Ini Klaim Tujuh Keberhasilan LUKMEN

Jayapura (LP) — Empat tahun kepemimpinan Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2013 – 2018, sejumlah keberhasilan sudah di torehkan duet ini yang dinilai telah menghantarkan masyarakat Papua sampai pada tujuan besar keduanya, Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“selama 4 tahun saya dan sodara Klemen Tinal, memimpin sebuah gerakan untuk mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera membutuhkan kesungguhan, keseriusan, terobosan dan berpikir di luar dari kebiasaan, untuk menembus batas – batas kekakuan selama ini, itulah mengapa kami membongkar pikiran lama yang kaku, kurang inovatif dan tidak responsive”, kata Lukas Enembe, Gubernur Papua, Jumat (5/5/2017) malam dalam acara pembukaan sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2016 di Gedung DPRP Papua.

Adapun tujuh parameter keberhasilan dan tercapaianya visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera sebagaimana di klaim LUKMEN diantaranya adalah Kesatu : Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2016 mencapai 58,05 dengan capaian kinerja sebesar 96,75 %, dari target 60 point di tahun 2018.

Baca Juga:  Mengintip Harta Kekayaan Cagub - Cawagub Papua Yang Dilaporkan ke KPK

Kedua :  Laju pertumbuhan ekonomi Tahun 2016 mencapai 9,21 %, melampaui target RPJMD 7 % setiap tahunnya, atau dengan capaian kinerja 131,38 %.

Ketiga : PDRB per kapita Tahun 2016 mencapai Rp. 55,61 juta melampaui target RPJMD sebesar Rp 30 juta pada tahun 2018 atau dengan capaian kinerja 185,37%,

Keempat : Tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2016 mencapai 2,97 % melampaui target dalam RPJMD yang ditargetkan 3 % atau dengan capaian kinerja 148,8 %,

Kelima : (Gini rasio tahun 2016 mencapai 0,39 % dengan tingkat capaian kinerja 112,82%, dari target sebesar 0,40 %, ini menandakan pelaksanaan pembangunan semakin merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua.

Keenam : Usia Harapan Hidup tahun 2016 mencapai 65,12 tahun dari target 65, 61 tahun dengan capaian kinerja sebesar 99,25%.

Ketujuh : Program Pembangunan 13.00 unit rumah tahun 2018 telah dibangun 12.690 unit rumah dengan capaian kinerja 97,62%, dan diharapkan di tahun 2017 akan mencapai 13.000 unit rumah   

Menurut Lukas Enembe ada 3 fase dalam 4 tahun kepemimpinan LUKMEN, yakni Fase Kebangkitan Pertama (2013 – 2014), merupakan tahun pertama yang mengusung thema Membangun Pondasi, Menatap Masa Depan Papua, dimana yang dilakukan adalah konsolidasi internal dan eksternal pemerintah, rekonsiliasi menata tata kelola pemerintahan,

Baca Juga:  Dilantik Jadi Ketua Demokrat Papua, Lukas Enembe Puji Kepemimpinan Joko Widodo

Saat dan Klemen Tinal ketika dilantik 31 Oktober 2013, saya berdiri di sini juga dan kita berkomitmen dengan DPRP untuk mengisi lembaran baru dan babak baru menuju peradaban baru, memulai langkah besar, dengan merumuskan strategi pembangunan yang tepat, desain kebijakan pembangunan yang lebih menyentuh dan terukur yang di dukung pelaksanaan kewenangan penuh, skema anggaran yang terbagi secara adil dan merata serta pengawasan yang terkendali.

Menurut Lukas Enembe, di  6 bulan pertama kepememimpinannya, bersama DPRP sudah ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005 – 2025, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua sebagai acuan dalam pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2013 – 2018 yang menetapkan prinsip dasar pembangunan  kita yakni Perlindungan, Keberpihakan, Pemberdayaan, Keterpaduan, dan Tata Pemerintahan yang baik yang berorientasi pada manusia, pertumbuhan, persamaan, dan keberlanjutan serta pengembangan wilayah secara terpadu yang di dukung 3 pilar, pemerintah, masyarakat (adat, agama, pemuda) dan dunia usaha (mitra pembangunan) untuk melaksanakan program pembangunan kita pada reformasi birokrasi, mewujudkan generasi emas Papua, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta infrastruktur dan prasarana dasar.

Baca Juga:  Yuliana Lantipo Terpilih Jadi Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Papua

“berdasarkan kerangka pembangunan itu, pendekatan pembangunan di Papua menjadi beda dengan provinsi lain di Indonesia, pendekatan integrasi sosio – kultural dalam system formal, yaitu membagi wilayah pembangunan berbasis wilayah adat, sebagai pengakuan akan eksistensi system kultural yang sudah ada sebelum system formal terbentuk di Papua, pendekatan system ini sudah diakui dan dan diintegrasikan dalam RPJMN Tahun 2015 – 2019, dan merupakan pertama kali dalam sejarah pelaksanaan pembangunan Provinsi Papua dan pedekatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan dari seluruh provinsi di Indonesia”, kata Lukas Enembe, yang disambut tepuk tangan periah tamu undangan yang hadir. (amr/R1)

(Sumber Foto : papua.us)

Berikan Komentar Anda