Yorys Raweyai Dicopot Dari Ketua Golkar Papua, Azis Samual Jadi Pelaksana Tugas ?

Azis Samual, Plt Ketua DPD Partai Golkar Papua yang baru, menggantikan Yorrys Raweyai (Foto : Dok. Rilis.Id)

Jayapura (LP)—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar secara resmi menunjuk Kepala Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Partai Golkar, Aziz Samual sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua menggantikan Yorrys Raweyai.

Dari salinan SK DPP yang diterima Lingkar Papua dengan Nomor : KEP-221/DPP/GOLKAR/IV/2017 tertanggal 29 April 2017 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham, Azis Samual diberikan tugas untuk melakukan konsolidasi internal di DPD Golkar Papua dan segera mempersiapkan penyelenggaraan Musda Partai Golkar, selambat – lambatnya 2 bulan sejak SK di keluarkan.

Pencopotan Yorys Raweyai sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua bisa dipastikan sebagai imbas dari pernyataannya ke publik yang mengatakan bahwa Setya Novanto bakalan jadi tersangka kasus e-KTP yang saat ini tengah di tangani KPK, karena KPK sudah memberlakukan pencekalan terhadap Setya Novanto, Ketum Golkar agar tidak bepergian keluar dari Indonesia.

Seperti dilansir TribunNews.com, Senin (6/3/2017) Yorys Raweyai yang juga sebagai Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar mengakui bahwa kasus e-KTP sudah jadi pembicaraan internal Golkar cukup lama, dan kondisi itu akan menjadi sandera bagi partai pohon beringin bila terus di bunyikan oleh media, apalagi menjelang beberapa agenda politik di Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019.

“Golkar di era Aburizal Bakrie dapat raup 19 % naik jadi 21%, di pimpin Setya Novanto selama 10 bulan dapat 17%, sekarang ? Walahualam, kita lihat, tanya sama kalian, kalian paling tahu”, kata Yorys seperti di lansir TribunNews.Com, sehingga menurutnya, Golkar harus segera melakukan konsolidasi.

Akibat pernyataan Yorys Raweyai yang membuka konflik terbuka internal partai itu, Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur, Azis Samual dan Ketua Harian Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Erwin Ricardo Silalahi merespon dan mendesak DPP harus memberikan sanksi tegas kepada Yorys Raweyai, bahkan sampai mengusulkan agar di copot keanggotaannya dari Partai Golkar.

Baca Juga:  Eks Karyawan Freeport Ngamuk, Sejumlah Fasilitas Freeport Dibakar

Menurut Azis, pernyataan Yorrys tersebut adalah pernyataan pribadi, dan bukan sikap partai, dan pernyataan itu menunjukkan sikap prasangka dan tidak menjunjung azas praduga tak bersalah, karena hingga kini belum ada proses pembuktian terhadap Ketum Golkar dalam kaitannya dengan kasus e-KTP.

Azis mengatakan, sesuai aturan dan AD/ART partai, pernyataan ke publik menjadi domain Ketua Umum, Sekrjen, Ketua Harian, atau Ketua DPP, sehingga menurutnya, Yorrys sudah melanggar etika dan peraturan kepartaian, dan norma PDLT, khususnya point loyalitas.

Akibat pernyataan terbuka Yorrys itu, sampai – sampai Idrus Marham, Sekjend DPP Partai Golkar sampai menggelar pernyataan pers di semua media, dan mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Yorrys Raweyai yang di nilai telah memberikan pernyataan yang di anggap sembrono itu.

Dan Idrus Marham mengatakan akan mengembalikan tindakan Ketua DPD Golkar Papua itu ke Peraturan Organisasi (PO), dimana Yorrys Raweyai di nilai telah melanggar PO Nomor 7 tentang Sanksi dan Kedisiplinan Organisasi, dan dipastikan Yorrys akan di proses melalui Koordinator Bidang Kepartaian karena dianggap mengganggu kekompakan dan soliditas partai.

