Soal Dana Afirmative Paramedis Yang Diduga Menguap, Kepala OPD Baru Minta Jangan Ada Mogok dan Janji Tuntaskan

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kesehatan Kabupaten Keerom dr. Ronny J.A Situmorang

Keerom (LP)—Terkait ancaman paramedis yang akan mogok pelayanan di dua Puskesmas di Kabupaten Keerom yakni Puskesmas Arso III dan Puskesmas Arso Barat beberapa hari lalu ditanggapi serius oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kesehatan Kabupaten Keerom yang baru dilantik hari ini, Jumat (24/3/2017).

“saya baru dilantik hari ini, saya berharap pelayanan tetap jalan, tidak perlu pake mogok kerja, kasihan masyarakat, soal tuntutan tenaga medis, pasti akan saya tindak lanjuti segera, karena saya belum tahu duduk masalahnya dimana”, kata dr. Ronny J.A Situmorang saat dikonfirmasi lingkarpapua.com usai acara pelantikan.

Menurut dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Distrik Waris ini, seharusnya kejadian mogok kerja yang dilakukan petugas medis tidak perlu terjadi, karena jelas kondisi tersebut akan mengganggu situasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi Puskesmas merupakan layanan kesehatan utama dan terdekat dengan masyarakat.

Baca Juga:  KLB, Kejadian Lama Berulang (Lagi) !

Namun melihat dari kondisi yang ada, Ronny menilai penyaluran dana afermative harus ditinjau dan dibenahi menjadi lebih baik, karena tida ada dasar untuk menahan hak – hak tenaga medis karena itu bisa menunjang mereka dan keluarga dalam pelayanan ke masyarakat.

“Saya kita hal ini harus kita benahi, akan saya cek nanti masalah ini. Saya kira kalau sifatnya uang hak petugas untuk apa kita harus menahan, untuk apa kita kelola yang diperuntukan untuk hal lain. Karena jelas setiap OPD dalam pengganggaran sudah ada peruntukannya, jadi tinggal kita ikuti saja sesuai peruntukannya. Kalau memang itu hak petugas harus disalurkan”, kata dr. Ronny serius.

Baca Juga:  Enam Perwakilan Suku di Nabire Nyatakan Dukung LUKMEN Jilid II

Untuk itu kedepan Ronny berjanji terkait dana – dana yang menyangkut pelayanan ke masyarakat dan hak – hak tenaga medis akan ditata baik sehingga tidak menimbulkan masalah. (Alfred Kaempe/ Walhamri Wahid)

Berikan Komentar Anda