Bedah Buku Bulanan, Banyak Kepala OPD Ogah Hadir, Wabup dan Sekda Keerom Berang !

Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH (tengah) di dampingi Sekda Keerom (kiri) dan Asisten I (kanan) saat membuka acara Bedah Buku Bulanan (rapat kordinasi bulanan lintas OPD) yang batal dilaksanakan di Keerom kemarin, karena banyak Kepala OPD tidak hadir tanpa alasan yang jelas. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

Keerom (LP)—Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Muh. Markum, SH, MH dan Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM sangat berang (marah-Red) karena hampir sebagian besar Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum lama di lantik tidak hadir dalam kegiatan Bedah Buku Bulanan yang dilakukan oleh Pemda Keerom, Rabu (17/5/2017) di kantor Bupati Keerom di Arso kemarin.

Bedah Buku adalah sebuah rapat bulanan rutin yang sudah menjadi agenda tetap Pemda Keerom untuk melakukan koordinasi, konsolidasi, komunikasi, dan evaluasi program dan kegiatan seluruh OPD yang ada baik secara sendiri – sendiri maupun lintas OPD, sehingga apa yang menjadi target seperti tertuang dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati dalam lima tahun dapat tercapai.

Akhirnya acara Bedah Buku yang di hadiri oleh Wakil Bupati Keerom, Sekda keerom, Kapolres dan Asisten Setda tetap dilaksanakan, tapi hanya mendengarkan arahan dan penegasan dari Wakil Bupati dan Sekda Keerom saja, serta berbagai pemaparan OPD yang turut hadir.

“Bedah Buku hari ini instansi yang bertanggungjawab PU ya. Kepala PU ada ?, Sekretaris PU ada ? Pegawai PU ada ?, mohon ijin Pak Wakil Bupati hari ini adalah bukti dan gambaran OPD yang tidak bertanggung jawab, nanti kita panggil dan tindak tegas”, kata Sekda Keerom dalam arahannya di hadapan staff yang hadir, karena OPD PU sebagai yang kebagian jatah sebagai penanggung jawab kegiatan tidak ada yang hadir tanpa keterangan apapun.

Kondisi tersebut membuat Sekda geram, padahal menurutnya semua OPD sudah mendapat undangan jauh – jauh hari, dan hari kemarin adalah tanggung jawab OPD PU, namun jangankan Kepala OPD yang saat ini dijabat oleh Yunus Rudy Gedi, ST, MT,  Sekretaris maupun bawahannya tidak ada yang hadir.

Baca Juga:  Pilkada Serentak dan Regenerasi Politik Lokal

“setiap ada tugas ini macet terus, ada apa sebenarnya ini ?, mohon ijin pak Wakil tadi saya dapat keterangan dari Pak Sekretaris (OPD PU) bahwa Kepala Bidang sudah siap, tapi kenyataannya tidak ada yang siap, berarti di dalam pejabat Eselon III-nya mandek, tolong OPD lain jadi perhatian, jangan terjadi lagi”, kata Sekda kepada Wakil Bupati dan mewanti staff OPD lainnya yang hadir.

Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH tidak dapat menutupi kekesalan dan kekecewaannya juga, bahkan satu persatu Wakil Bupati mengabsen Kepala OPD, tetapi rata – rata semuanya tidak hadir dan tanpa keterangan dan alasan mengapa mereka tidak hadir.

“OPD pertanian mana ?, ini pertanian ke Jakarta terus, PU lagi, ini Pertanian sejak dilantik tidak pernah ketemu saya, ketemu saya bukan saya minta uang loh, saya kasih tau ya !, Kepala Bappeda atau yang mewakili ?, Tidak ada, Pemerintahan Kampung, PU, Perhubungan, Kominfo, Pertanian, Ketahanan Pangan, Lingkungan Hidup”, mengabsen satu persatu dan menyebutkan nama Kepala OPD yang tidak hadir satu persatu dengan nada geram.

Menurutnya Bedah Buku adalah agenda rutin seluruh OPD untuk sinkronisasi program dan kegiatan, serta mengevaluasi, memberi masukan, mendengarkan keluhan dan hambatan yang dihadapi tiap OPD, kalau rapat yang penting seperti ini saja Kepala OPD tidak hadir, juga tidak mendelegasikan kepada bawahannya, bagaimana pembangunan di Keerom bisa jalan.

