Kalau Jadi, Patung Tuhan Yesus di Pulau Kayu Batu Yang Tertinggi di Dunia

Bila tuntas pembangunannya kelak, Patung Tuhan Yesus di pulau Kayu Batu akan jadi yang tertinggi di dunia, dan menjadi icon serta destinasi wisata internasional dan menjadi masterpiece Lukas Enembe yang dikenang sepanjang masa

Oleh : Walhamri Wahid

Akhirnya Gubernur Lukas Enembe menepati salah satu janji politiknya saat kampanye lalu, membangun Patung Tuhan Yesus di salah satu pulau di pintu masuk Kota Jayapura, tidak tanggung – tanggung, kalau nantinya tuntas pembangunan patung Tuhan Yesus tersebut, akan memecahkan rekor dunia sebagai patung Tuhan Yesus yang tertinggi di dunia baik secara patungnya sendiri maupun tinggi konstruksinya secara keseluruhan.

“hari ini kita dengan tim seniman yang akan menggarap patung tersebut lakukan survey udara, tinggi patung sekitar 50 meter – 67 meter, kalau dengan konstruksi di bawahnya total tingginya mencapai 100 meter lebih, akan jadi icon dan destinasi wisata internasional nantinya, tahun ini kita mulai dengan perintisan jalan menuju ke atas bukit Pulau Kayu Batu”, kata Djuli Mambaya, Kadinas PU Provinsi Papua, Sabtu (22/4/2017) sore di VIP Room Bandara Sentani usai melakukan survey udara.

Patung Tuhan Yesus tertinggi di dunia saat ini adalah patung Raja Kristus di kota kecil Swiebotsin, Polandia dengan tinggi 50,9 meter yang di bangun di dalam area kebun kubis di tengah – tenga kota dan permukiman warga yang di prakarsai oleh seorang pendeta Katolik local dengan donasi dari dermawan, yang dibangun sejak tahun 2008 dan tuntas di tahun 2010 dengan menghabiskan biaya sekitar Rp. 13,5 miliar.

Baca Juga:  Efek Pelanggaran HAM dan Solusi, Sebuah Catatan Hari HAM Sedunia 2018

Patung Tuhan Yesus tertinggi kedua dan yang sangat terkenal di seantero dunia adalah patung Kristus Sang Penebus yang di bangun diatas ketinggian Gunung Corcovado Kota Rio de Jeneiro yang tingginya mencapai 30 meter dengan bentangan tangan hingga 28 meter, yang lokasinya berada di ketinggian 710 meter dari permukaan laut (mdpl).

Namun sebenarnya bila di ukur berdasarkan tingginya fisik patung Tuhan Yesus itu sendiri, sebenarnya tertinggi kedua di dunia saat ini adalah patung Monumen Yesus Memberkati di salah satu bukit perumahan Citraland, Pineleng, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia yang tingginya 50 meter, yang terdiri dari 30 meter fisik patung tingginya 30 meter dan penopangnya 20 meter, dan keunikan patung Monumen Yesus Memberkati di Manado kemiringannya 20 derajat, yang menghabiskan 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja.

Beberapa keunggulan Patung Tuhan Yesus yang akan di bangun di pulau Kayu Batu, atau Tanjung Base-G, dari beberapa patung lainnya yang sudah dibangun di seluruh dunia adalah, tinggi patungnya akan menjadi yang tertinggi di dunia yakni sekitar 50 meter – 67 meter, bila di ukur secara keseluruhan dengan bangunan dibawahnya juga akan menjadi yang tertinggi di dunia yakni 100 meter.

Patung Tuhan Yesus di Kayu Batu juga akan menjadi satu – satunya di dunia Patung Tuhan Yesus yang dibangun dengan kayu salibnya dan menjadi Kayu Salib tertinggi di dunia pula, keunikan lainnya nanti akan di sediakan dua buah lift untuk sampai ke mata patung, sehingga pengunjung dapat memandang keindahan dan wajah Kota Jayapura dari ketinggian, melalui mata patung tersebut.

Baca Juga:  Hari Ini Panglima TNI Menuju Asmat, Tiba Timika Rabu Malam Langsung Minta Laporan Dulu

“impian Pak Gubernur, patung Tuhan Yesus ini bukan hanya memberkati kita di Jayapura dan Papua serta Indonesia, tapi akan memberkati dunia, karena letaknya sangat strategis dia menghadap ke Kota Jayapura, tapi di lihat secara geografis sebenarnya juga menghadap ke wilayah timur Indonesia, dan samudera Pasifik, akan jadi icon dunia dan destinasi wisata baru di Papua”, kata Djuli Mambaya lagi.

Menurutnya selain membangun patung, di bagian bawah patung akan dibangun semacam Museum yang akan menyajikan sejarah perjalanan penyebaran iman Kristen di Tanah Papua dari semua denominasi gereja yang ada di Papua.

Survey udara yang dilakukan Kadinas PU di damping 6 seniman yang akan terlibat dalam pembuatan icon Papua ini dilakukan selama 1 jam kemarin, Sabtu (22/4/2017) pukul 15.00 WIT – 16.00 WIT menggunakan pesawat carteran Twin Otter Alda Air dengan melakukan beberapa kali putaran diatas pulau Kayu Batu.

Untuk luas areal yang direncanakan, menurut Djuli Mambaya direncanakan sekitar 6 hektar, dimana tahun ini akan dimulai dengan pembangunan akses jalan menuju ke puncak bukit.

“tahun ini kita mulai, karena harus ada akses jalan ke atas dulu, jadi jalannya nanti tembus dari pantai Base- G, jadi dia terintegral dengan pantai, tapi kita rencanakan juga akan dibangun dermaga kapal dari sisi bukit lainnya, agar dari pelabuhan Jayapura bisa dijangkau dengan perahu, untuk pengerjaan patungnya sudah bisa kita mulai tahun ini juga”, kata Kadinas PU lagi.

Baca Juga:  Resmi Jabat Bupati Keerom, Markum Tetap Lanjutkan Visi dan Misi Hingga 2021

Terkait pembebasan lahannya sendiri, Djuli Mambaya mengakui belum tuntas semua, baru sebagian, tetapi dirinya yakin Pemprov Papua akan menuntaskan segera dengan melakukan musyawarah dengan tua – tua adat.

“saya yakin masyarakat juga tidak akan mempersulit soal lahannya, ini untuk Tuhan, dan akan jadi kebanggaan masyarakat Kayu Batu, sudah di bicarakan dengan masyarakat adat, pasti bisa di selesaikan”, katanya mantap.

Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada perencanaan tentang pembangunan Patung Tuhan Yesus ini yang di presentasikan, namun berdasarkan masukan dan kritikan dari banyak pihak, konsep yang sudah jadi sebelumnya terpaksa di lakukan revisi, makanya ia menggandeng beberapa seniman internasional dari Indonesia baik dari Ancol, Jogja maupun Tanah Toraja.

Penelusuran Lingkar Papua di laman LPSE Provinsi Papua, perencanaan penataan kawasan Tugu Patung Tuhan Yesus sudah dilakukan pelelangan dan di menangkan oleh PT. Secon Dwitunggal Putra yang beralamat di Jalan Desa No. 26c, Kiara Condong, Bandung Jawa Barat dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 200.000.000. (***)

Berikan Komentar Anda