Ketua DPRD Keerom Bungkam Soal Kantor Bupati Yang Terlantar

Ketua DPRD Keerom Syahabuddin, SP

Keerom (LP)— Bukan hanya Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM saja yang menolak menanggapi soal kantor Bupati Keerom yang baru di Swakarsa yang sudah habiskan puluhan miliar uang rakyat namun hingga kini belum ditempati, Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Sahabuddin, SP juga memilih bungkam ketika beberapa kali coba di konfirmasi oleh lingkarpapua.com.

Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Sahabuddin, SP hingga berita ini naik tidak memberikan tanggapan (bungkam-Red) atas konfirmasi yang dilakukan lingkarpapua.com.

Upaya untuk meminta tanggapan terhadap Ketua DPRD Keerom baik melalui inboks pada 3 akun Facebook miliknya, SMS konfirmasi yang di kirimkan lingkarpapua.com juga tidak di balas oleh Ketua DPRD.

Bahkan ketika di hubungi per telepon, meski nada sambung masuk, tetapi teleponnya langsung di alihkan dan tidak ada penjelasan dari Ketua DPRD Keerom.

Baca Juga:  Perlukah Tafsir Sosial Baru Terhadap Orang Asli Papua (OAP)

Sebelumnya Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM ketika di konfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menolak memberikan keterangan karena takut melangkahi kewenangan Bupati, karena dirinya hanyalah orang nomor dua, dan meminta lingkarpapua.com menanyakan langsung kepada Bupati Keerom Drs. Celcius Watae.

Puluhan miliar uang rakyat yang sudah di habiskan oleh Pemerintah Daerah untuk menuntaskan pembangunan kantor Bupati Keerom yang baru di Swakarsa, namun sayangnya, meski sudah tuntas pembangunannya sejak tahun 2015 lalu, hingga kini bangunan megah tersebut belum juga ditempati oleh Pemerintah Daerah, hingga kondisinya mulai rusak dan kian mengenaskan.

Dari pantauan lingkarpapua.com, Senin (6/3/2017) kemarin bangunan tiga lantai tersebut sudah dipenuhi semak belukar, bahkan rumput ilalang sudah tumbuh sampai ke taman depan lobby. (Baca beritanya disini)

Baca Juga:  Persib Datangkan Essien, Bagaimana Dengan Persipura?

Bangunannya juga sudah penuh dengan coretan dinding bahkan beberapa kaca juga terlihat pecah, sedangkan dinding bagian dalam juga terlihat sudah bolong di rusak oleh orang – orang yang tak bertanggung jawab.

Dari keterangan warga sekitar kantor Bupati Keerom yang baru itu selama ini sering dijadikan tempat orang mabuk, bahkan juga dijadikan tempat pelampiasan syahwat remaja – remaja amoral.

Masyarakat sekitar juga bingung mengapa bangunan megah tersebut belum difungsikan, sehingga kondisinya kian mengenaskan.

Dari informasi yang berhasil di himpun lingkarpapua.com, memang hingga kini Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH belum mau menempati kantor Bupati tersebut alasannya masih menunggu hasil audit BPK dahulu, tanpa alasan yang jelas mengapa harus dilakukan audit terhadap bangunan tersebut.

Baca Juga:  Papua Darurat Kemanusiaan ?

Padahal mestinya pekerjaan yang dituntaskan di tahun 2015 lalu, semestinya hingga kini laporan audit BPK-nya mestinya sudah keluar da nada di tangan eksekutif maupun legislatif, dan hingga kini dari penelusuran lingkarpapua.com, tidak ada indikasi korupsi ataupun kerugian negara dari pembagunan kantor Bupati yang baru tersebut.

Bupati Keerom, Drs. Celcius Watae, MM hingga berita ini dinaikkan belum bisa di konfirmasi, karena sudah beberapa hari tidak masuk kantor. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda

1 Comment

  1. Kantor Bupati Keerom di suwakarsa itu prodak YUSUF WALLY & MUH.MARKUM yang membangun tanpa melihat Undang-Undang dan saat ini meminta tanggapan Ketua DPRD Kab. Keerom dan Wakil Bupati Keerom mereka tidak akan menjawab karena ini dosa bersama mereka hingga uang rakyat mubasir. tanyakan pada Tuhan saja jika tanya pada mereka yang duduk semeja dan sepakat tidak akan di jawab

Comments are closed.