TIPU – TIPU SAKIT, ANGGOTA DEWAN TERDAKWA KORUPSI MASUK DPO

Benoni Adrian Kombado, SH, MH, Kasi Pidsus Kejari Sorong

Berstatus tahanan dan mestinya mendekam dalam LP Manokwari, seorang anggota DPRD Kabupaten Sorong tipu – tipu sakit sehingga dikasih izin berobat ke Makassar, ternyata saat di konfirmasi Jaksa ke Makassar di Klinik dan Rumah Sakit yang disebut, anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu ternyata tidak pernah berobat ke situ, sehingga kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)

Oleh : Peko L Hoda/ Walhamri Wahid

Terdakwa Basirun SE,yang merupakan oknum anggota DPRD Kota Sorong dari Partai Amanat Nasional akhirnya di masukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sorong.

Basirun saat ini merupakan terdakwa kasus korupsi dana hibah untuk bantuan yang dikucurkan melalui Dinas Sosial Pemerintah Kota Sorong pada tahun 2012.

Baca Juga:  Calon Wakil Kepala Daerah Termiskin se-Indonesia Dari Paniai, Berikut Daftar Harta Lima Paslon di Pilkada Paniai 2018

Kepastian dimasukkan Basirun dalam DPO setelah pihak Kejaksaan Negeri Sorong mendapatkan salinan surat perpanjangan penahanan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia tertanggal 9 Februari 2017.

“Surat dari MA baru kami terima dan tersangka akan dilakukan perpanjangan penahanan selama tiga puluh hari kedepan sejak 3 Maret hingga 1 April 2017. Selain itu kami juga berdasarkan perintah Kejari Sorong telah menetapkan Basirun dalam DPO, sejak Selasa 14 Maret 2017 besok”, kata Benoni Adrian Kombado, SH, MH, Kasi Pidsus Kejari Sorong, Senin (13/3/2017) kemarin.

Kombado menjelaskan bahwa selama proses Kasasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Sorong, terdakwa Basirun tidak pernah ditahan dalam Lapas Manokwari, dimana yang bersangkutan dengan dalil melakukan pengobatan meminta ijin berobat ke Makassar, namun sampai saat ini entah hilang kemana.

Baca Juga:  Dari Rumah ke Rumah, ‘Pak Mantri’ Temukan Pasien Malaria, Infeksi dan Hipertensi di Kampung Pitewi

Dengan demikian menurut Kombado, bahwa terdakwa yang berstatus tahanan MA selama proses kasasi berjalan ini telah melakukan pembohongan publik dan melecehkan hukum.

 “Kami berani mengatakan yang bersangkutan melakukan pembohongan publik, karena saat tim Kejaksaan menelusuri sampai ke Makassar ternyata nama Klinik maupun Rumah Sakit yang didatangi hampir semua tenaga dokter yang ditanyai mengatakan terdakwa tidak pernah berobat di tempat itu, JPU sudah mengecek ke staf administrasi Lapas Manokwari dan ternyata terdakwa tidak ada”, kata Kombado lagi.

Untuk itu Kombado meminta kepada terdakwa Basirun agar kooperatif dan bekerja sama dengan pihak JPU dengan jalan menyerahkan diri dan dibawah ke Lapas Manokwari untuk menjalani penahanan sebagai tahanan titipan MA.

Baca Juga:  Yorys Raweyai Dicopot Dari Ketua Golkar Papua, Azis Samual Jadi Pelaksana Tugas ?

“Kami sudah mendapat informasi mengenai keberadaan terdakwa, untuk surat DPO akan segera kami sebarkan ke seluruh aparat penegak hukum dalam wilayah Republik Indonesia dan juga pihak KPK serta pimpinan DPRD Kota Sorong tempat terdakwa menjalankan tugas sebagai anggota dewan aktif”, kata Kombado. (***)

Berikan Komentar Anda

1 Comment

  1. Dokter yang rekomendasi ke makassar hrs di tanya periha sakit aa yag di derita oleh oknum anggotaDPRD tsb

Comments are closed.