12 Tahun Mati, Akhirnya RAPI Keerom ‘Bangkit Dari Kubur’

Keerom (LP)—Setelah kurang lebih 12 tahun Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Keerom tidak aktif (mati-Red), akhirnya hari ini, kamis (23/3/2017) kembali di aktifkan (bangkit dari kubur-Red) dengan Mashudi, SH, MMP sebagai Ketuanya.

RAPI selama ini selalu mengambil peran penting dalam proses pembangunan daerah, terutama jika terjadi tanggap darurat bencana disuatu daerah. Dimana melalui radio komunikasi yang dimiliki mampu menjadi penghubung antar masyarakat untuk secepatnya mendapatkan bantuan.

(Baca Juga : Tanah Ulayat Kami Dihargai Hanya Seribu Rupiah Per Hektar)

Namun dengan fungsinya yang begitu sentral RAPI di Kabupaten Keerom ternyata telah “mati” selama 12 tahun.  Kondisi itu membuat seluruh anggota RAPI Keerom berusaha menghidupkan kembali organisasi tersebut.

Baca Juga:  Soal Sistem Noken di Papua, Perludem Minta Harus Diatur Dengan PKPU

Keerom adalah salah satu daerah rawan bencana banjir dan berada di daerah perbatasan, hari ini kepengurusan RAPI Keerom dibangkitkan kembali. Hal itu ditandai dengan pengukuhan Mashudi, SH, MMP sebagai Ketua RAPI Kabupaten Keerom.

Menurut Mashudi, RAPI merupakan komponen bangsa yang mengedepankan komunikasi, menjadi wahana di masyarakat dan menjadi penghubung antar penduduk melalui radio. Sehingga pengukuhan hari ini adalah tanda bangkit kembali rapi yang telah lama vakum.

“Memang kepengurusan RAPI Keerom pernah ada akan tetapi beberapa periode ini vakum dalam aktivitas.  Sehingga hari ini telah terbentuk dan telah dikukuhkan oleh Ketua RAPI Provinsi Papua,” ujar Mashudi saat memberikan sambutan setelah dikukuhkan.

Baca Juga:  Ogah Naik Pesawat, JWW Nyopir Sendiri Susuri Beratnya Jalan Trans Papua ke Boven Digoel

Mashudi juga menekankan RAPI siap untuk membantu proses pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Keerom. “Tentu itu dilakukan denngan kapasistas yang kami miliki yaitu membagi informasi melalui radio,” paparnya.

Sementara itu Bupati Keerom Drs Celcius Watae, MH yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut mengungkapkan dirinya sangat mengapresiasi kinerja RAPI selama ini dalam membantu Pemerintah Kabupaten Keerom, terutama dalam tanggap bencana banjir.

“Saya masih ingat untuk melancarkan Pemerinah Daerah itu SSB ada di kecamatan dan harapan saya untuk kita kedepan Kepala Distrik harus kita bekali SSB dan RAPI sebagai mitra, sehingga informasi harus cepat ke distrik maupun kampung,” kata Bupati dalam sambutannya.

Baca Juga:  Membaca Peta Politik Pilgub Papua 2018, Menanti Munculnya “Jagoan Baru”

Bupati juga berharap kepengurusan RAPI yang sempat vakum tidak terjadi lagi di Kabupaten Keerom, karena peran organisasi yang telah diakui oleh pemerintah pusat ini, memiliki peran penting dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi hingga ke pelosok-pelosok wilayah.

“Saya berharap RAPI dapat tumbuh dan berkembang, dan terutama terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam membantu proses pembangunan daerah,” kata Watae.(Alfred Kaempe/ Walhamri Wahid)

(Baca juga : Katanya Hanya 500 Hektar, Ternyata Yang Dicaplok 50.000 Hektar)

Berikan Komentar Anda