DPRP Sudah Siapkan Surat Usulan Pergantian, Djuli Mambaya Bantah Maju di Pilgub Sulsel

Meski ada sekitar 230 postingan pemberitaan di Google dari berbagai media online menyangkut deklarasi dirinya yang akan maju dalam Pilgub Sulsel 2018, wara – wiri ke sejumlah pejabat daerah di Sulsel meminta dukungan, dan balihonya sudah terpasang di jalan – jalan di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, bahkan ia juga sudah koar – koar jualan visi misinya, tapi Djuli Mambaya, Kadinas PU Papua yang baru menjabat sebulan, membantah bila akan maju di Pilgub Sulsel ataupun telah mendeklarasikan diri maju di Pilgub Sulsel

Oleh : Walhamri Wahid

Setelah beberapa waktu disibukkan dengan “safari politiknya” di Sulawesi Selatan, akhirnya Selasa (4/4/2017) kemarin Kadinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya terlihat turun lapangan meninjau lokasi pembangunan Patung Yesus Kristus di Gunung Swajah, Kampung Kayu Batu, sebagaimana diberitakan oleh beberapa media local Rabu (5/4/2017).

Kemunculannya juga sekaligus membantah informasi yang beredar belakangan ini terkait manuver politiknya yang hendak maju di Pilgub 2018 mendatang kepada sejumlah awak media.

“itu tidak benar, saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulsel, KPU belum buka pendaftaran Calon Gubernur, jadi bagaimana saya mau mencalonkan diri. Itu salah, kalau saya diberitakan sudah deklarasi, mana partai dibelakang saya, harus di tunjukkan”, kata Djuli Mambaya seperti dilansir Harian Bintang Papua, edisi Rabu (5/4/2017).

Menurutnya, bila selama ini berkembang informasi di media social bahwa dirinya akan maju dalam Pilgub Sulsel itu hanyalah euphoria masyarakat yang menginginkan dirinya untuk membangun Sulsel, karena masyarakat di Sulsel khususnya di Toraja dan minoritas Kristen yang menilai dirinya selama ini cukup keras memproteksi pembangunan gereja, jalan dan pembangunan lainnya.

Baca Juga:  TP PKK Keerom Canangkan Gerakan Tanam Cabai, Target Per Kampung Satu Hektar

Namun ia mengaku tetap akan melaksanakan dan menjaga kepercayaan dan amanat yang dipercayakan Gubernur selama ini kepadanya sebagai Kadinas PU Papua. Djuli Mambaya juga menantang anggota DPRP Provinsi Papua yang mengatakan dirinya akan maju di Pilgub Sulsel untuk memberikan bukti.

“jadi kalau ada anggota DPRP yang mengatakan saya mau maju Cagub Sulsel harus dibuktikan”, tantang Djuli Mambaya sembari mengkritisi statement Tan Wie Long Karnan, anggota Komisi I DPRP Papua yang menurutnya “salah kamar”, seperti dilansir oleh Harian Bintang Papua.

Sejak Sabtu, 24 Maret 2017 nama Djuli Mambaya menjadi buah bibir setelah ia mendeklarasikan dirinya siap bertarung di Pilgub Sulsel 2018 di Bukit 513, Kelurahan Battang, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Bila kita berselancar di dunia maya (internet) dengan mesin cari Google, sedikitnya ada 230 postingan berita ataupun informasi dari berbagai media online local Papua, Sulawesi Selatan bahkan nasional yang mempublikasikan keinginan Djuli Mambaya yang siap bertarung di Pilgub Sulsel 2018, mulai dari deklarasi, anjang sana ke beberapa pajabat daerah di Sulawesi Selatan, pertemuan dengan sejumlah Tim Relawan, bahkan juga memaparkan jualan visi misinya untuk membangun Sulawesi Selatan kalau terpilih kelak.

Baca Juga:  Empat Belas Tahun Kabupaten Keerom, Ketimpangan Itu Masih Nyata

Manuver politik tersebut akhirnya mendapat tanggapan serius dari anggota Komisi I DPRP Provinsi Papua yang membidangi urusan pemerintahan, Tan Wie Long Karnan yang mengkritisi manuver politiknya itu sebagai sebuah tindakan tidak etis dan menciderai hati dan kepercayaan orang Papua dan Gubernur Papua yang baru sebulan ini memberikan tanggung jawab kepadanya untuk mengurusi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.

Dimana Tan Wie Long Karnan mengatakan bahwa Komisi I DPRP akan segera menyurat resmi ke Gubernur Papua, untuk mencopot Djuli Mambaya dari Kadinas PU Provinsi Papua, dan hal itu rupanya bukan gertak sambal belaka.

Elvis Tabuni, Ketua Komisi I DPRP Papua kepada sejumlah awak media di Jayapura, Rabu (5/4/2017) kemarin mengatakan bahwa DPRP sudah membuat surat terkait usulan penggantian Kadinas PU Provinsi Papua atas nama Djuli Mambaya kepada Gubernur Papua.

“hari ini sudah kami buat suratnya, tinggal di tanda tangani Ketua DPRP, kita juga sudah konsultasi dengan Ketua DPRP, dan beliau perintahkan buat suratnya untuk ditujukan ke Gubernur, agar Djuli Mambaya dinon aktifkan dari jabatannya dan ganti dengan orang lain yang lebih serius dan focus urus Papua”, kata Elvis Tabuni kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Rabu (5/4/2017).

Menurut Ketua Komisi I DPRP itu, Djuli Mambaya tidak menghargai kepercayaan yang diberikan Gubernur, karena baru sebulan dilantik, sudah berniat maju di Pilgub Sulsel 2018, dan disibukkan dengan safari politiknya ketimbang mengurusi tugas – tugasnya sebagai Kadinas PU Papua.

Baca Juga:  Mau Tahu Bahayanya Rokok Elektrik ? Ini Penjelasannya !

“kita sudah dapat informasi terkait niatnya maju di Pilgub Sulsel, kita tidak batasi, silahkan saja, tapi ada baiknya dia mundur saja dari Kadinas PU, biar bisa focus pada pencalonannya, dan tidak mengabaikan tugas – tugasnya sebagai Kadinas PU, karena jelas dia tidak akan fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kadinas PU”, kata Elvis Tabuni lagi.

Bantahan Djuli Mambaya yang disampaikan ke beberapa awak media, Selasa (5/4/2017) kemarin tentunya kontradiktif dan bertolak belakang dengan pernyataannya kepada awak media belum lama ini di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Bertempat di Kafe News Seruya, Sabtu (1/4/2017) Kota Palopo usai menghadiri acara pelantikan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Tana Luwu, Djuli Mambaya kepada sejumlah awak media sesumbar siap melepaskan jabatannya sebagai Kadinas PU dan sudah bertekad bulat untuk maju di Pilgub Sulsel, namun tidak menjelaskan detail apakah siap melepaskan jabatan setelah di tetapkan sebagai calon sebagaimana diatur dalam UU Pemilu, ataukah mundur dari sekarang supaya bisa focus pada pencalonannya.

“saya siap lepas jabatan dengan segala konsekuensinya, tekad saya sudah bulat untuk maju”, kata Djuli Mambaya seperti dilansir oleh beberapa media lokal di Sulawesi Selatan.

Hingga berita ini dimuat, Djuli Mambaya belum bisa di konfirmasi lingkarpapua.com, pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui dua akun facebook pribadinya tidak dibalas.(***)

Berikan Komentar Anda