Lusa, Tiga Gugatan Pilkada Yapen Sidang Awal di Mahkamah Konstitusi

Enam pasangan calon yang maju dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua

Jayapura (LP)—Pasca pleno penetapan perolehan suara hasil pemilihan ulang yang telah ditetapkan KPU Kepulauan Yapen melalui SK Nomor : 26/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang memenangkan pasangan calon nomor urut 5 atas nama Benyamin Arisoy – Nathan Bonay, kini tiga gugatan Perkara Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Kepulauan Yapen 2017 berlabuh di meja Hakim Konstitusi.

Dalam jadwal sidang Mahkamah Konstitusi tercatat ada 3 gugatan PHP Kada Kepulauan Yapen 2017 yang sudah diajukan oleh pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang dijadwalkan akan dilakukan Pemeriksaan Pendahuluan oleh Hakim Panel Senin, 10 April 2017 lusa, sekitar jam 08.00 WIB, atau sekitar pukul 10.00 waktu Papua.

Adapun ketiga pasangan calon telah mendaftarkan gugatannya adalah pasangan calon Melkianus Laviano Doom, A.Md – Saul Ayomi, SH dengan Nomor Perkara : 51/PHP.BUP-XV/2017 yang didampingi kuasa kuasa hukumnya, Yustin Dewi Widiastuti, SH, MH, Hisar Tambunan, SH, MH, dkk.

Gugatan dengan Nomor Perkara : 52/PHP.BUP-XV/2017 dengan pemohoan pasangan calon Tonny Tesar, S.Sos – Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA dengan kuasa hukum Dr. A. Muhammad Asrun, SH, MH, Ai Latifah Fardhiyah, Sh, dkk.

Baca Juga:  Ini Nama – Nama Timsel KPU Papua dan 12 KPU Kabupaten di Papua Barat Periode 2018 – 2023

Sedangkan gugatan dengan Nomor Perkara : 53/PHP.BUP-XV/2017 terdaftar dengan pemohon Simon Atururi, S.Pi, M.Si – Isak Semuel Worabai, SE dengan kuasa hukum Veri Junaidi, SH, MH, Jamil Burhanuddin, SH, dkk.

Drama politik Pilkada Kepulauan Yapen bermula sejak usai pencoblosan 15 Februari 2017 lalu, dimana Panwas merekomendasikan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di dua distrik dengan dasar adanya dugaan sejumlah pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1, Tony Tesar – Frans Sanadi berdasarkan aduan dari paslon lainnya.

Berdasarkan rekomendasi Panwas dimaksud, akhirnya KPU Kepulauan Yapen agendakan PSU yang digelar 9 Maret 2017 di 26 TPS yang tersebar di 18 kampung pada 2 Distrik yakni Distrik Yapen Barat dan Distrik Wonawa dengan jumlah pemilih sekitar 10.298 orang.

 “ini yang buat kami bingung, dan merasa aneh, aduan dan dugaan pelanggaran yang kami laporkan yang di duga dilakukan oleh pasangan calon lain, termasuk juga ada dugaan money politic, seakan tidak di tanggapi dan di proses oleh Panwas, justru aduan terhadap kami dari paslon lain saja yang di proses, ini kan jadi tanda tanya”, kata Eva Yulianti, kuasa hukum paslon Tony Tesar – Frans Sanadi, seperti dilansir oleh tabloidjubi.com, Sabtu (18/2/2017) lalu.

Baca Juga:  Ini Dia Resep Cespleng Bangkitkan Sepak Bola Papua

Sebelumnya Melianus Wayangkau, kepada wartawan menjelaskan, menurut hasil hitung cepat timnya berdasarkan dari hasil saksi – saksi di tiap TPS, paslon Tony Tesar – Frans Sanadi yang memenangkan Pilkada Kepulauan Yapen dengan prosentase perolehan suara 45,64%

Namun klaim kemenangan itu, tidak pernah di pleno oleh KPU Kepulauan Yapen, karena KPUD menunda pleno penetapan perolehan suara sampai selesainya pelaksanaan PSU di dua distrik.

Pasca pelaksanaan PSU, kembali paslon petahana, Tony Tesar – Frans Sanadi dilaporkan ke Panwas setempat dengan tuduhan adanya dugaan menyalah gunakan kewenangan, jabatan, program dan kegiatan Pemerintah Daerah untuk memenangkan dirinya sebagaimana diatur dalam Pasal 71 ayat 1, 3, dan 5 UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada.

Dengan dasar itu, akhirnya Panwas kembali merekomendasikan ‘mendiskualifikasi” atau membatalkan paslon nomor urut 2, Tony Tesar – Frans Sanadi sebagai pasangan calon dalam Pilkada Yapen 2017.

Dengan dasar Rekomendasi Panwas kabupaten itulah, KPUD Kepulauan Yapen mengeluarkan SK Nomor : 24/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang mendiskualifikasi pasangan calon Tony Tesar – Frans Sanadi.

Baca Juga:  Terapkan Metode Jarlatsu, Praja IPDN Kampus Papua Hanya Boleh Pake ‘Hape Senter’

Meski sudah ada surat tertulis dari Bawaslu maupun KPU RI yang memerintahkan kepada KPUD Kepulauan Yapen menunda pelaksanaan SK KPUD Nomor : 24/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang mendiskualifikasi paslon nomor urut 2, namun surat tersebut di abaikan KPUD Kepulauan Yapen.

Dan akhirnya, Senin (27/3/2017), KPUD Kepulauan Yapen tetap melaksanakan Pleno Penetapan Perolehan Suara Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen dengan tidak memperhitungkan perolehan suara dari paslon nomor urut 1, Tony Tesar – Frans Sanadi yang dianggap telah di diskualifikasi.

Sehingga dalam SK Nomor : 26/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 KPU Kepulauan Yapen menetapkan bahwa pemenang Pilkada Kepulauan Yapen adalah paslon nomor urut 5, Benyamin Arisoy – Nathan Bonay, sehingga akhirnya gugatan diajukan oleh 3 pasangan calon ke MK dan sedianya akan dijadwalkan siding pemeriksaan pendahuluan Senin (10/4/2017) lusa.

Sedangkan nasib kelima Komisioner KPU Kepulauan Yapen sendiri masih di gantung menanti keputusan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dengan statusnya saat ini di non aktifkan oleh KPU RI, dan tahapan pelaksanaan Pilkada Kepulauan Yapen diambil alih oleh KPU Provinsi Papua. (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda