Sudah 25 Hari TPA Koya Karang Masih Tetap Dipalang

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Koya Karang yang masih dipalang.

Jayapura (LP)— Meski awalnya direncanakan pemalangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Koya Karang, Kota Jayapura, hanya dari 3 April 2017 sampai 18 April 2017, namun hingga hari ini, Jumat (28/4/2017) portal dan spanduk pemalangan masih melintang di jalan masuk ke lokasi TPA.

 

Dari pantauan Lingkar Papua kemarin, plang nama TPA ditempeli dengan kertas manila dan tulisan tangan menggunakan spidol yang menyatakan bahwa TPA di tutup dan larangan membuang sampah ditempat tersebut.

 

Sedangkan sebuah spanduk berwarna putih terlihat masih membentang diatas portal yang menutupi seluruh badan jalan dengan tulisan : Dilarang Membuang Sampah Di Tanah Adat Milik Matias Wemson Elsenggi untuk selama – lamanya, dengan alasan (1) Karena lalat membawa penyakit bagi masyarakat Koya Karang dan sekitarnya, (2) Pemerintah telah melakukan pembayaran yang salah, (3) Masyarakat telah merasa badannya gatal – gatal sejak ada sampah di Koya Karang ketika mandi di sumur.

Baca Juga:  Bakal Calon Perseorangan Kurang Persyaratan, Mungkinkah HANAS Jadi Calon Tunggal di Pilkada Mamberamo Tengah ?

 

Sebelumnya, seperti dilansir tabloidjubi.com, Selasa (18/4/2017) Kadinas PU Kota Jayapura, Nofdi Rampi mengatakan bahwa kondisi pemalangan tersebut sudah dilaporkan kepada (Plt) Walikota Jayapura dan Sekretaris Daerah.

 

Kadinas PU juga mengatakan bahwa sebenarnya pembayaran lokasi seluas 20 hektare tersebut sudah di selesaikan oleh Pemerintah Kota Jayapura, hanya saja mungkin ada masalah internal di dalam keluarga, makanya selama ini Pemkot masih melakukan upaya – upaya persuasive, namun menurutnya tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kota akan mengambil langkah tegas, karena tanah tersebut jelas milik Pemkot, karena legalitasnyaa jelas, dan saat ini tengah di urus sertifikatnya.

 

Terkait tudingan bahwa keberadaannya TPA di lokasi tersebut menjadikan lokasi sampah sebagai sarang lalat yang bisa menebarkan berbagai macam penyakit, Kadinas PU menegaskan bahwa TPA tersebut memenuhi standar sanitary landfill, dimana prosesnya sampah di buang langsung ke lubang, lalu di padatkan dan menyatu dengan tanah. (amr/R1)

Baca Juga:  Cerita Dibalik Simbol Ukiran Asmat

Berikan Komentar Anda