“Jadi, apabila ada kader Partai Golkar, termasuk pengurus, yang nyata-nyata telah melanggar kedisiplinan organisasi, PO Nomor 7 yang bicara. Dia akan diproses secara kepartaian,” ujar Idrus Marham kepada sejumlah awak media.
Adapun mengenai jenis sanksi yang akan dijatuhkan kepada Yorrys, Idrus tidak bicara banyak soal hal itu. Namun, menurut dia, akan ada mekanisme partai, seperti memberikan peringatan hingga pemecatan. Keputusan tersebut diambil setelah proses panjang.
Terkait desakan pemecatan yang dialamatkan kepadanya, Yorrys tak mau ambil pusing,

Baca Juga:  Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat Pilatus PK – RCX Milik AMA Sudah Ditemukan

"Dia itu siapa. Mereka itu siapa? SOKSI yang mana, kan ada tiga. Dia kan bukan struktur, hanya ormas. Dan apakah melalui mekanisme apa?" kata Yorrys seperti dilansir detik.com, Rabu (26/4/2017).

Meski ucapannya menimbulkan kontroversi, Yorrys mengaku tak ada masalah antara dia dan Novanto. Bahkan komunikasi keduanya berjalan seperti biasa.

"Biasa aja, saya ditelepon dia (Setya Novanto-Red) dua kali, nggak ada masalah. Masih komunikasi juga," tuturnya.
dukungan terhadap Yorrys juga datang dari Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita berharap partainya tak memecat Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Golkar Yorrys Raweyai. Menurut dia, Yorrys telah banyak berjasa bagi partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya tidak mau berandai-andai. Saya berharap Bang Yorrys tidak dipecat," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 April 2017, seperti dilansir Tempo.co.

Menurut Agus, wajar bila ada pertanyaan dari daerah terkait dengan pernyataan Yorrys. Namun, menurut dia, bukan berarti Yorrys harus dipecat. "Namun kita cari jalan keluar yang baik. Bang Yorrys itu juga merupakan aset Partai Golkar," ucapnya.
Menurut dia, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan hati dingin. Yorrys pun telah dipanggil DPP dan berbicara langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham. "Saya kira Bang Yorrys juga seorang figur dan tokoh, logis dan rasional, serta bisa mendengar," tuturnya.
Agus menjelaskan, untuk memecat seseorang dari partai, ada mekanisme yang berlaku. Mekanisme ini, kata dia, sangat panjang.

Baca Juga:  DPD Golkar Papua Sudah Ajukan Tiga Nama Calon Wakil Bupati Keerom

"Untuk apa kita menghabiskan energi hanya untuk membahas dan memikirkan bagaimana memecahkan itu. Lebih baik, energi kita ini untuk tempat lain yang lebih strategis," ujarnya.

Terkait kebenaran informasi pergantian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua sendiri, pengurus DPD Golkar Provinsi Papua semuanya masih enggan berkomentar dan tutup mulut.

Paskalis Kossay, Ketua Harian DPD Partai Golkar, saat dikonfirmasi Lingkar Papua, Jumat (5/5/2017) tidak menjawab SMS konfirmasi yang di kirimkan oleh Lingkar Papua, namun dari penelusuran Lingkar Papua, direncanakan Sabtu (6/5/2017), Azis Samual, Plt DPD Partai Golkar Provinsi Papua yang baru akan tiba di Jayapura dan dijadwalkan akan melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus DPD lainnya.

Konstelasi politik yang tengah bergulir di tubuh Partai Golkar ini, bisa jadi nantinya akan mempengaruhi keputusan politik DPD Partai Golkar terkait Pilgub Papua, dimana sebelumnya Yorrys Raweyai telah menyatakan bahwa DPD Golkar Papua mengudung Paulus Waterpauw di Pilgub 2018 mendatang, akankah sikap politik itu tetap, ataukah akan ada kejutan politik baru dari Partai Golkar ?

Demikian juga dengan bursa calon Ketua DPD Golkar Papua, tentunya dengan terpentanya Yorrys Raweyai, bisa jadi membuka pintu masuk bagi 'muka lama' di Partai Golkar untuk kembali masuk ambil kendali DPD Golkar Papua, salah satunya yang punya kans adalah Klemen Tinal, yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua, tapi semuanya masih dinamis dan kita menunggu saja alur ceritanya. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda