Lima Komisioner KPU Yapen di Non Aktifkan, Pleno Suara Ulang Tunggu Putusan MK

Tarwinto, anggota Komisioner KPU Provinsi Papua

Jayapura (LP)— Akibat mengabaikan perintah KPU RI melalui KPU Provinsi untuk membatalkan SK KPU Kepulauan Yapen Nomor : 24/Kpts/KPU-Kab/030.434110/Tahun 2017 Tentang Pembatalan Pasangan Calon Tony Tesar – Frans Sanadi sebagai Bupati – Wakil Bupati Kepulauan Yapen 2017, kelima Komisioner KPU Kepulauan Yapen akhirnya mendapatkan sanksi administrasi dari KPU RI.

“benar, sudah kita non aktifkan semuanya, sementara KPU Provinsi Papua yang mengambil alih tahapan Pilkada Kepulauan Yapen, sampai ada keputusan selanjutnya, akibat dari tindakan KPU Yapen yang mengabaikan surat KPU RI sebelumnya”, kata Tarwinto, salah satu Komisioner KPU Provinsi Papua menjawab SMS konfirmasi yang di kirimkan Lingkar Papua, Jumat (7/4/2017).

Baca Juga:  Akhirnya BTM Kecantol ‘Pohon Beringin’ ?

Menurut Tarwinto, sebelumnya sudah ada Surat KPU RI Nomor : 24/KPU/III/2017 yang memerintahkan KPU Provinsi agar memerintahkan KPU Kepulauan Yapen membatalkan SK KPUD yang mendiskualifikasi pasangan calon Tony Tesar – Frans Sanadi, dan menunda pleno penetapan perolehan suara hasil PSU, tetapi KPUD Kepulauan Yapen mengabaikan perintah dimaksud dan tetap melaksanakan pleno.

“membalas surat KPU RI, mereka (KPUD Kep. Yapen-Red) melalui suratnya Nomor : 65/KPU-Kab/030 434110/III/2017 tertanggal 31 Maret 2017 yang pada intinya tidak dapat membatalkan SK-nya yang telah membatalkan paslon Tony Tesar – Frans Sanadi, makanya KPU RI memerintahkan kami untuk memberikan sanksi administrasi”, jelas Tarwinto.

Dari dokumen yang diterima Lingkar Papua, KPU RI dalam suratnya bernomor :  257/KPU/IV/2017 tertanggal 4 April 2017 yang ditujukan kepada Ketua KPU Provinsi Papua dengan perihal Pembatalan Keputsan KPU Kabupaten Kepulauan Yapen Nomor : 24/KPU/III/2017, KPU RI selain memerintahkan menon aktifkan Ketua dan anggota KPU Yapen, juga memerintahkan KPU Provinsi Papua untuk mengambil alih tugas dan wewenang KPU Kepulauan Yapen untuk membatalkan Keputusan KPUD Nomor : 24/KPU/III/2017 yang telah mendiskualifikasi pasangan calon Tony Tesar – Frans Sanadi.

Baca Juga:  Ketua DPRD Keerom Bungkam Soal Kantor Bupati Yang Terlantar

“kita belum tindak lanjuti terkait pembatalan SK dimaksud, karena masih menunggu hasil dari gugatan terhadap SK 26 KPU Kepulauan Yapen yang telah menetapkan pleno perolehan Suara di Pilkada Yapen yang saat ini telah di daftarkan ke MK”, balas Tarwinto melalui SMS.

Menurutnya setelah ada putusan dari MK, barulah KPU Provinsi Papua akan melakukan pleno pembatalan dan mengaktifkan kembali status calon Tony Tesar – Frans Sanadi, sehingga dapat di ikut sertakan dalam pleno Perhitungan suara ulang kalau diperintahkan oleh MK nantinya.

“belum ada pleno ulang, SK KPU Nomor 26 masih di uji dulu di MK, nantilah kita lihat hasilnya bagaimana”, katanya lagi.

Baca Juga:  Program Tentara Masuk Sekolah di Papua, Perlukah ?

Ketua KPU Kepulauan Yapen, Moris Muabuai ketika di konfirmasi Lingkar Papua melalui SMS, hingga berita ini di naikkan belum menanggapi SMS konfirmasi dimaksud. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda