4 Bulan Insentif Tra’ Dibayar, Sudah 4 Hari Dokter se- Kabupaten Sarmi Mogok Kerja

Salah satu tempat layanan kesehatan di Kabupaten Sarmi
Sarmi (LP)—Akibat tidak dibayarkannya hak – hak insentif dokter di Kabupaten Sarmi selama 4 bulan mulai dari bulan Januari – April 2017, akhirnya puluhan dokter yang bertugas di 10 Puskesmas dan RSUD yang ada di Kabupaten Sarmi memutuskan mogok kerja sejak Kamis (30/3/2017) lalu.

Akibat dari mogok kerja tersebut, pelayanan di Puskesmas dan RSUD Kabupaten Sarmi terhenti, karena perawat dan bidan saja yang tetap bertugas seperti biasa, namun mereka memiliki keterbatasan karena tupoksinya berbeda dengan dokter.

“kami dengan tenaga yang ada berusaha semampu kami memberikan pelayanan, karena semua sudah ada tupoksinya, tidak mungkin kami yang perawat mau ambil alih tugas dokter, tetapi sejak kemarin ada beberapa kasus emergency, dengan pengalaman dan pengetahuan yang ada kami tetap melayani beberapa pasien di UGD”, kata Yohan Sosomar, SKM, Kepala Puskesmas Sarmi melalui saluran telepon, Selasa (4/4/2017) pagi.

Baca Juga:  Tunda 7 Hari, Ini Ancaman Bawaslu Bila 20 Februari Tidak Dilakukan Penetapan Calon Pilgub Papua

Hingga hari ini, Selasa (4/4/2017) aksi mogok para dokter se- Kabupaten Sarmi tersebut masih berlangsung, dan sesuai hasil pertemuan dengan beberapa petinggi di Pemda Kabupaten Sarmi dan juga DPRD dalam dua aksi demo damai sebelumnya direncanakan hari ini hak – hak dokter tersebut akan diselesaikan.

“dijanji sih, hari ini akan diselesaikan, nanti kita lihat”, kata Yohan Sosomar berharap hari ini hak – hak dokter dibayarkan sehingga pelayanan di Puskesmas yang dipimpinnya kembali normal.

Untuk di Puskesmas Sarmi sendiri menurutnya ada 4 dokter, 2 dokter PNS dan 2 dokter lainnya PTT, menurutnya memang ada dokter yang sebenarnya tidak ingin mogok, namun karena solidaritas dengan dokter lainnya, terpaksa akhirnya ikut mogok semua.

Selama masa mogok kerja, sudah dua kali para tenaga medis menyampaikan aspirasinya ke Kantor Bupati dan DPRD.

“demo pertama hari Jumat (31/3/2017), kami ke DPRD, Dinas, maupun kantor Bupati tapi tidak ada satupun pejabat, akhirnya demo kedua Senin (3/4/2017) kemarin baru di fasilitasi oleh DPRD dan telah dilakukan pertemuan dengan Sekda, dan beberapa pejabat Pemda”, katanya lagi.

Baca Juga:  Empat Jam Diperiksa Tim Dokter RSUD Dok II, Bakal Paslon LUKMEN Merasa Kondisinya Fit

Sedangkan dari Dinas Kesehatan sendiri, hingga aksi dokter masuk hari keempat, Kadinas Kesehatan Sarmi, Hermanus Arwam tidak pernah muncul menemui para dokter, kabarnya sedang tidak berada di Sarmi.

“tidak ada orang Dinkes yang datang bicara dengan kami, mau Kadinas kah, Sekretaris Dinaskah, hanya demo hari pertama saja, Kabid Yankes coba mediasi dengan tenaga dokter, tapi teman – teman tetap mogok sampai ada kejelasan hak – hak mereka”, kata Yohan Sosomar lagi.

Menurutnya kejadian keterlambatan pembayaran insentif dokter yang jumlahnya Rp. 10 juta per dokter tersebut baru kali ini terjadi, apalagi sampai nunggak selama 4 bulan.

Kadinkes Kesehatan Kabupaten Sarmi, Arwam Hermanus yang di konfirmasi lingkarpapua.com, melalui akun Facebook pribadinya mengatakan bahwa jumlah yang mau dibayarkan besar, sehingga masih ambil fisik uangnya dari Bank Papua Jayapura.

Baca Juga:  Kafe Payung – Payung

“untuk dokter PTT daerah, gajinya di Sekeretariat Daerah, coba konfirmasi ke Sekda ade, untuk tenaga medis hari ini dibayarkan, karena jumlahnya besar, sehingga baru diambilkan dari Bank Papua di Jayapura”, jawab Arwam Hermanus, Kadinkes Sarmi melalui akun Facebooknya.

Sekda Kabupaten Sarmi, Hendrik Worumi saat dikonfirmasi per telepon oleh lingkarpapua.com, mengaku masalah tersebut sudah diselesaikan kemarin, Senin (3/4/2017).

“sudah diselesaikan kemarin, memang ada keterlambatan karena DPA baru keluar, juga ada pergantian struktural sehingga agak sedikit menghambat, dan juga kas daerah sedang kosong sehingga Kadinkes harus turun ke Jayapura untuk ambil fisik uangnya”, kata Sekda melalui telepon Selasa (4/4/2017) pagi. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda