Siap Mundur dari Dinas PU, Ini Jualan Djuli Mambaya di Pilgub Sulsel

Jayapura (LP)—Djuli Mambaya, yang baru sebulan menjabat sebagai Kadinas PU Provinsi Papua yang belum lama ini telah mendeklarasikan diri untuk maju di Pilgub Sulsel 2018 menyatakan siap melepaskan jabatannya sebagai Kadinas PU di Provinsi Papua dan bertekad bulat untuk “fight” di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Hal tersebut ia sampaikan kepada sejumlah wartawan di Café News Seruya, Palopo, Sabtu (1/4/2017) seperti dilansir koranseruya.com, dan sejumlah media local di Sulawesi Selatan lainnya.

“Saya siap lepas jabatan dengan segala konsekwensinya, tekad saya sudah bulat untuk maju,” tandas Djuli Mambaya usai menghadiri acara pelantikan Pengurus IKAT Tana Luwu di Palopo, seperti dilansir koranseruya.com.

Namun Djuli Mambaya tidak menjelaskan secara detail siap mundurnya itu apakah setelah terdaftar sebagai Calon seperti diatur dalam UU Pemilu, ataukah saat – saat sekarang agar ia bisa lebih focus pada pencalonannya di Pilgub Sulsel dan tidak mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kadinas PU Papua, karena dipastikan hari – harinya kini akan lebih banyak berada di Sulsel untuk melakukan serangkaian safari politik dan sosialisasi politik ke kabupaten – kabupaten di Sulsel. 

Kepada sejumlah wartawan di Palopo, Djuli Mambaya mengatakan, keseriusan dirinya maju di Pilgub lantaran dirinya ingin berbuat lebih baik bagi Sulsel ke depan, dengan sejumlah program-program yang ia sebut belum dimiliki kandidat lain yang sudah lebih dulu menyatakan diri maju Pilgub Sulsel 2018.

Baca Juga:  Kampung Kriku Keerom Jadi ‘Pintu Masuk’ Ganja Dari PNG Ke Jayapura ?

Mengenai alasan waktunya yang tiba-tiba dan sedikit terlambat, Djuli mengaku saat itu ia masih menunggu putra terbaik Toraja untuk menyatakan diri siap maju di Pilgub, namun, karena tak satupun yang berani dan siap, maka dengan keyakinan dan kepercayaan diri serta tekad bulat, akhirnya Djuli memberanikan diri untuk maju menghadapi rival-rivalnya yang sudah lebih dulu mensosialisasikan namanya di sejumlah media.

“Jualan saya adalah membangun infrastruktur dan pariwisata Sulsel, kami akan mulai dari pesisir pantai, membuat dermaga, jalan dan jembatan, karena percuma kita penghasil beras kalau jalanannya rusak, mau kirim barang jauh dan susah karena infrastruktur tidak tertata baik,” kata Djuli Mambaya seperti dilansir koranseruya.com.

Untuk mewujudkan impiannya, 24 kabupaten/kota di Sulsel sudah ia garap ditambah relawan-relawan militan yang basis massanya jelas juga tengah disiapkan, target dia, suara Toraja dan Tana Luwu bisa ia rebut ditambah daerah lain di Sulsel dengan target suara yang signifikan.

Saat ditanya soal kendaraan politik, Djuli dengan tegas mengatakan, sudah ada beberapa parpol yang datang menawarkan, dan komunikasi dengan parpol juga sudah ia lakoni. Meski tidak menutup kemungkinan, alternatif lain misalnya melalui jalur independen tetap terbuka lebar.

Baca Juga:  GOLKAR PAPUA KISRUH LAGI ?

“Semua kemungkinan bisa saja, saya serahkan pada tim, bisa lewat parpol bisa juga lewat jalur independen, untuk pengumpulan KTP dan sebagainya kita juga siap,” tegas Djuli.

Kepada TribunPalopo.com, Djuli Mambaya menyatakan salah satu tekadnya adalah akan membangun Bandara di setiap kabupaten di Sulsel bila kelak terpilih jadi Gubernur Sulsel.

Hal itu diutarakan saat ditemui TribunPalopo.com, di Jl Kelapa, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sabtu (1/4/2017).

"Infrastruktur harus diutamakan, kita bangun bandara setiap kabupaten dan kota, yang sudah ada bandaranya tinggal dikembangkan lagi”, katanya sebagaimana dilansir Tribun Palopo.com saat diwawancarai di Jl. Kelapa, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sabtu (1/4/2017).

Menurutnya dengan teknik dan kemampuan yang ia miliki ia mampu membangun infrastruktur di Sulsel, juga membangun sector lainnya,

"Saya yakin dengan hal ini, sebab berkaca dari pengalaman Soekarno yang mampu mengkombinasikan antara politik dan basic insinyur yang dia miliki”, katanya lagi membandingkan dirinya dengan Proklamator Indonesia.

Manuver politik Djuli Mambaya di Pilgub Sulsel 2018 yang baru sebulan menjabat sebagai Kadinas PU Provinsi Papua itu sebelumnya mendapat sorotan tajam dari salah satu anggota Komisi I DPRP Provinsi Papua, Tan Wie Long Karnan.

“kalo memang benar bahwa dia sudah deklarasi dan itu keputusannya, sama saja telah menciderai hati dan perasaan orang Papua, menciderai kepercayaan yang diberikan Gubernur dan masyarakat Papua, padahal kita berharap banyak dia bisa membenahi dan melanjutkan pembangunan infrastruktur di Papua, setelah pak Maikel Kambuaya kena masalah, sedang kita bahas secara internal di Komisi I, yang pasti dalam waktu dekat kita akan meminta Gubernur mencopot yang bersangkutan kalau benar infonya”, kata Tan Wie Long, anggota Komisi I DPRP Provinsi Papua kepada lingkarpapua.com melalui telepon, Jumat (31/3/2017) sore.

Baca Juga:  Juarai Liga Inggris Tahun Ini, Berikut Rekor Fantastis Manchester City Lainnya !

Menurutnya memang aturan dan UU membolehkan untuk PNS terjun ke politik, tetapi secara etika, yang bersangkutan baru saja dilantik dan belum ada prestasi apa – apa, sama saja tidak menghargai kepercayaan yang diberikan rakyat Papua.

“Dinas PU itu sangat vital, jadi harus di urus oleh orang yang serius dan focus, kalau waktu dan pikirannya sudah terpecah begitu, bagaimana bisa membenahi infrastruktur di Papua ke depan, kita di Dewan pasti akan bikin sikap ke Gubernur untuk mengevaluasinya”, kata Tan Wie Long yang juga anggota Fraksi Golkar itu.

Ia menegaskan bahwa masih banyak SDM di Papua yang juga memiliki kemampuan untuk menduduki posisi Kadinas PU, bahkan termasuk beberapa anak asli Papua juga sudah kompeten dan punya kemampuan untuk mengurusi infrastruktur di Papua.(walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda