Dugaan Sementara Bukan Kitab Suci, Tapi Buku – Buku Tentang Agama Yang Tidak Sengaja Dibakar Oknum TNI di Jayapura

Foto sisa – sisa pembakaran sampah di bak sampah barak anggota TNI di Makorem 712/PWY yang di sebarluaskan dan disangkakan sebagai kitab suci salah satu agama yang sengaja dibakar oleh oknum anggota TNI saat melakukan kurve di barak mereka. (Foto : dok.Ist)

Jayapura (LP)— Berdasarkan pemeriksaan awal, Kodam XVII/Cenderawasih menduga bahwa yang dibakar oleh oknum anggota TNI dari Satgas 410 / Alugoro bukanlah kitab suci salah satu agama, namun buku – buku dan kajian beberapa agama yang ada di Indonesia sebagai bahan pengayaan bagi anggota dalam bertugas di Papua yang di tinggalkan oleh anggota TNI sebelumnya.

“minta maaf mas, saya belum bisa pastikan Alkitab atau bukan, karena sudah ada Tim Investigasi Khusus yang dibentuk oleh Kodam yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan juga Komnas HAM, jadi mereka yang punya kewenangan untuk menilai nantinya, kita tunggu hasil investigasi tim, tapi kalau berdasarkan pemeriksaan awal kita, bukan kitab suci salah satu agama, tapi buku – buku agama”, kata Teguh Pudji, Kapendam XVII/Cenderawasih melalui saluran telepon, Kamis (25/5/2017) malam kepada Lingkar Papua.

Kapendam menjelaskan kronologis insiden yang terjadi hari ini, Kamis (25/5/2017), bahwasanya anggota TNI dari Satgas 410/Alugoro yang baru bertugas di Jayapura menggantikan anggota TNI sebelumnya yang sudah habis masa tugas bermaksud membersihkan pangkalan (barak-Red) untuk ditempati mereka.

“anggota yang lama kan sudah pindah tugas, pasti meninggalkan banyak sisa – sisa barang berupa karton – karton, plastic, dan barang – barang bekas tak terpakai lainnya, anggota baru masuk lakukan kurve (kegiatan bersih – bersih), jadi mereka bakar semua karton – karton yang ada tanpa meneliti satu persatu isinya, karena bagi mereka namanya barang yang di tinggalkan oleh pemilik sebelumnya, jadi kan sudah bekas dan tidak terpakai, jadi mereka langsung bakar, bakarnya di bak sampah di luar barak, dan rupanya ada warga yang melintas dan melihat sekilas kemudian memfotonya, kebetulan ada kutipan dari kitab suci di dalam buku itu, sehingga ditarik kesimpulan bahwa itu adalah kitab suci”, kata Kapendam menjelaskan.

Baca Juga:  Baru 1 Bulan Dilantik Kadinas PU Papua, Djuli Mambaya Deklarasi Maju Cagub Sulsel

Jadi ia berharap warga masyarakat jangan dulu berspekulasi atau menduga – duga yang tidak – tidak, apalagi sampai menyebar luaskan bahwa kitab suci yang dibakar dalam jumlah banyak, karena Pangdam sudah berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepatnya dan semua akan fair terbuka dan transparan tidak akan ada yang ditutupi, makanya dibentuk Tim Independen.

“saya berharap kita jangan terprovokasi dan terpancing, apalagi di social media di besar – besarkan, kita harus jaga kedamaian Papua, jangan sampai ada penumpang gelap yang mendompleng dan ingin mengadu domba kita di Papua, pasti akan dibuka sejelas – jelasnya dan secepatnya mas, karena sudah dibentuk timnya hari ini juga”, kata Kapendam.

Hal senada juga di tegaskan Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal menjawab konfirmasi yang di kirimkan Lingkar Papua melalui WhatsApp, apakah sudah bisa dipastikan bahwa lembar – lembar yang ditemukan di bak sampah dalam keadaan terbakar tersebut adalah kitab suci ataukah hanya buku – buku agama.

Baca Juga:  10 Ribu Kader Demokrat Siap Birukan Sentul, Presiden Jokowi Rencana Hadir Juga

“saat ini masih di dalami Pomdam dan Dit Reskrim, namun dugaan sementara yah, bukan kitab suci seperti yang digembar – gemborkan di social media, makanya kita sangat sayangkan bila ada yang memprovokasi, kita bersabar dulu yah, jangan ada yang terprovokasi”, jawab Kabidhumas melalui pesan WhatsAppnya.

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar secara terpisah kepada wartawan menegaskan bahwa yang dibakar bukanlah kitab suci salah satu agama seperti yang digembar – gemborkan oleh massa dan yang tersebar luas di social media.

“dari hasil pemeriksaan awal itu bukan kitab suci, dari foto yang beredar di social media juga kan cukup jelas kok, tertulis judul bukunya, Asal Usul Agama – Agama, sedangkan lembaran buku yang berisi tulisan yang menyerupai kitab suci, bila di cocokkan dengan susunan kitab suci sebenarnya berbeda, jadi bukan kitab suci yang dibakar”, kata Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Termasuk oknum warga yang di duga pertama kali memfoto sisa – sisa pembakaran sampah di bak sampah dan memberitahukannya kepada warga jemaat yang tengah beribadah di salah satu gereja yang berada di Padang Bulan juga masih di dalami oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Kadinas PU Jadi Tersangka Pembangunan Jalan Poros Kampung 5 Miliar di Kabupaten Pegunungan Bintang

Insiden dugaan pembakaran kitab suci salah satu agama oleh oknum anggota TNI hari ini, Kamis (25/5/2017) beredar luas di social media, sehingga memancing kemarahan warga masyarakat yang secara massif mendatangi lokasi kejadian yang berada di kompleks kediaman Danrem 172/PWY di Padang Bulan, bahkan massa hingga sore hari menduduki jalan raya depan Makorem 172/PWY meminta agar oknum anggota TNI yang diduga melakukan aksi pembakaran tersebut diserahkan kepada warga.

Dampaknya ruas jalan raya Sentani – Abepura lumpuh total karena warga melakukan pemalangan di beberapa titik ruas jalan raya yang ada sejak pukul 11.00 WIT hingga sekitar pukul 16.30 WIT.

Setelah Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), Kapolda Papua Irjen (Pol) Boy Rafli Amar, Kasdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY, Kasrem dan sejumlah tokoh agama, Komnas HAM turun menemui dan menenangkan massa, akhirnya massa membubarkan diri, dan sejak pukul 17.00 WIT ruas jalan Abepura – Sentani normal kembali.

Akibat insiden hari ini, Kapolres Jayapura AKBP Tober Sirait, S.Ik dan Ajudannya Bripda Nyoman harus dirawat di RSUD Bhayangkara, karena mengalami sejumlah luka – luka akibat penganiayaan dan pengeroyokan oleh sejumlah massa. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*