Hari Ini, MK ‘Toki Palu’ Untuk Tiga Gugatan Pilkada Yapen 2017

Jakarta (LP)— Setelah melalui dua kali masa sidang, yakni pemeriksaan pendahuluan pada 10 April 2017, yang dilanjutkan dengan sidang kedua pada 12 April 2017 dengan agenda mendengarkan jawaban termohon, keterangan pihak terkait, Bawaslu dan Panwaslu serta pengesahan alat bukti.

Direncanakan hari ini Mahkamah Konstitusi akan membacakan putusan (toki palu-Red) terhadap 3 gugatan dalam Pilkada Kepulauan Yapen 2017, yakni masing – masing perkara Nomor : 51/PHP.BUP-XV/2017 dengan pemohon Melkianus Laviano Doom, A.Md – Saul Ayomi, SH, perkara nomor : 52/PHP.BUP-XV/2017 dengan pemohoan Tonny Tesar, S.Sos – Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, MBA, gugatan nomor : 53/PHP.BUP-XV/2017 dengan pemohon Simon Atururi, S.Pi, M.Si – Isak Semuel Worabai, SE

Sesuai jadwal di Mahkamah Konstitusi, jadwal sidang akan di mulai pukul 13.30 WIB (waktu Jakarta), atau sekitar pukul 15.30 WIT (waktu Papua) dengan agenda pembacaan putusan oleh Hakim Panel 2

Pasca pleno penetapan perolehan suara hasil pemilihan ulang yang telah ditetapkan KPU Kepulauan Yapen melalui SK Nomor : 26/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang memenangkan pasangan calon nomor urut 5 atas nama Benyamin Arisoy – Nathan Bonay, kini tiga gugatan Perkara Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Kepulauan Yapen 2017 berlabuh di meja Hakim Konstitusi.

Baca Juga:  Tiga Tahun Belajar, Dua Siswa Gagal Ikut UNBK, Diduga Ijazah SMP Palsu ?

Drama politik Pilkada Kepulauan Yapen bermula sejak usai pencoblosan 15 Februari 2017 lalu, dimana Panwas merekomendasikan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di dua distrik dengan dasar adanya dugaan sejumlah pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1, Tony Tesar – Frans Sanadi berdasarkan aduan dari paslon lainnya.

Berdasarkan rekomendasi Panwas dimaksud, akhirnya KPU Kepulauan Yapen agendakan PSU yang digelar 9 Maret 2017 di 26 TPS yang tersebar di 18 kampung pada 2 Distrik yakni Distrik Yapen Barat dan Distrik Wonawa dengan jumlah pemilih sekitar 10.298 orang.

 “ini yang buat kami bingung, dan merasa aneh, aduan dan dugaan pelanggaran yang kami laporkan yang di duga dilakukan oleh pasangan calon lain, termasuk juga ada dugaan money politic, seakan tidak di tanggapi dan di proses oleh Panwas, justru aduan terhadap kami dari paslon lain saja yang di proses, ini kan jadi tanda tanya”, kata Eva Yulianti, kuasa hukum paslon Tony Tesar – Frans Sanadi, seperti dilansir oleh tabloidjubi.com, Sabtu (18/2/2017) lalu.

Baca Juga:  Memandang Papua dan Indonesia Dari Mata Kristus

Sebelumnya Melianus Wayangkau, Ketua Tim Pemenangan paslon Tony Tesar – Frans Sanadi kepada wartawan menjelaskan, menurut hasil hitung cepat timnya berdasarkan dari hasil saksi – saksi di tiap TPS, paslon Tony Tesar – Frans Sanadi yang memenangkan Pilkada Kepulauan Yapen dengan prosentase perolehan suara 45,64%

Namun klaim kemenangan itu, tidak pernah di pleno oleh KPU Kepulauan Yapen, karena KPUD menunda pleno penetapan perolehan suara sampai selesainya pelaksanaan PSU di dua distrik.

Pasca pelaksanaan PSU, kembali paslon petahana, Tony Tesar – Frans Sanadi dilaporkan ke Panwas setempat dengan tuduhan adanya dugaan menyalah gunakan kewenangan, jabatan, program dan kegiatan Pemerintah Daerah untuk memenangkan dirinya sebagaimana diatur dalam Pasal 71 ayat 1, 3, dan 5 UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada.

Dengan dasar itu, akhirnya Panwas kembali merekomendasikan ‘mendiskualifikasi” atau membatalkan paslon nomor urut 2, Tony Tesar – Frans Sanadi sebagai pasangan calon dalam Pilkada Yapen 2017.

Dengan dasar Rekomendasi Panwas kabupaten itulah, KPUD Kepulauan Yapen mengeluarkan SK Nomor : 24/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang mendiskualifikasi pasangan calon Tony Tesar – Frans Sanadi.

Meski sudah ada surat tertulis dari Bawaslu maupun KPU RI yang memerintahkan kepada KPUD Kepulauan Yapen menunda pelaksanaan SK KPUD Nomor : 24/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 yang mendiskualifikasi paslon nomor urut 2, namun surat tersebut di abaikan KPUD Kepulauan Yapen.

Baca Juga:  DPRP Sudah Siapkan Surat Usulan Pergantian, Djuli Mambaya Bantah Maju di Pilgub Sulsel

Dan akhirnya, Senin (27/3/2017), KPUD Kepulauan Yapen tetap melaksanakan Pleno Penetapan Perolehan Suara Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen dengan tidak memperhitungkan perolehan suara dari paslon nomor urut 1, Tony Tesar – Frans Sanadi yang dianggap telah di diskualifikasi.

Sehingga dalam SK Nomor : 26/Kpts/KPU-KAB/XV/2017 KPU Kepulauan Yapen menetapkan bahwa pemenang Pilkada Kepulauan Yapen adalah paslon nomor urut 5, Benyamin Arisoy – Nathan Bonay, sehingga akhirnya gugatan diajukan oleh 3 pasangan calon ke MK dan sudah dilakukan 2 kali masa sidang, hingga hari ini, Rabu (26/4/2017) akan dibacakan keputusannya.

Dikarenakan kelima Komisioner KPU Yapen telah di kenakan sanksi non aktif, maka seluruh tahapan termasuk menjalani persidangan di Mahkamah Konstitusi di wakili oleh KPU Provinsi, sedangkan nasib kelima Komisioner KPU Kepulauan Yapen sendiri masih di gantung menanti keputusan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (walhamri wahid)

Berikan Komentar Anda