Kasrem : Saya Katolik, Masa Saya Tega Bakar Alkitab !

Kasrem 172/PWY Letkol Johanes Krimadi (tengah), Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen George Elnadus Supit (kiri) dan Wakasad TNI-AD Mayjen Hinsa Siburian (kanan) saat memberikan keterangan pers di ruang tamu kediaman Kasrem usai melihat kondisi kediaman Kasrem yang porak poranda akibat di amuk massa kemarin. (Foto: Amri/Lingkar Papua)

Namanya Johanes Krimadi, penganut katolik yang taat, saat insiden penyerbuan massa ke rumah dinasnya yang berada di tepi jalan raya Abepura – Sentani di Padang Bulan, perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel itu tengah mengikuti ibadah Kenaikan Isa Almasih di gereja, ia tidak menyangka bahwa perintahnya untuk melakukan kurve memusnahkan barang – barang tak terpakai dalam karton di gudang dan mess perwira yang berada di bagian belakang rumah dinas akan berbuntut amuk massa yang disulut oleh dugaan penistaan agamanya sendiri, Kristen Katolik karena diduga ada Alkitab yang ikut terbakar saat anak buahnya membakar sampah – sampah dimaksud.  

Oleh : Walhamri Wahid

Wajahnya terlihat tegang, di sisi kanannya duduk Mayjen George Elnadus Supit, Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru, di sisi kirinya duduk Mayjen Hinsa Siburian, Wakasad TNI AD yang sebelumnya juga menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, dialah Letkol Johanes Krimadi, Kasrem 172/PWY, yang menempati rumah dinas milik Kodam XVII/Cenderawasih yang Kamis, (25/5/2017) kemarin di amuk massa akibat beredarnya informasi adanya dugaan pembakaran Alkitab oleh oknum anggota TNI dari Satgas 410 / Alugoro yang tinggal satu kompleks di kediaman Kasrem di Padang Bulan.

“saat kejadian kemarin saya lagi di gereja, di rumah ada istri dan dua orang anak saya, mereka saat ini sudah saya ungsikan ke keluarga, karena keluarga saya trauma, sampai hari ini mereka masih ketakutan, karena mereka sama sekali tidak tahu apa penyebabnya, tiba – tiba massa ratusan jumlahnya datang membabi buta melempari, merusak, dan bahkan mau membakar rumah dinas ini, karena dengar ada rusuh saya pulang dan coba tenangkan massa tapi semua sudah kalap”, kata Kasrem, Letkol Johanes Krimadi kepada Lingkar Papua di sela – sela jumpa pers dengan Kodam XVII/Cenderawasih di kediaman Kasrem 172/PWY di Padang Bulan.

Baca Juga:  Budaya Asmat, Harta Warisan Yang Terabaikan

Menurut Johanes, dirinyalah yang menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk membersihkan barang – barang bekas yang berada di gudang maupun barak (mess) di bagian belakang kediaman Kasrem.

“saya yang memerintahkan mereka untuk membersihkan gudang dan juga barang – barang tak terpakai yang ada di dalam barak, jumlahnya banyak termasuk ada karton – karton yang berisi beberapa buku dan dokumen, jadi mereka sekedar melaksanakan perintah saya saja sebagai tuan rumah untuk membakar semuanya”, kata Johanes lagi.

Kasrem yang mengaku beragama Katolik tersebut meminta maaf sekiranya tindakan anak buahnya kemarin menimbulkan gejolak di masyarakat, namun sebagai tuan rumah ia mengaku yang bertanggung jawab, karena anak buahnya hanya sekedar melaksanakan perintah dirinya sebagai tuan rumah dan kalaupun di dalam karton – karton yang dibakar itu nantinya berdasarkan hasil penyelidikan Pomdam ada Alkitab dirinya memohon maaf dan memastikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.

“pemilik property ini adalah Kasrem, Johanes Krimadi, agamanya Katolik, teman – teman wartawan pake logika saja, apakah mungkin beliau sengaja membakar Alkitab, pemeriksaan awal kami belum bisa disimpulkan bahwa yang dibakar itu adalah Alkitab, karena masih di dalami dulu, kalau memang benar ada Alkitab yang dibakar dan pelakunya sengaja membakar, saya yang pertama kali potong lehernya, saya juga Nasrani”, kata Mayjen George Elnadus. Supit Pangdam XVII/Cenderawasih yang belum lama ini menjabat dengan nada prihatin.

