Sudah Dua Minggu Obat Malaria ‘Menghilang’ dari RSUD Kwaingga Keerom ?

Direktur RSUD : Bukan Obat Anti Malaria (OAM) Saja Yang Habis, Obat dan Alkes Lainnya Juga Sudah Kosong

Keerom (LP)—Beberapa warga masyarakat Keerom yang berobat ke RSUD Kwaingga Arso Kabupaten Keerom mengeluhkan ketiadaan obat malaria (menghilang-Red) di unit layanan milik Pemda tersebut, bahkan beberapa pasien mengaku terpaksa pulang tanpa mendapatkan obat malaria dan memilih berobat ke Jayapura dengan ongkos sendiri maupun dengan pengantar rujukan dari RSUD Keerom.

“yang habis bukan obat malaria yang umum, tapi Obat Anti Malaria (OAM) yang program khusus dari pemerintah pusat, dimana obat itu memang tidak dijual bebas, sebagai program pemerintah pusat untuk pemberantasan penyakit malaria”, kata dr. Raimon Ridhoto, Direktur RSUD Kwaingga meluruskan informasi yang beredar saat dikonfirmasi Lingkar Papua per telepon, Sabtu (8/4/2017).

Ia juga membantah bila sampai ada pasien tak mampu yang tidak terlayani akibat ketiadaan Obat Andi Malaria (OAM) dimaksud sampai kembali ke rumah masing – masing masih dalam keadaan sakit.

Baca Juga:  Terapkan Metode Jarlatsu, Praja IPDN Kampus Papua Hanya Boleh Pake ‘Hape Senter’

“sebenarnya bukan OAM saja yang tidak ada di RSUD, beberapa jenis obat lainnya juga sudah habis stoknya, bahan kimia di laboratorium saja sudah habis mas, pokoknya banyak mas, karena kita belum bisa pengadaan, mau ngutang juga kami tidak berani, karena sekarang RSUD tidak punya DPA sendiri, dana kebutuhan kami semua melalui Dinas sekarang, jadi kami tidak berani ambil inisiatif untuk atasi keadaan yang ada”, kata dr. Raimon tidak merinci obat jenis apa saja yang sudah tidak ada stoknya lagi di RSUD Kwaingga.

Ia menambahkan lagi bahwa Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan sendiri baru kemarin di serahkan, sehingga belum bisa pengadaan obat – obatan dan alat kesehatan yang di butuhkan RSUD, sedangkan untuk OAM sendiri hingga kini memang belum ada droping dari pusat, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa – apa lagi.

Baca Juga:  JWW Komitmen Kembangkan Dermaga Logpond Yahukimo Jadi Urat Nadi Ekonomi Kawasan Pegunungan Tengah

 “Kan DPA baru diserahkan kemarinkan. Sekarang kami tidak punya DPA sendiri, digabung dengan dinas (OPD Kesehatan). Jadi kami tidak berani hutang dulu untuk isi stok obat, tidak seperti dulu kami punya DPA sendiri (jadi berani hutang-red),” ujarnya menjelaskan.

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Ronny J.A. Situmorang ketika di konfirmasi Lingkar Papua juga mengakui mendengar informasi tentang ketiadaan beberapa obat – obatan dan alat kesehatan di RSUD Kwaingga.

“Iya saya belum begitu tahu ya, tapi kabarnya saya juga dengar itu pun melalui media social. Hari ini saya akan kesana dan lihat langsung,” ujarnya saat dihubungi via handphonenya.

Baca Juga:  Auri Jaya Digadang Jadi Ketua Umum SMSI di Silatnas Padang

Ronny menjelaskan, sebelumnya ia telah melakukan peninjauan ke RSUD Kwaingga untuk melihat semua kondisi secara keseluruhan dan telah berpesan jika terdapat masalah apalagi hingga kehabisan obat harus segera dilaporkan, agar diambil penanganan secepatnya.

Karena menurutnya sangat tidak pantas jika pusat kesehatan sekelas rumah sakit daerah hingga kehabisan stok obat.

“Dua minggu lalu saya kesana dan minta dilaporkan kalau ada masalah biar kita tangani cepat. Karena ini masalah nyawa manusia, jangan sampai kita lalai. Tapi intinya saya belum bisa komentar banyak, saya akan cek dulu hari ini, kalau memang benar akan kita selesaikan hari ini juga, caranya bagaimana pokoknya stok obat harus ada di rumah sakit”, kata dr. Ronny. (Alfred Kaempe/R1)

Berikan Komentar Anda