Ini Penjelasan Keluarga Pengancam Bupati Keerom Dengan Panah

kakak RB, Maria Borotian (sumber foto: Facebook)

Keerom (LP)— Keluarga RB, terduga pelaku pengancaman Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH dengan panah membantah keterangan polisi yang mengatakan bahwa pelaku dalam keadaan mabuk.

Menurut pengakuan kakak RB kepada Lingkar Papua melalui telepon, Jumat (14/4/2017) sore, tindakan RB tersebut karena luapan kekecewaan terhadap Bupati terkait pengisian formasi pejabat di lingkungan Pemda Keerom, yang mana sejak seleksi Eselon II kemarin hanya satu orang anak asli Keerom yang masuk dalam jajaran “kabinet Watae – Markum”.

Dan untuk jabatan Eselon III dan IV yang tengah digodok dan dalam waktu dekat akan segera di umumkan kabarnya tidak jauh berbeda juga kondisinya, sehingga yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan emosinya lagi dan lepas kontrol.

“tidak benar kalau dia mabuk, itu tidak ada, dia sadar ini, dia kesana itu dia sudah dengar sen (kabar) bahwa Eselon III dan IV itu nanti tidak jelas”, kata Maria Borotian kepada Lingkar Papua per telepon, Jumat (14/4/2017) sore.

Baca Juga:  Kerjasama Puskesmas Koya Barat, Satgas Yon 501 Kostrad Beri Gizi Tambahan Balita dan Berobat Gratis di Perbatasan RI – PNG

Maria menambahkan, kekecewaan RB, bukanlah kekecewaan pribadi, namun kekecewaan anak asli Keerom juga. Apalagi RB sendiri merupakan salah satu orang yang turut memperjuangkan Celcius Watae – Muh Markum menduduki jabatan sebagai Bupati Keerom.

“memang ada janji-janji bahwa mereka nanti dapat jabatan karena pangkat dan golongan mereka memenuhi syarat, ternyata kan tidak, jadi dong kecewa betul”, kata Maria menjelaskan motif sebenarnya dari tindakan pengancaman yang dilakukan oleh RB kepada Bupati hari ini, Jumat (14/4/2017).

“Itu ade motif sebenarnya, semua itu karena kekecewaan dengan apa yang sudah terjadi di Kabupaten Keerom. Jadi dia tidak mabuk, kalau tadi dia mabuk pasti dia sudah lepas panah itu”, kata Maria meluruskan.

Saat ditanya soal keberadaan RB saat ini, Maria mengatakan, yang bersangkutan sedang berada dirumahnya.

“Itu saja ade, kami dari keluarga cuma mau klarifikasi bahwa dia itu tidak mabuk, jadi jangan ada yang bilang dia dalam keadaan mabuk,” tutup Maria.

Baca Juga:  Soal Dana Afirmative Paramedis Yang Diduga Menguap, Kepala OPD Baru Minta Jangan Ada Mogok dan Janji Tuntaskan

Jumat (14/4/2017) siang, Bupati Keerom Drs. Celcius Watae mendapat ancaman (gertak-Red) dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berinisial RB yang nota bene adalah anak buahnya sendiri, menggunakan panah usai mengikuti ibadah Paskah di Gereja katolik Paroki Arso.

Dari penuturan beberapa saksi mata di lokasi kejadian kepada Lingkar Papua, kejadian tersebut berlangsung saat Bupati tengah mengikuti ibadah perayaan Paskah di lingkungan gereja, namun tindakan ASN tersebut berhasil di halangi oleh warga lainnya yang kebetulan hadir di lokasi kejadian.

Kapolres Keerom, AKBP Simon Sahureka ketika di konfirmasi Lingkar Papua membenarkan insiden tersebut, namun menurutnya hingga kini Bupati belum membuat laporan resmi atas tindakan pengancaman atas dirinya itu.

“iya benar, coba langsung tanya ke Ajudan yah kronologisnya, secara lisan laporannya sudah saya terima, katanya kejadiannya terjadi saat Bupati hendak pulang usai mengikuti ibadah Paskah di Gereja Katolik Paroki Arso”, kata Kapolres menjawab SMS konfirmasi yang di kirimkan Lingkar Papua hari ini.

Baca Juga:  Pigai : Berkat Program Gerbang Mas LUKMEN, Kopi Enauto dan Muanemani Dilirik Investor Asing

Menurut Kapolres pelaku sudah teridentifikasi, hanya hingga berita ini di naikkan pelaku belum di amankan polisi, karena yang bersangkutan di duga kabur setelah melakukan tindakan mengancam Bupati tersebut.

“diduga pelaku dalam pengaruh miras, dan sempat mengarahkan panah ke Bupati, namun tindakan pelaku langsung di cegah oleh warga lainnya, hingga kini pelaku belum kita amankan, karena Bupati juga belum membuat laporan resmi”, jelas Kapolres via SMS lagi.

Menurutnya hingga kini polisi masih mencari pelaku, namun menurut petunjuk lisan Bupati, cukup diberikan pembinaan saja kepada pelaku, tidak perlu dilakukan proses hukum.

“belum kita tindak lanjuti untuk proses hukum, tapi petunjuk Bupati coba di bina saja dahulu”, jawab Kapolres lagi.

Hingga berita ini di naikkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemda Keerom maupun dari Bupati dan Wakil Bupati terkait insiden tersebut tentang apa dan mengapa ASN yang bersangkutan nekat mengancam akan memanah Bupati. (alk/R1)

Berikan Komentar Anda