Cerita Dibalik Simbol Ukiran Asmat

 

Menikmati setiap detail ukiran Asmat seperti membaca kehidupan orang Asmat atau mendengar cerita apik tentang kebesaran leluhur mereka dari masa ke masa mulai dari alam dunia (amat ow campinmi), alam arwah (dampu ow campinmi), hingga alam sorga (safar).

Oleh : Walhamri Wahid

 

Melalui simbol – simbol yang mudah dicerna, orang Asmat bertutur tentang kehidupan keluarga, tentang kedudukan laki – laki dan perempuan, tentang pendidikan terhadap anak dan orang muda, tentang perburuan, membangun rumah sampai visi hidup orang Asmat dan perjalanan panjang leluhur mereka sebelum sampai ke safar.

Setiap atribut dan ornamen yang melekat pada diri dan kehidupan mereka sehari – hari memiliki sebuah makna yang mendalam mulai dari motif ukiran, busana, makanan, sampai dengan filosofis dan nilai yang dianut.

Baca Juga:  Hari Ini Panglima TNI Menuju Asmat, Tiba Timika Rabu Malam Langsung Minta Laporan Dulu

Secara umum ada 4 macam simbol yang sering muncul dalam setiap karya mereka selain beberapa motif dan bentuk ukiran yang sudah lazim, simbol – simbol dimaksud adalah:

Manusia Dan Burung Pada Perahu.

Pada ujung perahu yang digunakan orang Asmat biasa terdapat simbol manusia dan burung.  Ukiran berbentuk manusia melambangkan keluarga yang sudah meninggal, mereka percaya Almarhum akan senang karena diperhatikan, dan kemanapun perahu dan penumpangnya pergi akan selalu dilindunginya.

Ukiran burung dan binatang terbang lainnya dianggap melambangkan orang yang gagah berani dalam pertempuran, burung yang berwarna gelap sebagai lambang pengayauan. 

Hiasan

Hiasan kepala orang Asmat biasanya menggunakan simbol burung kasuari atau kuskus. Sekeliling matanya diwarnai merah bagai mata burung kakatua hitam bila sedang marah. Hiasan dahi yang terbuat dari kulit kuskus merupakan lambang dari si pengayau kepala yang perkasa.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Djuli Mambaya, Praktisi Hukum : Pengembalian Kerugian Negara Tidak Menghapus Tindak Pidana

Pohon

Orang Asmat menyebut dirinya Asmat-ow, yang berarti manusia pohon. Dalam pandangan mereka, pohon adalah manusia dan manusia adalah pohon. Akar pohon perlambang kaki manusia, batangnya adalah tubuh, dahan adalah tangan, dan daun-daun adalah kepala manusia. Keadaan lingkungan alam yang ganas, berawa-rawa dan berlumpur menyebabkan pohon atau kayu menjadi penting bagi kehidupan orangAsmat.

Masyarakat Asmat meyakini bahwa yang pertama kali muncul di permukaan bumi adalah pepohonan, yakni pohon ucu (beringin) dan pohon pas (kayu besi), yang diyakini sebagai perwujudan dua mama tua yaitu Ucukamaraot (roh beringin) dan Paskomaraot (roh kayu besi).

Sagu    

Sagu selain dijadikan bahan makanan juga memilki arti khusus bagi orang Asmat. Sagu diibaratkan sebagai wanita. Kehidupan dipercaya keluar dari pohon sagu sebagaimana kehidupan keluar dari rahim seorang ibu. (***)

Baca Juga:  Tambang Rakyat Bukan Ilegal Mining !

Berikan Komentar Anda