PSU Puncak Jaya, Ketua Timses Klaim Suara Enam Distrik Untuk Henock Ibo – Rinus Telenggen

Paslon Nomor Urut 02 Henock Ibo – Rinus Telenggen (sumber foto: tolikaranews.com
Mulia (LP)— Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan untuk dilakukan Pemilihsan Suara Ulang (PSU) di 6 distrik yang ada di Kabupaten Puncak Jaya yakni Distrik Dagai, Ilamburawi, Lumo, Molanikime, Yambi dan Distrik Yamoneri, pekan kemarin masyarakat dan Timses Kampanye paslon nomor urut 02, Henock Ibo – Rinus Telenggen melakukan acara adat bakar batu di Mulia, sekaligus menyampaikan pernyataan sikap politiknya mendukung paslon Henok Ibo – Refinus Telenggen.

“Masyarakat enam distrik pendukung Henock – Telenggen menyatakan sikap bahwa suara sebanyak 31 ribu lebih tetap milik nomor urut dua, kami tetap menghormati Mahkamah Konstitusi,  tapi semua harus menghormati kami, kami sudah isi di noken untuk nomor urut dua, secara adat apa yang sudah isi di noken tidak bisa ambil lagi, semua pihak harus hargai ini”, kata Usman Telenggen, Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor urut 2 kepada Lingkar Papua melalui saluran telepon kemarin.

Menurutnya masyarakat enam distrik, minggu kemarin telah melakukan acara adat bakar batu, di Mulia Kabupaten Puncak Jaya, dan mereka menyatakan sikapnya bahwa suara 31 ribu di 6 distrik tersebut tetap mereka berikan kepada pasangan calon Henock Ibo – Rinus Telenggen.

"Sistim noken sesuai adat kami di enam distrik itu sudah isi oleh masyarakat, tidak bisa rubah – rubah lagi, tanggal 15 Februari masyarakat sudah isi”, kata Yamorelak Wanimbo, usai acara bakar batu Selasa kemarin dalam pernyataan sikapnya kepada Ketua Tim dan Calon Wakil Bupati Puncak Jaya Rinus Telenggen.

Baca Juga:  Djuli Mambaya Akhirnya Angkat Bicara

Hal senada disampaikan juga oleh Lewanus Telenggen, Kepala Suku Yambi di depan ibuan massa yang menghadiri prosesi bakar batu pekan kemarin, Lewinus juga menyatakan bahwa dukungan suara mereka hanya untuk paslon nomor urut 2.

“masyarakat di Yambi sudah isi di noken untuk nomor urut dua, dan sesuai adat kami yang sudah isi di noken itu tidak bisa diambil lagi, hasil tetap isi noken untuk nomor urut dua”, kata Lewanus Telenggen dan Yuleki Enumbi dari Distrik Yamoneri seperti disampaikan Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 2, Usman Telenggen.

Menurut Usman Telenggen lagi, seluruh perwakilan tokoh adat, tokoh masyarakat dari enam distrik sudah duduk dan menyampaikan aspirasinya secara adat, dan kesepakatan telah di capai.

Menangapi aspirasi dari perwakilan masyarakat di 6 distrik tersebut, Calon Wakil Bupati Nomor Urut 02, Rinus Telenggen mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang tetap pada pendirian semula.

“kegiatan kemarin selain kami menerima aspirasi dan pernyataan sikap dari masyarakat di 6 distrik juga agenda kami adalah kembali mempererat tali kekeluargaan, mungkin karena Pilkada kemarin, banyak yang meninggakan keluarga dalma waktu lama, dengan berkumpul dan bersama – sama bakar batu, kembali mempererat dan mempersatukan kami semua kembali, dan tekat kami makin bulat, untuk menangkan Pilkada Puncak Jaya 2017 dalam PSU mendatang”, kata Rinus Telenggen melalui saluran telepon kepada Lingkar Papua.

Baca Juga:  Sudah Memaafkan, JWW Minta Insiden Pelemparan di Kampung Netar Tidak Perlu di Politisir

Pilkada Kabupaten Puncak Jaya, adalah salah satu dari beberapa pilkada kabupaten yang di perintahkan untuk dilakukan PSU, karena menurut penilaian Hakim MK ada sejumlah pelanggaran dan kecurangan sehingga tidak dapat dilakukan pleno rekapitulasi perolehana suara dan penetapan calon pemenang.

Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah Kabupaten Puncak Jaya periode 2017 – 2022 yang berlangsung Selasa, (4/4/2017), MK menetapkan putusan sela dengan memerintahkan KPU Provinsi Papua untuk menggelar Pemilihan Suara Ulang (PSU) di 6 Distrik.

Dalam amar putusan MK Nomor : 42/PHP.BUP-XV/2017 yang salinannya diterima lingkarpapua.com, MK menetapkan bahwa SK KPUD Kabupaten Puncak Jaya Nomor : 14/Kpts/KPU-Kab-030.434166/2017 Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya tahun 2017 tertanggal 27 Februari 2017 tersebut cacat hukum karena tidak menyertakan hasil perolehan suara di 6 distrik, dan hanya menetapkan perolehan suara di 20 distrik dari 26 distrik yang menyelenggarakan pemilihan suara.

Baca Juga:  Akankah MR. Kambu Jadi ‘Jualan’ Hanura di Pilgub Papua 2018 ?

MK juga menangguhkan berlakunya SK KPUD Kabupaten Puncak Jaya Nomor : 14/Kpts/KPU-Kab-030.434166/2017 yang telah menetapkan pemenang Pilkada Puncak Jaya adalah pasangan nomor urut 3, Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM – Denias Geley, S.Sos, M.Si dengan perolehan suara sebanyak 61.029 suara, dan pasangan calon nomor urut 1, Yustus Wonda, S.Sos, M.Si – Kireniur Telenggen, S.Th, MCE dengan perolehan suara sebanyak 52.162 suara, dan pasangan calon nomor urut 2, Henock Ibo – Rinus Telenggen dengan perolehan suara sebanyak 34.713 suara.

Sedangkan untuk pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di 6 Distrik yang bermasalah, MK memerintahkan agar dilaksanakan oleh KPU Provinsi Papua selambat – lambatnya 60 hari sejak putusan dibacakan dan di supervisi langsung oleh KPU RI, selain itu juga MK memerintahkan kepada Kepolisian RI untuk mengamankan pelaksanaan PSU di Puncak Jaya yang masuk daerah rawan gangguan kamtibmas tersebut.

MK juga memerintahkan agar Bawaslu turun tangan langsung mengawasi pelaksanaan PSU di 6 Distrik dengan dibawah supervisi Bawaslu RI secara langsung, dan nantinya baik KPU maupun Bawaslu wajib melaporkan hasil kerja mereka paling lambat 15 hari sejak penetapan hasil PSU di 6 Distrik. (abm/amr/R1)

Berikan Komentar Anda