Baca Juga:  Peringati Nuzulul Quran, Anggota Satgas YPR 501/ Kostrad Diharap Hidupkan Nilai – Nilai Islam Dalam Tugas Pelayanan

Pangdam mengaku terpukul juga dengan kasus ini, dan ia sudah melakukan pemeriksaan awal dipastikan tidak ada unsur kesengajaan apalagi bermaksud menista agama, karena anggota TNI yang diperintahkan oleh Kasrem untuk melakukan kurve dengan membakar barang – barang tak terpakai dari gudang itu sekedar melaksanakan peerintah si pemilik tempat dan pemilik barang.

“yang punya tempat dan yang punya barang – barang adalah Kasrem, namanya anak buah karena disuruh untuk memusnahkan semua barang – barang bekas yah, mereka langsung membakar tanpa memeriksa dahulu, kalau benar memang di dalam karton – karton dan sampah yang terbakar itu ada Alkitabnya, tapi hasil pemeriksaan awal belum dapat dipastikan itu Alkitab, kalau buku – buku agama yang mengutip ayat – ayat dalam Alkitab mungkin bisa jadi”, kata Pangdam, Jumat (26/5/2017) di ruang tamu kediaman Kasrem yang terlihat berantakan akibat hujan batu yang dilakukan massa kemarin.

Mayjen George E. Supit menghimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura, Papua dan umumnya umat nasrani di seluruh Indonesia tidak perlu terprovokasi akan isu – isu pembakaran Alkitab yang terjadi, ia memastikan pelakunya akan di proses dan mendapat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya akibat provokasi dari social media dan informasi yang belum terkonfirmasi banyak pihak yang dirugikan, baik masyarakat umum, termasuk juga property negara salah satunya rumah dinas Kasrem yang saat ditinjau oleh Pangdam dan Wakasad kemarin terlihat porak poranda, hampir seluruh jendela kaca pecah, dan tampak batu berbagai ukuran berserakan di halaman, teras, bahkan sampai ke dalam rumah.

Baca Juga:  Efek Pelanggaran HAM dan Solusi, Sebuah Catatan Hari HAM Sedunia 2018

“rumah ini adalah property negara, yang saat ini pemiliknya Kasrem, kalau saya kemarin ada di tempat ini, terus ada orang mau masuk ke dalam rumah dan merusak asset negara ini dan mengancam keselamatan saya sebagai pemilik tempat ini, mungkin saya dor (tembak) langsung di tempat, jadi wajar dan manusiawi kalau kemarin ada anggota yang melepaskan tembakan ke massa, karena tembakan peringatan diabaikan, makanya mereka melepas tembakan untuk melumpuhkan, bukan mematikan, dan peluru yang digunakan adalah peluru karet”, kata Pangdam dengan raut wajah memerah menahan emosi.

Dari pantauan Lingkar Papua kemarin, Jumat (26/5/2017) beberapa anggota TNI tengah sibuk memperbaiki beberapa fasilitas di kediaman Kasrem yang porak poranda, mulai dari pagar besi bagian depan yang jebol dan di las kembali, sedangkan papan nama kediaman Kasrem yang berada di bagian depan rusak parah.

Di bagian dalam hampir semua kaca – kaca kediaman bagian depan pecah terkena lemparan batu, sehingga di teras depan berserakan batu dengan berbagai ukuran, dan area kediaman tersebut masih di pasangi police line.

Amuk massa kemarin di kediaman Kasrem 172/PWY dikarenakan beredar informasi bahwa ada oknum anggota TNI yang melakukan pembakaran Alkitab, sehingga massa mendatangi kediaman Kasrem dan meminta agar pelaku di serahkan ke massa, sedangkan Kasrem sendiri saaat kejadian tidak berada di rumah, karena sedang mengikuti ibadah Kenaikan Isa Almasih di gereja. (***)

Berikan Komentar Anda

1 Comment

  1. saya berpendapat….kita melihat semua hal khususnya hal ini dngan hati nurani dan Iman….Yesus Kristus….mengajarkn…..cintailah musuhmu dan berilah Cinta KASIH…..Amin….GOOD BLESS ALL

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*