Perhatikan Kualitas Rem Kendaraan

Beberapa hari ini masyarakat disuguhkan pemberitaan berbagai kecelakaan di jalan raya yang memakan korban jiwa, sebut saja tabrakan beruntun yang terjadi di puncak Bogor dua hari lalu, yang melibatkan 13 kendaraan dan memakan korban jiwa empat orang meninggal dan tiga orang harus mendapat perawatan rumah sakit.

Seperti dilansir dari halaman tribunnews.com kecelakaan beruntun tepatnya terjadi di Tanjakan Selarong, Megamendung, Kabupaten Bogor ini diduga karena rem blong, sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

Rem kendaraan merupakan salah satu pengaman dan penyelamat pengemudi sewaktu berkendara, karena rem memiliki fungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Melihat berbagai kecelakaan yang terjadi, sudah sepantasnya selaku pemilik kendaraan harus memperhatikan kualitas rem.

Berdasarkan pengalaman banyak dirver maupun kesepakatan teknisi otomotif, seperti dikutip dari website mobilku.org, ada beberapa tanda yang bisa dirasakan pengemudi sebelum terjadi rem blong, berikut tanda-tandanya.

1.    Pedal terasa ringan, hal ini disebabkan minyak rem sudah habis/ semakin habis sehingga injakan seperti gembos/ ringan. Hal ini juga bisa disebabkan jarak antara kampas dengan sepatu rem cukup jauh. Pedal terasa ringan ini juga bisa disebabkan adanya angin pada sistem rem minyak rem dan harus segera dibuang

2.    Ada bantingan/ efek buang ketika mengerem, efek buang ini biasanya ke kiri atau kekanan/ kendaraan akan membuang ke kiri atau ke kanan saat dilakukan pengereman. Jika hal ini terjadi maka kemungkinan terbesar adalah adanya ketidakberesan saluran distribusi tekanan minyak rem, bisa juga efek buang ini akibat bocornya salah satu silinder roda.

Baca Juga:  Soal Pemekaran, LUKMEN Tidak Ingin Obral Janji Karena Presiden Masih Berlakukan Moratorium

3.    Pedal rem terasa keras saat diinjak akan tetapi tidak memberikan efek pengereman yang baik. Hal ini biasanya terjadi akibat tersumbatnya saluran fluida, pecahnya slang vacum, silinder roda macet, bagian kampas terkena oli dan lain sebagainya.

4.    Rem bergetar, hal ini bisa terjadi karena kondisi sepatu rem yang mengeras atau rem terkena oli, coba bersihkan oli yang mengenai sepatu rem (tromol/ kamvas) cuci dengan detergen agar oli hilang lalu keringkan.

5.    Adanya suara gesekan, biasanya ada komponen yang aus seperti sepatu rem/ kamvas.

Sementara itu, dari berbagai sumber diperoleh kecelakaan akibat rem blong sering kali terjadi saat kendaraan sedang melaju kencang, baik itu dijalan datar atau dijalan menanjak. Seperti dilansir dari ntmcpolri.com jika mengalamai rem blong ketika kendaraan sedang berjalan, pengemudi disarankan untuk tidak panic dan segera mengambil langkah penanganan.

Pengemudi dapat menurunkan gigi kendaraannya secepat mungkin, namun dilakukan secara bertahap. Tidak disarankan langkah ini dilakukan dengan menurunkan secara dratis melewati bebera gigi, karena akan menyebabkan efek banting dan kehilangan kendali.
Kedua setelah gigi kendaraan telah diturunkan, pengemudi dapat menggunakan rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan. Selanjutnya pengemudi disarankan untuk mengarahkan kendaraannya ke jalur lambat atau bahu jalan, ini berfungsi untuk memarkir kendaraan ditempat yang aman.

