Ini Penyebab Palang Parkir Otomatis Bandara Sentani Hanya Jadi Hiasan

Palang pintu otomatis masuk Bandara Sentani sudah berbulan – bulan sejak dipasang hingga kini belum dioperasikan. (Foto : Amri/Lingkar Papua)

Harga palang parkir + mesin detektornya tidak nyampe 10 juta, tapi kok palang parkir di Bandara Sentani yang sudah berbulan – bulan di pasang hingga kini belum difungsikan, penarikan karcis dan biaya masuk Bandara masih dengan cara manual, sehingga seringkali banyak mobil – mobil pejabat dan temannya pejabat atau orang dalam nyelonong ogah bayar retribusi parkir.

Oleh : Walhamri Wahid

Seorang pengemudi terlihat berhenti sejenak di dekat mesin detector kendaraan yang terpasang di pintu masuk area parkir bandara, tangannya terlihat menekan tombol hijau, namun kertas parkir yang biasa keluar, tak kunjung nongol, sedangkan palang pintu parkir di depannya juga tetap berdiri ke atas, sudah dalam posisi membuka, karena alat tersebut rupanya memang belum di fungsikan oleh Bandara Sentani, padahal sudah terpasang sekian lama.

“ada kesalahan teknis, sistemnya harusnya pake’ sensor, saat mobil mau masuk, tekan tombol karcis, palang terbuka baru mobil lewat, saat mobil selesai melintasi palang barulah palangnya turun kembali secara otomatis, tapi yang terpasang saat ini berdasarkan timing, bukan menggunakan system sensor, padahal belum tentu waktu tiap mobil sama, bisa – bisa mobilnya belum lewat, atau baru separuh, palangnya sudah menutup, kalau kita stel timingnya lebih lama, nantinya malah rugi, karena banyak waktu terbuang”, kata Agus Priyanto, Kepala Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Sentani kepada Lingkar Papua belum lama ini.

Baca Juga:  Lima Korban Pesawat AMA Yang Jatuh di Dekat Gunung Napua Sudah Dievakuasi Hari Ini

Karena alasan itulah, maka pihak Bandara Sentani hingga saat ini belum mengoperasikan palang pintu otomatis masuk area parkir bandara tersebut.

“kita akan perbaiki dulu, ganti agar gunakan system sensor, bukan system timing”, kata Agus Priyanto, tanpa menjelaskan lebih lanjut apa kendalanya sehingga untuk membenahi palang pintu otomatis tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga berbulan – bulan lamanya, sehingga potensi kerugian yang diderita oleh Bandara Sentani juga bisa di minimalisir bila menggunakan palang pintu otomatis tersebut.

Karena dari pantauan Lingkar Papua di Bandara Sentani selama ini, masih sering mobil – mobil plat merah, ataupun yang merasa “orang penting” dan “orang dekat pejabat”, atau merasa sebagai “orang dalam” saat di pintu keluar Bandara Sentani menerobos dan mengabaikan tagihan retribusi parkir Bandara yang selama ini ditagihkan saat pengunjung hendak keluar.

“itu sudah mas, pake mobil bagus, plat merah baru, bayar retribusi 2.500 saja, tra bisa, main nyelonong saja, yah, mau bagaimana lagi mas, di biarkan saja, nggak mungkin saya keluar kejar untuk tagih”, kata petugas karcis di loket keluar kepada Lingkar Papua, Senin (22/5/2017) saat sebuah mobil sedan plat merah dalam antrian yang berada di depan Lingkar Papua langsung kabur keluar tanpa membayar retribusi parkir Bandara.

Baca Juga:  Bupati Markum Ancam Polisikan Aparat Distrik Yang Berani ‘Mainkan’ Beras Rastra

Hal tersebut menurut petugas di loket retribusi sudah sering terjadi, dalam sehari jumlahnya bisa puluhan mobil yang kabur dan pura – pura bego, tutup kaca riben full dan langsung keluar.

Entah apa yang menjadi hambatan bagi pihak Bandara Sentani untuk memperbaiki mesin detector palang pintu otomatis tersebut dari system timing (waktu) menjadi system sensor, apakah karena harus pengadaan dahulu melalui lelang ataukah karena tidak ada dana untuk memperbaikinya, karena harganya mahal, semestinya bila ada kesalahan pengadaan dari kontraktor yang mengerjakan tentunya masih menjadi tanggung jawab kontraktornya, karena harga dari palang pintu maupun mesin detector dengan system sensor tersebut sebenarnya tidak lebih dari Rp. 10 juta / unit.

Dari penelusuran Lingkar Papua ke Griya Tekno.com salah satu perusahaan penyedia palang pintu otomatis yang beralamat di Jl Radio Dalam 9E, Jakarta melalui saluran telepon menjelaskan bahwa untuk alat palang pintu otomatis tersebut ada dua komponen yakni palang pintunya sendiri dan mesin detektornya.

“makasud mas mungkin Barrier (Boom) Gate yah, yang biasa di gunakan di Mall untuk masuk ke area parkiran kan, kalau Barrier (Boom) Gate-nya tergantung panjang pendeknya palang, yang maksimal panjangnya 4 meter, harganya Rp. 8.500.000, kalau untuk mesin detektornya ada dua juga, ada yang High Speed Loop Detektor yang sensitifitasnya tinggi harganya Rp. 1.350.000, sedangkan yang Standart Loop Detector hanya Rp. 800.000, mas bisa cek spesifikasi alatnya di website kami kok, GriyaTeknik.com”, kata costumer service melalui saluran telepon.

Baca Juga:  Terpilih Jadi Ketua Alumni FKM Uncen, Ini Program Utama Yulianus Dwaa, SKM

Seperti tercantum pada website Griya Teknik.com, Barrier (Boom) Gate atau palang parkir otomatis mempunyai kecepatan pengoperasina hingga 2,2 detik per cycle untuk palang sepanjang 4 meter, dimana masing – masing palang telah dilengkapi karet untuk minimalisir dampak benturan.

Dimana palang parkir otomatis yang disediakan oleh Griya Teknik dilengkapi dengan keyswitch untuk mem by pass kunci mekanik bila listrik padam, sehingga bisa juga dioperasikan manual, dimana mesin palang parkirnya juga sudah dilengkapi dengan wireless receiver dan transmitter.

Sedangkan High Speed Loop Detector  dan Standart Loop Detector (mesin detector) yang biasanya menjadi dudukan atau terpasang satu paket dengan Barrier (Boom) Gate (palang parkir otomatis) disebutkan sebagai alat detector kendaraan dengan sensitifitas tinggi, dimana kemampuan deteksinya dapat di setel dan sesuaikan dengan kebutuhan hingga 9 level dengan kemampuan reaksi 20 milisecond.

Kedua alat tersebut dalam penggunaannya di integrasikan dengan barrier gate (palang parkir otomatis) ataupun akses controller, yang dilengkapi 2 relay dan dapat mengirimkan dry contact signal ke berbagai alat seperti barrier gate maupun lampu lalu lintas. (***)

Berikan Komentar Anda