Freeport Bisa Ekspor Lagi

Jakarta (LP) – Gonjang ganjing kondisi PT. Freeport Indonesia yang sangat berimbas kepada nasib ribuan karyawannya, yang sebagian besar terdiri dari masyarakat Papua, nampaknya telah berakhir. Dimana pemerintah telah mengeluarkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan, seperti dilansir dari kontan.co.id mengungkapkan SPE konsentrat tembaga sebesar 1.113.105 wet metric ton (WMT) tersebut keluar pada hari Jumat malam (21/4), setelah pengajuan oleh Freeport pada 20 April 2017. SPE tersebut akan berlaku hingga 16 Februari 2018.

Pemberian ijin ekspor tersebut merupakan salah satu angin segar PT. Freeport maupun karyawannya. Karena dengan ijin tersebut aktivitas perusahaan tambang terbesar di dunia ini dapat berjalan dan tentu saja itu akan berdampak kepada bisa aktifnya para karyawan yang sebelum-sebelumnya telah dirumahkan.

Baca Juga:  Ini Dukungan Bupati Untuk ‘Pahlawan Pangan’ di Nabire Menuju Swasembada Pangan

Keluarnya SPE konsentrat tersebut dinilai banyak pihak tidak terlepas dari kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence ke Indonesia. Karena keluarnya SPE tersebut bersamaan dengan kunjungan orang nomor dua dari negara adidaya tersebut.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Menurutnya pertemuan antara Wakil Presiden Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak membicarakan persoalan yang melibatkan perusahaan-perusahaan asal Amerika.

"Enggak sempet (bahas persoalan kasus perusahaan AS) karena waktunya enggak panjang," kata Darmin, Kamis (20/4) yang kembali dikutip dari kontan.co.id.

Menurut Darmin, kerjasama antara Indonesia dan AS, lebih dicondongkan untuk dilakukan secara bilateral. “Kita lihat tinggal perkembangannya nanti itu kan harus berunding, ya itu memberi jalan untuk diskusi dan menyampaikan keinginan posisi masing-masing (negara)," kata Darmin.

Baca Juga:  Harga Tomat ‘Mencret’, Harga Cabe ‘Tak Pedas Lagi’

Hal yang sama juga diutarakan oleh Kepala badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, dimana Amerika lebih menekankan kerjasama secara bilateral.  "VP Mike Pence percaya approach bilateral tidak multilateral," kata Thomas masih dikutip dari media yang sama.

Berikan Komentar Anda