Untuk menghindari reflek saat panik diwajibkan agar kaki dijauhkan dari pedal gas, hal ini berfungsi agar pedal gas tidak terus diinjak. Karena berdasarkan pengalaman, ketika kepanikan terjadi, pengemudi tanpa sadar akan terus menginjak pedal gas.
Pengemudi juga disarankan untuk menyalakan lampu hazard, agar kendaraan maupun pejalan kaki yang melihat hal tersebut dapat menghindar dan memberikan ruang dijalan yang memang sedang ramai.
Setelah langkah diatas sudah dilakukan, namun kendaraan tetap saja tidak dapat berhenti, pengemudi bisa menabrakan kendaraannya namun dengan syarat mencari tabrak yang lunak dan aman, seperti pagar kayu, tanah, pasir atau benda yang dapat menyerap benturan. Hal ini agar efek kecelakaan tidak besar dan meminimalisir jatuh korban jiwa.
Sedangkan Daihatsu selaku salah satu merk mobil terkenal di Indonesia, seperti dimuat diwebsite resminya daihatsu.co.id memebrikan tips bagi pengemudi cara merawat rem kendaraan agar tetap stabil dan terhindar dari rem blong. Berikut tipsnya.

Baca Juga:  Empat Kali WTP, Ini Catatan Khusus BPK RI Atas LKPD Pemprov Papua 2017, Apa Tanggapan DPRP ?

Ganti minyak rem secara rutin
Untuk memaksimalkan daya pengereman mobil, sebaiknya ganti minyak rem setiap 25.000 km atau minimal satu minggu sekali. Kualitas minyak rem yang sudah menurun akibat masa pemakaian dapat menyebabkan rem jadi blong. Gejala itu dapat dirasakan pada injakan pedal rem yang terasa tidak konsiten. Sebaiknya, juga gunakan minyak rem yang sudah direkomendasikan sesuai dengan merk mobil kamu.

Periksa kondisi kanvas rem
Kondisi  Kanvas rem yang sudah terlalu tipis dapat mengurangi daya pengereman pada mobil. Untuk mencegah kerusakan dini pada permukaan dinding piringan rem mobil kamu, sebaiknya ganti kanvas saat masa pemakaian kurang lebih tinggal 20 persen. Untuk cara memeriksanya yaitu lepaskan roda dengan kunci, kemudian perhatikan bagian disc break dan lepas pegangan kampas rem dengan obeng. Bersihkan dengan amplas jika rem kotor, karena jika rem kotor akan membuat fungsi rem kurang maksimal.

Baca Juga:  Klemen Tinal : LUKMEN Tidak Obral Janji, Tapi Kami Hanya Ingin Jawab Apa Yang Dibutuhkan Rakyat

Periksa kondisi sepatu rem
Bagian ini sangat rentan terhadap karat terutama jika sering terkena air. Pemeriksaan pada dudukan rem untuk memastikan sepatu rem dapat menekan kampas rem dengan baik sehingga menghindari terjadinya gesekan yang kerap menimbulkan bunyi pada saat rem digunakan

Jangan ganti komponen rem KW (bukan produk resmi)
Jangan sekali – kali mengganti komponen rem dengan sembarangan produk aftermarket dan sebaiknya melakukan perbaikan melalui bengkel reski yang sudah memiliki mekanik handal. Tentunya berbahaya dan akan mengganggu kinerja rem itu sendiri bila komponen itu tidak sesuai namun tetap kamu paksakan. Ingat, nyawa lebih penting dibanding murahnya harga rem

Service rem mobil secara berkala setiap 5000 km
Tentunya bila sudah tak optimal karena sering dipakai sebaiknya lakukan servis rem secara berkala. Rata-rata bengkel umum mematok biaya jasa antara Rp80-100 ribu per mobil untuk servis rem secara berkala. Pengecekan rem mobil bisa dilakukan pada bagian-bagian penting saja. Periksa komponen yang bisa menyebabkan rem mobil tidak berfungsi atau penyebab rem blong

Semoga setelah membaca artikel ini, anda pemilik kendaraan bisa lebih peka terhadap masalah rem blong yang bisa saja terjadi jika kualitas rem tidak diperhatikan secara baik. Ingat kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, sebaiknya lakukan antisipasi dengan baik dan periksa kondisi kendaraan anda. Salam polopor berlalu lintas dari kami lingkarpapua.com

 

Berikan Komentar Anda