Tiga Tahun Belajar, Dua Siswa Gagal Ikut UNBK, Diduga Ijazah SMP Palsu ?

Jayapura (LP)— Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Jayapura diwarnai sejumlah temuan dan masalah, mulai dari adanya siswa yang masih terlambat datang, mati lampu sampai dengan temuan dua orang siswa SMK yang sudah tiga tahun lamanya mengikuti proses belajar di salah satu SMK, namun sayangnya tidak bisa mengikuti UNBK, dikarenakan secara administrasi ijazah SMP yang digunakan saat mendaftar dulu teridentifikasi “ijazah palsu”, ini jadi catatan penting buat Dinas Pendidikan, padahal yang bersangkutan sudah mengikuti proses belajar tiga tahun lamanya”, kata Mariana Imelda Kabey, anggota DPRD Kota Jayapura yang melakukan pemantauan ke sekolah – sekolah, Selasa (4/4/2017) kemarin.

Menindak lanjuti temuan tersebut, menurut Maria Imelda Kabey yang turun mendampingi Ketua DPRD Kota Welmina Wanny Kambuaya dan sejumlah anggota DPRD lainnya, Maria Pampang, Inis Kogoya, Jimmy Asmuruf, Kenan Sipayung dan Yakoba Tabuni, dari DPRD sudah menyarankan kepada yang bersangkutan agar mengikuti ujian persamaan SMP dahulu, agar tahun depan dapat mengikuti UNBK kembali.

Baca Juga:  Ini Cara Rakyat Malaysia Bantu Pemerintahnya Bayar Hutang Negara Rp. 3.500 Triliun

“nampaknya saat mendaftar itu mereka menggunakan ijazah fotokopi, tapi tanpa Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU), dan dari pihak sekolah juga mungkin tidak melakukan verifikasi administrasi secara baik, makanya kecolongan dan 3 tahun baru ketahuan”, kata Maria Imelda Kabey saat di wawancarai lingkarpapua.com melalui akun Facebook pribadinya.

Ketika di tanyakan identitas kedua siswa dimaksud dan asal sekolahnya, Maria Imelda Kabey mengatakan tidak mengecek secara baik nama keduanya, tetapi keduanya sekolah di SMK Kesehatan Dok II Jayapura.

Beberapa kendala lainnya yang ditemui saat pelaksanaan UNBK di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Jayapura adalah masih adanya siswa yang terlambat datang, bahkan ada siswa yang mengalami kecelakaan lalu lintas, karena terburu – buru atau takut terlambat ke sekolah.

Baca Juga:  Antisipasi Konflik Pilkada 2018, Polda Papua Minta Tambah Pasukan dari Polda Papua Barat

“kita lihat peran serta dan kepedulian orang tua juga harus di tingkatkan, agar siswa benar – benar diberikan dukungan agar siap menghadapi ujian seperti ini, hanya hal – hal teknis saja yang perlu dibenahi”, katanya.

Menurut Imelda Kabey, bahwa pelaksanaan UNBK ini sistemnya semi online, jadi bukan online seperti pemahaman orang awam kebanyakan, dimana siswa mendownload soal ujian dan lembar jawaban, lalu mengerjakannya secara offline dengan computer yang ada, dan bila selesai jawaban di upload kembali ke server sekolah, dan nantinya dari server sekolah yang akan meneruskan ke server nasional.

“jadi bukan online, karena kendala internet, server tidak memungkinkan, juga ketersediaan daya listrik, karena temuan kami di SMK Yapis bahkan sempat terjadi mati lampu, untungnya waktunya cukup, jadi siswa bisa melanjutkan lagi setelah lampu nyala”, katanya lagi.

Baca Juga:  Belanja di Kios Mau Bayar Pake Dua Ikat Daun Ganja Segar, Pemuda dari Senggi Diciduk Pak Tentara

UNBK SMK di Kota Jayapura dilaksanakan di 18 SMK mulai dari 3 – 6 April 2017, dengan total jumlah peserta UNBK sebanyak 1.380 siswa, dimana dari 18 SMK, 3 SMK diantaranya menggabungkan diri dengan SMK lainnya yang memiliki fasilitas dan laboratorium komputer memadai.

Seperti disampaikan Kadinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa beberapa waktu lalu kepada sejumlah wartawan, SMK yang menggabung adalah SMK Diaspora ke SMK Negeri 2 Jayapura, SMK Negeri 10 Jayapura ke SMK Negeri 8 Jayapura, dan SMK Paulus ke SMK Negeri 1 Jayapura

Pelaksanaan UNBK tahun ini dilakukan pemisahan antara SLTP, SMA dan SMK sehingga bisa menyiasati kekurangan computer di beberapa sekolah yang belum memadai lab komputernya, selain itu juga bisa lebih memberikan waktu untuk lebih berkonsentrasi kepada siswa, dimana untuk UNBK SMA rencananya akan dilaksanakan 10 – 13 April 2017 mendatang. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda