSI lolos jadi peserta Pileg 2019 nanti”, katanya lagi.

Baca Juga:  Gelar MTQ ke VII, Keerom Siap 'Unjuk Gigi' di MTQ Provinsi Papua di Nabire

Disinggung target – target ke depan, Muflih enggan sesumbar, baginya PSI hadir untuk menjadi corong bagi anak muda untuk menyuarakan kepentingan rakyat kebanyakan, dan bukan semata – mata berebut kekuasaan semata.

“soal kursi dan target suara itu urusan kedua, yang penting saat ini PSI hadir untuk menawarkan sesuatu yang berbeda dan mengajak sebanyak – banyaknya anak muda untuk ikut memikirkan persoalan bangsa dan masyarakat”, katanya lagi. (Azis/walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda