Dana Afirmative Paramedis 2016 ‘Menguap’, Dua Puskesmas Ancam Mogok Layanan

Tenaga medis yang bertugas di dua Puskesmas di Kabupaten Keerom saat bertandang ke kantor bupati keerom untuk mempertanyakan dana affirmative pramedis tahun 2016

Keerom (LP)— Puluhan tenaga medis yang bertugas di dua Puskesmas di Kabupaten Keerom mempertanyakan dana affirmative pramedis tahun 2016 yang hingga kini belum diterima oleh mereka, padahal tenaga medis lainnya di 8 Puskesmas yang ada di Kabupaten Keerom sudah bayarkan.

“ini yang jadi pertanyaan kami, kenapa 8 Puskesmas sudah dibayarkan, itu khan dana tahun 2016, kemarin kami dijanjikan akan dibayarkan tanggal 20 Maret kemarin, tapi sampai hari ini tidak ada kepastian, bahkan hari ini kami sudah 3 jam di ruang rapat menanti audiens dengan pejabat yang ada di kantor Bupati ini, tapi tidak ada satupun yang datang menemui kami ini, baik Bupati, Wakil maupun Kadinkes”, curhat seorang petugas medis kepada lingkarpapua.com di depan pintu kantor Bupati, Kamis (23/3/2017).

Baca Juga:  Tips Membangun Bisnis dari Nol

(Baca juga : Habiskan 85 Miliar Kantor Bupati Keerom Terlantar)

Kedua Puskesmas yang belum menerima tunjangan affirmative adalah Puskesmas Arso Barat dan Puskesmas Arso III, padahal kedua Puskesmas tersebut adalah termasuk Puskesmas percontohan yang selalu di sambangi oleh tamu maupun dari kementerian kesehatan, karena sudah memiliki Surat Tanda Register (STR) dan tersertifikat, sehingga mestinya bisa diperhatikan.

Tunjangan affirmative paramedic adalah tambahan penghasilan bagi tenaga medis yang bertugas di Puskesmas, dan tahun 2016 pertama kali tenaga medis di Keerom menerimanya, sehingga mereka sendiri belum mengetahui berapa sebenarnya nilainya.

“kita juga tidak tahu dan tidak pernah diberi tahu, hanya kami tahu tunjangan itu ada dan semestinya tahun 2016 kemarin di bagikan”, kata petugas medis lainnya yang menolak di korankan namanya.

Baca Juga:  Kadinas PU Jadi Tersangka Pembangunan Jalan Poros Kampung 5 Miliar di Kabupaten Pegunungan Bintang

Dari penelusuran lingkarpapua.com, dana untuk dua Puskesmas yang belum menerima itu sekitar Rp 300 juta, dimana jumlah tenaga medis yang ada di dua Puskesmas sebanyak 60 orang.

“kalau hari ini tidak ada pejabat Pemda yang mau menemui kami, terpaksa kami akan mogok layanan sampai ada kejelasan soal tunjangan tersebut”, katanya menambahkan bahwa sejak hari ini mereka sudah menghentikan pelayanan di dalam gedung Puskesmas.

Menurut mereka memang saat pembagian dana tersebut belum lama ini untuk 8 Puskesmas, Kepala dua Puskesmas tersebut sedang tidak berada di tempat, sehingga pembayarannya di tunda.

“kalau memang dananya sudah ada, kan bisa di bayarkan,, jangan – jangan dananya sudah menguap dan terpakai untuk urusan lain lagi, makanya kita belum dibayarkan”, celetuk paramedic lainnya.

Baca Juga:  Organda Merauke Komit Menangkan JOSUA, Ini Konsep Kemandirian Ekonomi Ala HMS

Dari pantauan lingkarpapua.com di kantor Bupati Keerom hingga sore tadi para tenaga medis yang tergabung dalam Persatuan Himpunan Paramedis Puskesmas Arso Barat dan Arso III itu masih bertahan di kantor Bupati menanti kepastian, meski sudah 3 jam lebih tidak kunjung di temui oleh Bupati Keerom.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom saat hendak di konfirmasi lingkarpapua.com tidak ada yang berani memberikan keterangan, karena Kadinas sedang tidak berada di tempat.(Alfred Kaempe/Walhamri Wahid)

(Baca juga : Ketua DPRD Keerom Bungkam Soal Kantor Bupati Yang Terlantar)

Berikan Komentar Anda