Baca Juga:  Websitenya Minim Informasi, KPU Papua Dinilai Tertutup Soal Informasi Publik

“benar – benar tidak ada koordinasi yang jalan, undangan sudah diberikan tapi tingkat kehadiran sangat buruk sekali, saya juga tidak mengerti apa yang terjadi, kalau koordinasi tidak jalan bagaimana kita membangun Keerom, ada Pak Kapolres disini, saya berharap ada kepolisian juga ikut aktif dalam mengawasi kinerja Kepala – Kepala OPD ini ke depannya, harus di awasi ketat dan diberikan tindakan, ini sudah tidak benar, sudah kelihatan, tidak mau koordinasi, mau kerja sendiri – sendiri, merasa hebat sendiri, pasti nanti akan timbul masalah, termasuk masalah hukum”, kata Muh. Markum kesal sampai meminta Kapolres untuk ikut serta mengawasi kinerja Kepala OPD yang malas tahu.

Jajaran OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom saat mengikuti bedah buku. Terlihat banyak kursi kosong, akibat banyak OPD yang tidak hadir.

Muh. Markum mengatakan Keerom sebagai salah satu daerah perbatasan sebenarnya mendapat perhatian yang sangat besar dari pusat, terutama dalam pembangunan wilayah tiga, namun perhatian tersebut bisa saja beralih ke tempat lain jika Pemda tidak mampu dengan cepat menangkap peluang tersebut, apalagi dengan kinerja yang ogah – ogahan seperti saat ini.

Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM  kepada wartawan di ruang kerjanya usai acara, kembali mengutarakan kekecewaannya terhadap kinerja dan kemalas tahuan pimpinan OPD yang merupakan hasil seleksi terbuka (lelang jabatan), dimana dirinya sebagai Ketua Panitia Seleksi.

“agenda Bedah Buku tiap bulan ini inisiatif saya, kita buatkan utk meningkatkan kinerja pemerintahan, dan sudah sepersetujuan Bupati maupun Wakil juga, bukan Pak Wakil saja yang kecewa, saya yang paling kecewa karena saya adalah atasan langsung mereka”, kata Sekda menambahkan bahwa tidak ada Kepala OPD yang memberikan informasi baik lisan, tertulis, per telepon ataupun SMS kepada dirinya, mengapa mereka tidak hadir, padahal sudah ada undangan.

Baca Juga:  Ini Tujuh Rumah Sakit di Provinsi Papua “Yang Sakit”

“Yang membuat kami kecewa adanya ketidakpedulian, seperti PU yang harusnya bertugas, malah tidak ada yang muncul, Itu kami catat, nggak ada yang minta ijin berangkat, makanya saya kecewa sekali, saya tunggu dia kembali baru buat laporan yang jelas, karena tiap pejabat kalau mau pergi itu harus minta ijin dulu”, kata Sekda geram.

Dari informasi yang berkembang di kalangan staff dan pegawai ketidak hadiran sebagian besar Pimpinan OPD yang belum lama di lantik dari hasil seleksi Pansel ASN dan melalui lelang jabatan terbuka itu karena mereka mengetahui acara Bedah Buku Bulanan, Rabu (17/5/2017) tidak di pimpin oleh Bupati, karena Bupati Keerom Drs. Celcius Watae sedang tidak berada di tempat.

“ahhh, mas wartawan ko pura – pura tra tahu lagi, dorang itu kan ‘orang – orangnya Bupati’, jadi kalau Pak Bupati tidak ada, tidak mungkin mereka mau hadir toh, bikin diri tahu semua”, celetuk seorang warga masyarakat yang menolak di korankan namanya kepada Lingkar Papua di halaman depan kantor Bupati.

Bila demikian adanya, sinyalemen bahwa adanya ‘pecah kongsi’ antara Bupati dan Wakil Bupati yang merembes kepada Kepala OPD bukan isapan jempol belaka. (alf/R1)

Berikan Komentar Anda