Baru 1 Bulan Dilantik Kadinas PU Papua, Djuli Mambaya Deklarasi Maju Cagub Sulsel

Baru sebulan jabat Kadinas PU Papua, belum ada prestasi yang dicapai, bahkan membaca DPA secara baik pun ia ngaku belum sempat, tetapi ia sudah menciderai kepercayaan rakyat Papua dan Gubernur Papua, berat rasanya kita mengharapkan kinerja optimal dari seorang Djuli Mambaya untuk mengurusi pembanunan infrastruktur Papua, kalau waktu, energi dan pikirannya terbagi godaan maju di Pilgub Sulsel 2018

Oleh    : Walhamri Wahid

Ditengah sorotan publik atas sejumlah masalah di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua yang menyeret Kadinas PU sebelumnya, Mikael Kambuaya menjadi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK), Djuli Mambaya, Kadinas PU yang baru bukannya focus pada tugas dan kepercayaan yang diberikan rakyat dan Gubernur Papua, malah menyibukkan diri dengan manuver politik untuk maju dalam bursa Calon Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2018 – 2023.

Seperti dilansir oleh tribunpalopo.com, Djuli Mambaya telah mendeklarasikan dirinya untuk maju dalam bursa Cagub Sulsel 2018 – 2023 pada hari Sabtu, 24 Maret 2017 pekan kemarin di Bukit 513, Kelurahan Battang, Kecamatan Bara Kota Palopo dengan tagline DJM, Satukan Hati, Satu Tujuan, Putra Toraja For Sulsel 2018.

Salah satu pegiat politik di Makassar, April Birwandi kepada lingkarpapua.com melalui saluran telepon membenarkan manuver politik Djuli Mambaya tersebut, menurutnya Tim Relawan DJM sudah terbentuk dan poskonya sudah di dirikan di Kota Makassar.

Baca Juga:  Banyak Kasus Pelanggaran HAM di Papua, Tapi Dua Daerah Ini Sudah Dapat Penghargaan Peduli HAM, Ini Kriterianya

“benar, ada nama baru di Pilgub Sulsel, Posko Tim Relawan Djuli Mambaya (DJM) beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 13 Makassar, kalau tidak salah nama Ketua Timnya Jhon Tikara”, kata April yang juga saat ini terlibat di salah satu timses kandidat yang akan maju di Pilgub Sulsel.

Menurutnya nama Djuli Mambaya mulai naik daun ketika ia berhasil mendapatkan Rekor MURI sebagai pemrakarsa (Promotor) Toraja National Festival Art 2016, yakni Festival mewarnai kerbau dengan bahan pewarna alami dengan jumlah peserta terbanyak, yang memang ketika itu eventnya menjadi sorotan dunia internasional juga.

Selain itu namanya jadi perbicangan hangat masyarakat Toraja, Luwu dan Palopo, saat awal Februari 2017, Djuli Mambaya yang ketika itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua berseteru di social media dengan Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara yang berujung ia dilaporkan ke polisi oleh Wakil Bupati Tana Toraja dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah, karena Djuli Mambaya melalui akun social medianya di Group Politik Tana Toraja menyebut Wakil Bupati sebagai Bandar Narkoba.

“kalau basisnya sih kita tahu memang di wilayah Toraja, Luwuk Raya, Palopo, karena bisa dikatakan baru kali ini ada orang Toraja mau maju Gubernur, tapi fiugur dari daerah sana bukan dia saja sih, kalau menurut kami untuk posisi 01 masih agak berat, tapi kalau 02 dengan mendompleng “tokoh jadi” semisal Wagub Agus Arifin Nu’mang atau beberapa nama lainnya, bisa saja dia punya kans, kalau bicara basis memang ada, tapi rasanya berat”, kata April Birwandi lagi.

Baca Juga:  Keok di Kandang Persipura, Ini Penyebabnya Menurut Pelatih PS Tira

Menurutnya lagi bursa Cagub Sulsel 2018 kemungkinan akan ada 4 calon yang bertarung, yang sudah mengerucut adalah Nurdin Abdullah yang akan berpasangan dengan Tanri Bali Lamo, sedangkan 3 Cagub lainnya yang serius ingin maju namun belum menentukan pasangan Wakilnya ada nama Iksan Yasin Limpo, Nurdin Halid dan Wagub incumbent Agus Arifin Nu’mang.

Sedangkan untuk peta kandidat di posisi 02, ada nama Rusdi masse, Akbar Faizal, Abd Aziz Kahar, dan salah satunya adalah Djuli Mambaya, yang masih menjabat sebagai Kadinas PU Provinsi Papua.

“kalau saya lihat DJM hanya ingin maneuver aja, nggak terlalu serius untuk 01, hanya ingin mendongkrak popularitasnya, mungkin ada goal lainnya, tapi kalau untuk di posisi 02, bisa saja saya rasa”, analisis April lagi.

Saat ini poster dan baliho DJM sudah marak beredar di jalan – jalan utama di Toraja, Palopo dan Luwu Raya, bahkan Posko-nya di beberapa daerah juga sudah mulai berdiri dan di deklarasikan oleh DJM langsung.

Dari penelusuran lingkarpapua.com juga, DJM sudah melakukan safari politik dengan menemui beberapa Bupati yang merupakan teman lamanya ataupun koleganya untuk meminta dukungan, salah satunya adalah Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriana (IDP), Minggu, 26 Maret 2017 lalu, atau sebulan setelah ia dilantik jadi Kadinas PU Papua, 27 Februari 2017 lalu.

Baca Juga:  Tiga Korban Insiden 25 Mei Padang Bulan Masih Rawat Inap di RS Bhayangkara

Dukungan lain juga ia dapatkan dari Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal atau yang akrab dipanggil Daeng Ical saat bersua DJM di Rapat Kerja Kombongan Sang Torayan di Balai Tamalanrea, Makassar, Sabtu, 18 Maret 2017, atau 19 haru sejak ia dilantik sebagai Kadinas PU Provinsi Papua.

Padahal sehari sebelum bertandang ke Makassar untuk safari politiknya, Jumat, 17 Maret 2017 di Jayapura seperti dilansir KabarPapua.Co , saat ditanyakan oleh wartawan soal kelanjutan proyek jalan Depapre yang menyeret Kadinas PU sebelumnya berurusan dengan KPK, Djuli Mambaya mengatakan belum sempat memeriksa DPA apakah dianggarkan atau tidak, karena dirinya baru dilantik jadi Kadinas PU, jadi belum tahu apakah proyek jalan itu akan tetap dilanjutkan atau dihentikan sementara.

“bagaimana mungkin, dia dapat focus pada tugasnya yang berat di PU, kalau sibuk safari politik terus ke Sulawesi Selatan, saking sibuknya bersosialisasi, sampai belum sempat lihat DPA itu”, celetuk seorang anggota DPRP yang menolak di korankan namanya, karena mengaku “satu atap”, jadi tidak etis bila menyoroti yang bersangkutan secara terbuka. (***)

Berikan Komentar Anda