Hidupkan Pasar Aividjan Keerom, Pemda Harus Subsidi Pedagang dan ASN Harus Tinggal di Keerom

Keerom (LP)– Kondisi Pasar Aividjan Keerom yang selama ini belum diaktifkan, sangat disayangkan oleh banyak kalangan, salah satunya Sekretaris Komisi C DPRD Keerom Faizal Taman Firdaus.

Menurutnya, langkah berani harus dilakukan Pemkab Keerom untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya dengan memberikan subsidi kepada pedagang.

“Ini pernah saya utarakan ketika pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kepada Bupati, Wakil Bupati maupun Kepala Bappeda. Pemkab harus berani anggarkan dana 4 – 5 Miliar untuk melakukan subsidi untuk pedagang”, katanya kepada Lingkar Papua saat wawancara via chatting Facebook melalui akun pribadinya, Jumat (14/4/-2017).

Langkah tersebut (subsidi) diakui Faizal memang terbilang sangat berani, namun menurutnya itu adalah langkah yang baik mengingat posisi Pasar Aividjan yang sangat jauh dari pemukiman warga, yang secara hitungan ekonomi sangat sulit untuk tumbuh sebagai pasar.

Baca Juga:  DPD Golkar Papua Sudah Ajukan Tiga Nama Calon Wakil Bupati Keerom

“Kalau pemerintah berani subsidi saya yakin pedagang kita akan pindah dari pasar-pasar yang ada di kampung-kampung. Selama ini tidak berani pindah, karena takut dagangannya tidak laku gara-gara posisi pasar yang tidak strategis,” tuturnya menjelaskan.

Dengan pola subsidi, dari hitungan Firdaus hanya membutuhkan waktu maksimal enam bulan, Pasar Aividjan sudah dapat beraktifitas. Karena dengan pindahnya pedagang, secara otomatis pembeli juga akan ikut pindah, terutama pembeli yang selama ini datang dari Kota Jayapura.

“Dua bulan saja itu sudah kelihatan hasilnya kok, tapi idealnya enam bulan. Selama inikan hasil pertanian kita disuplai ke Pasar Yotefa di Kota Jayapura. Kalau semua sudah terpusat saya yakin pembeli dari Yotefa juga akan datang. Karena mau tidak mau, Keerom adalah salah satu panyangga terbesar kebutuhan sayur untuk Kota Jayapura dan pembeli akan kejar kesini,” bebernya.

Baca Juga:  Di Waropen, Paparkan Kinerjanya di Periode Pertama, Enembe Minta Bupati Stop Peredaran Miras, Isi PAD Dengan Kelola SDA

Selain itu, menurut Ketua Partai PKB Keerom ini mengungkapkan, pemerintah harus berani mengambil langkah tegas kepada pedagang yang sebelumnya telah mendaftar untuk menempati los-los pasar namun hingga sekarang tidak dipergunakan.

“Kalau mereka memang tidak tempati ganti saja dengan yang lain. Saya yakin masih banyak pedagang yang mau tempati itu ruko dan los pasar yang ada disana,” ujarnya.

Namun langkah paling tegas yang harus dilakukan Bupati Keerom Drs Celcius Watae, menurut Faizal, memastikan seluruh Aparatur Neger Sipil (ASN) untuk tinggal di Kabupaten Keerom. Karena selama ini kecilnya perputaran uang di Keerom disebabkan ASN lebih banyak membelanjakan uangnya di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura.

Baca Juga:  Panti Asuhan SHALOM Arso VIII, Tempat Memprihatinkan, Tapi Tak Pernah Kelaparan

“Kalau alasannya tidak ada rumah dinas dan tunggu rumah dinas, sampai kapan baru bisa. rumah sewa juga banyak disini. Kalau bilang mahal, saya kira tidak juga karena harganya tidak beda jauh dengan di Kota Jayapura. Jadi kalau disana bisa sewa rumah kenapa disini tidak,” ujarnya.

“Dulu semasa kampanye Bupati dan Wakil Bupati selalu diminta oleh masyarakat agar pegawai tinggal di Keerom dan itu diiyakan. Jadi pada dasarnya permintaan pegawai tinggal di Keerom itu keinginan seluruh masyarakat Keerom”, katanya mengakhiri sesi chatting dengan Lingkar Papua. (alf/R1)

Berikan Komentar Anda