Apa Kata BMW Soal Pancasila di Manokwari ?

Bung Michael Wattimena (BMW) saat melakukan sosialisasi Pilar Kebangsaan di Manokwari, Papua Barat (Foto : Dok. Komisi V DPR-RI)

Manokwari (LP)—Untuk saat ini, tidak pada tempatnya lagi kita memperdebatkan soal falsafah dan ideology Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena soal itu sudah tuntas dan final.

Demikian disampaikan oleh Bung Maichel Watimena (BMW), Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Demokrat saat melakukan sosialisasi pilar kebangsaan di salah satu hotel di Manokwari, Papua Barat, Senin (17/4/2017)

Dalam releasenya yang diterima redaksi Lingkar Papua, Wattimena menegaskan bahwa menghadapi fenomena saat ini, dirinya perlu mengingatkan masyarakat kembali bahwa soal dasar negara, dan ideologi serta pandangan hidup bangsa Indonesia sudah tuntas disepakati sebagai komitmen dan konsensus nasional yakni Pancasila.

Baca Juga:  Lima Komisioner KPU Yapen di Non Aktifkan, Pleno Suara Ulang Tunggu Putusan MK

“Tidak ada ruang untuk memperdebatkan, apalagi menggantikan dasar negara dengan bentuk apapun, semua telah dipikirkan dan dirumuskan bersama oleh para pejuang, pendahulu kita, dalam membentuk NKRI yang disadari sangat majemuk ini”, tegas Wattimena.

Acara sosialisasi Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh sejumlah komponen masyarakat di Kota Manokwari dan sekitarnya itu bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada warga masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan kelompok dan pihak – pihak yang mencoba merongrong kedaulatn NKRI apalagi sampai ingin mengganti dasar negara dengan paham – paham tertentu.

“Pancasila adalah warisan leluhur bangsa, yang digali dari nilai – nilai dasar yang hidup di masyarakat kita yang majemuk, kalau ada yang kurang dalam implementasi dan penerapannya dalam kehidupan dan berbangsa dan bernegara, maka itu menjadi tugas bersama seluruh anak bangsa”, kata BMW.

Baca Juga:  KPU KEPULAUAN YAPEN ‘KRASS’ !

Menurutnya selama ini Pancasila sudah diterima oleh seluruh anak bangsa dari Sabang – Merauke, salah satu indikatornya adalah partisipasi masyarakat dalam beberapa agenda politik dan ketatanegaraan, khususnya dalam hal penyelenggaraan Pilkada.

“partisipasi masyarakat di Papua Barat pada sejumlah Pilkada yang tinggi menunjukkan sudah kuatnya kesadaran dan komitmen untuk menerima dan mengakui kemajemukan bangsa, dan ini harus kita jaga dan pelihara sebagai salah satu modal social kita”, katanya lagi.

Sehingga ia menghimbau kepada seluruh komponen bangsa, tidak perlu lagi memperdebatkan soal Pancasila, tapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang ada dengan pembangunan demi mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila sebagai tujuan adanya NKRI. (amr/R1)

Baca Juga:  Ini Jadwal Kampanye LUKMEN Lima Hari Keliling Kawasan Mee Pago

Berikan Komentar Anda