Bupati Harap Ada Utusan Keerom Tembus Nasional, Ketua LPTQ Nilai Perhatian Pemda masih Minim

Bupati Keerom Drs Celcius Watae dan Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM saat mengikuti acara STQ tingkat Kabupaten Keerom.

Keerom (LP)—Bupati Kabupaten Keerom, Drs. Celcius Watae, MH berharap ada Qori dan Qoriah yang mengharumkan nama Kabupaten Keerom sampai ke tingkat nasional dan tidak hanya sampai di tingkat provinsi saja seperti di era kepemimpinannya di periode pertama.

Harapan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Kabupaten Keerom yang di gelar di Aula Kantor Bupati Keerom di Arso, Kamis (13/4/2017).

“Saya masih ingat pada periode pertama kepemimpinan saya, Keerom berhasil di tingkat nasional, jadi sekarnag saya titip, walaupun periode lalu tidak seperti sekarang tapi bisa sampai tingkat nasional. Jadi kali ini harus ada perwakilan Keerom yang sampai ditingkat nasional”, harap Bupati Watae.

Bupati juga berpesan, hendaknya ajang STQ bukan semata – mata kompetisi mencari Qori dan Qoriah terbaik untuk mewakili daerah ke tingkat Provinsi, namun yang lebih penting momentum STQ bisa dijadikan ajang silaturahmi sesame muslim yang ada di Kabupaten Keerom.

Baca Juga:  Modalnya Loyalitas pada Pimpinan, Taat Aturan, dan Kerja Dengan Hati

Ia berharap dengan kemajemukan yang ada di Kabupaten Keerom bukan menjadi penghalang, namun harus menjadi satu kekuatan untuk mempersatukan semua elemen yang ada untuk mempercepat pembangunan daerah.

“kita semua harus bergandengan tangan, tanpa melihat latar belakang suku, agam, ras, keragaman dan kemajemukan Keerom adalah kekayaan dan kekuatan kita yang harus kita jaga dan pelihara”, kata Watae.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Keerom, Mashudi, SH, MMP dalam sambutannya melaporkan peserta yang mengikuti STQ Tingkat Kabupaten Keerom tahun 2017 ini adalah perwakilan dari 3 Distrik yang ada di Kabupaten Keerom.

“yang terbaik dari hasil STQ hari ini, akan mewakili Keerom ke tingkat Provinsi bulan April mendatang”, katanya.

Baca Juga:  Apa Itu Jurnalis Warga ???

Ia menambahkan bahwa STQ bukan sekedar event mencari juara, tetapi juga harus bisa menjadi semacam barometer untuk mengukur sejauh mana syiar islam di kalangan warga muslim yang ada di Kabupaten Keerom.

“event ini juga bisa jadi tolak ukur kita, sejauh mana LPTQ mampu dan berhasil melakukan pembinaan kepada umat muslim dalam hal membaca, menghafal dan memahami isi kandungan Al Quran dengan baik, kita bisa ukur, apakah terjadi peningkatan, ataukah justru sebaliknya, malah makin menurun”, kata Mashudi.

Ia juga berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Keerom, karena melalui kegiatan pembinaan terhadap generasi muda untuk lebih mencintai Al Quran, akan menjadi ruang untuk menciptakan suasana kerukunan antar beragama, dan merupakan bagian dari pembinaan generasi muda yang beriman dan taqwa demi menciptakan generasi muda Keerom yang lebih kompetitif.

Baca Juga:  Kasrem : Saya Katolik, Masa Saya Tega Bakar Alkitab !

“sejauh ini memang ada perhatian dari Pemkab, kita berharap ada perhatian lebih, sehingga pembinaan dan pengajaran AL Quran bagi generasi muda di tiap LPTQ Tingkat Distrik bisa berjalan secara berkesinambungan, dan tidak bersifat insidentil atau jelang event belaka”, kata Mashudi.

Ia juga berpesan, agar event ini bisa menjadi sarana untuk memupuk kejujuran dan semangat kompetisi yang menjunjung tinggi sportifitas serta menjalin ukhuwah islamiyah, makanya Dewan Juri diharapkan benar – benar objektif dalam memberikan penilaian, dan yang terpilih wakili Keerom nantinya benar – benar layak.

“tidak boleh ada yang memihak dari salah satu peserta, mau itu anak, keluarga atau kenalan. Karena hal ini sangat berkaitan dengan kualitas perwakilan Kabupaten Keerom, jadi Dewan Juri harus independen dan jujur dalam menilai”, kata Mashudi. (Alfred Kaempe/R1)

Berikan Komentar Anda