KPU KEPULAUAN YAPEN ‘KRASS’ !

Jayapura (LP)—Meski sudah ada surat dari KPU RI dan surat Bawaslu RI yang menganulir SK KPUD Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor : 24/Kpts/KPU-Kab/030.434110/Tahun 20017 sampai dengan adanya putusan dari Bawaslu yang tengah menangani kasus dimaksud, namun KPUD Kepulauan Yapen tetap pada keputusannya (Krass-Red), melakukan Pleno Hasil Penghitungan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kepulauan Yapen dan tidak memperhitungkan perolehan suara dari Paslon Tony Tesar – Frans Sanadi yang telah di diskualifikasi oleh KPUD sebelumnya, dan menetapkan paslon nomor urut 5, Benyamin Arisoy – Nathan Bonay sebagai pemenang pada PSU Pilkada Kepulauan Yapen di 2 distrik .

“kita sangat sayangkan, mereka (KPUD-Red) tetap melakukan pleno Senin (27/3/2017) kemarin, kami dan Timses dihalangi aparat untuk ikut hadiri Pleno KPUD Yapen kemarin, bahkan undangan juga tidak diberikan ke kami”, kata Piter Liklikwatil, salah satu Tim Bappilu paslon Nomor 1, Tony Tesar – Frans Sanadi kepada lingkarpapua.com melalui saluran telepon hari ini, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya sejak awal pleno pembatalan terhadap kandidat Tony Tesar – Frans Sanadi juga baik Panwas maupun KPUD Kepulauan Yapen terkesan sepihak, tidak meminta tanggapan atau keterangan ke Timses maupun kandidat sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga:  Budaya Asmat, Harta Warisan Yang Terabaikan

“jadi kesannya tertutup, bahkan surat pleno pembatalan waktu itu hanya di titipkan di pos jaga kediaman saja, anehnya, beberapa dugaan pelanggaran yang Timses kami laporkan ke Panwas hingga kini tidak di tindaklanjuti, justru aduan dari paslon Nomor 5 saja yang di proses dan tindak lanjuti, ini kan aneh”, kata Piter Liklikwatil lagi.

Namun ia mengakui bahwa hingga kini baik Timses maupun paslon nomor 1 yang di usungnya tetap menempuh jalur hukum dan tidak akan berbuat anarkhis, dan tetap akan menjaga kondusifitas daerah.

“kami yakin dan percaya kami menang, kita percayakan ke proses hukum, walaupun sudah ada surat dari KPU RI dan Bawaslu RI yang diabaikan oleh KPUD Yapen, hari ini kan batas deadline waktunya, karena kami yakin dan percaya tidak mungkin KPU RI maupun Bawaslu RI tinggal diam dengan insiden ini”, kata Piter lagi.

Terkait situasi keamanan yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Kepulauan Yapen, mulai dari pembakaran kantor KPUD Yapen, sampai dengan sejumlah penggerebekan dan penembakan terhadap warga sipil yang di duga bagian dari Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) yang di kaitkan dengan Pilkada, Piter Liklikwatil mengaku bingung juga dengan kondisi tersebut.

Baca Juga:  Simpang Siur Soal Alokasi Dananya, Walikota Jayapura Minta Jangan Politisasi Jembatan Holtekamp

“jujur kami di Serui ini semua warga masyarakat tenang, dan tidak ada tegang – tegang, entah mengapa kok tiba – tiba ada pendropan pasukan, terus ada pembakaran KPUD, juga ada penyergapan terhadap warga sipil yang diduga KSB, dan di kait – kaitkan dengan Pilkada segala, kalau kami di Serui sejauh ini tidak ada keributan, dan tetap menempuh jalur hukum, tidak ada yang anarkhis”, katanya.

Beberapa upaya hukum yang sudah dilakukan oleh Timses dan paslon nomor urut 1 menurutnya adalah melaporkan semua kejanggalan yang ada ke Bawaslu RI dan KPU RI, juga telah melakukan upaya hukum ke TUN Makassar.

“kita menunggu saja hasilnya”, kata Piter Liklikwatil

Sementara hasil pleno KPUD Kepulauan Yapen yang digelar Senin (27/3/2017) sore telah ditetapkan oleh KPUD Kepulauan Yapen bahwa pemenang Pilkada Kepulauan Yapen adalah paslon nomor urut 5 atas nama Benyamin Arisoy – Nathan Bonay.

Baca Juga:  Keputusan DPP, Musda DPD Golkar Papua Akhir Bulan Ini di Jakarta

Dimana paslon nomor urut 5 tersebut menang di dua distrik yakni Distrik Yapen Barat dan Distrik Wonama dengan total perolehan suara sebanyak 2.347 suara yang terdiri dari 1.593 di Distrik Yapen Barat dan 754 suara di Distrik Wonama.

Ketua KPUD Kepulauan Yapen hingga berita ini di muat tidak membalas SMS konfirmasi yang di kirimkan lingkarpapua.com, namun dalam wawancara per telepon beberapa waktu sebelumnya setelah pleno pembatalan paslon Tony tesr – Frans Sanadi, Moris Muabuay menegaskan bahwa pihaknya tetap berpegang teguh pada Rekomendasi Panwas Kabupaten Nomor : 35/K.PANWAS – KAB.YP/III/2017 yang sudah ditindaklanjuti oleh KPUD Kepulauan Yapen dengan SK Nomor : 24/Kpts/KPU-Kab/030.434110/Tahun 20017 tentang Pembatalan paslon nomor urut 1.

“kalau ada pihak – pihak yang merasa dirugikan, silahkan menempuh jalur hukum, karena kami hanya bekerja berdasarkan aturan”, kata Moris Muabuay ketika itu.

Dari penelusuran lingkarpapua.com, kubu Tony Tesar – Frans Sanadi juga telah melakukan gugatan ke PT TUN Makassar, namun informasi yang berkembang gugatan tersebut di tolak oleh PT TUN Makassar. (***)

Berikan Komentar Anda