Bukit Jokowi, Hanya Ada di Papua

Salah satu sudut view ke Teluk Youtefa di Bukit Jokowi yang jadi favorit pengunjung (Foto: Amri/LP)

Dari semua tempat wisata rakyat serupa yang ada di Kota Jayapura, bahkan mungkin Indonesia, hanya bukit ini yang pernah disambangi oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Tempatnya asri, bersih, dan bebas dari orang mabuk loh, makanya tetap aman walau kita berkunjung di malam hari

Oleh : Walhamri Wahid

Namanya Bukit Jokowi Skyline, lokasinya di Tanjakan Skyline Kota Jayapura, Papua. Tidak susah untuk sampai ke tempat ini, karena dari arah Kota Abepura hanya sekitar 15 menit, demikian juga dari arah Kota Jayapura sekitar 30 menit, lokasinya di pertigaan tanjakan Skyline menuju ke peristirahatan Gubernur, bisa di jangkau lewat jalur alternative tembus Walikota, bisa juga lewat jalan raya Abepura – Entrop.

Menurut keterangan warga setempat yang mengelola tempat ini, penamaan tempat wisata rakyat tersebut sebagai penghormatan kepada Presiden RI, Joko Widodo yang pernah mampir ke lokasi itu untuk sekedar menikmati indahnya Teluk Youtefa sambil memantau ruas jalan ring road yang hingga kini belum tuntas – tuntas juga.

Baca Juga:  Websitenya Minim Informasi, KPU Papua Dinilai Tertutup Soal Informasi Publik

Taman – taman wisata rakyat yang menjual view keindahan panorama alam Papua, saat ini kian marak di Kota Jayapura, dan selalu rame di kunjungi oleh warga Jayapura yang haus akan hiburan murah meriah.

Untuk masuk ke Taman Bukit Jokowi ini tidak perlu biaya karcis masuk, pengelola tempat hanya memungut biaya parkir saja, dimana untuk motor dikenakan Rp. 2.000, sedangkan untuk mobil Rp. 5.000, tapi dijamin kendaraan kita aman, karena tukang parkirnya ramah – ramah.

Dari beberapa tempat serupa, pengelolaan Taman Bukit Jokowi ini terlihat lebih baik, beberapa pondok – pondok berbentuk honai, kursi bersantai dari kayu yang langsung menghadap ke Teluk Youtefa maupun arah Kota Abepura, sampai pagar pengaman di area tepi jurang juga telah di pasang.

Bahkan beberapa lokasi yang sering dijadikan lokasi berfoto pengunjung telah di lapisi paving block, jadi buat yang membawa anak kecil, tidak usah khawatir, karena cukup safety.

Keunikan dari Taman Bukit Jokowi ini selain menjual exotica Teluk Youtefa dengan pemandangan permukiman kampung nelayan di Kayu Pulo dan Pulau Metu Debi, di sisi lainnya juga menyajikan gemerlapnya Kota Kotaraja dan Abepura di waktu malam hari.

Baca Juga:  Marinus Yaung : KPU Papua Harus Berani TMS-kan LUKMEN dan JOHSUA Kalau Tidak Ada Rekomendasi MRP

‘saya biasa datang ke sini malam mas, karena cukup aman, ada penjaganya, dan bila ada orang mabuk kesini, pasti di usir, kalau malam indahnya memandang Abepura, sekedar melepas penat”, celetuk seorang pemuda yang terlihat asyik menikmati semilir angin dan indahnya panorama Teluk Youtefa.

Di lokasi Taman Bukit Jokowi ini juga tersedia beberapa warung – warung yang menyediakan menu andalan es kelapa muda yang di banderol Rp. 20.000 dan Rp. 25.000 kalau mau di tambahi syrup dan susu, selain itu juga ada makanan berupa bakso dan camilan lainnya, semua dengan harga yang terjangkau.

Sebagai penerang tempat di kala malam, juga sudah cukup memadai, jadi tidak usah khawatir, hanya untuk warung – warung biasa buka sampai jam 21.00 WIT.

“tergantung pengunjung pak, kalau lagi rame bisa sampae jam 21.00, tapi normalnya kami tutup jam 19.00 WIT, tapi kalau mau datang malam duduk – duduk bisa kok, ada penjaganya, dan aman, karena kalau orang mabuk yang mau masuk atau kedapatan pengunjung duduk minum – minum, di usir”, kata seorang ibu pemilik warung di lokasi itu.

Baca Juga:  Bupati Markum Ancam Polisikan Aparat Distrik Yang Berani ‘Mainkan’ Beras Rastra

Lokasi itu sendiri menurutnya milik Tete Korowa yang sudah meninggal dan dipercayakan kepada kerabatnya untuk mengelola, selain dirinya ada beberapa warung lainnya yang berjualan di sisi lain dari Bukit Jokowi.

Bila lagi bête, atau ingin merefresh pikiran yang galau, Bukit Jokowi cocok deh untuk sekedar cuci otak, sepulang dari sana, pasti pikiran kita lebih fresh, karena ibaranya kita habis menyaksikan sebuah lukisan karya seorang maestro dunia yang tak tertandingi, karena komposisi yang disajikan benar – benar membuat kita nyaman dan rileks.

Pulau Metu Debi di kejauhan dengan jejeran permukiman, perahu nelayan yang terlihat seperti titik di lautan lepas, dengan lansekap pantai Holtekamp dan beckground pegunungan yang tegak berdiri kokoh, membuat kita takjub akan keindahan ciptahan Sang Kuasa. (***)

Berikan Komentar Anda