Pangdam Minta Maaf, Satu Orang Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Dugaan Terbakarnya Alkitab

Kiri: Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen (TNI) George E. Supit dan Kanan: Wakasad TNI-AD, Mayjen Hinsa Siburian

Jayapura (LP)— Terkait dugaan ikut terbakarnya Alkitab saat anggota TNI yang tinggal di mess perwira yang berada dalam kompleks kediaman Kasrem 172/PWY di Padang Bulan Kota Jayapura melakukan kurve (kegiatan bersih – bersih) dan membakar sejumlah barang – barang dan sejumlah karton berisi dokumen maupun buku – buku yang tidak terpakai lagi, Kodam XVII/Cenderawasih telah menetapkan 1 orang sebagai tersangka.

“ada satu orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, karena kelalaiannya sehingga ikut terbakarnya sejumlah dokumen yang masih di duga sebagai Alkitab, karena hingga saat ini masih di dalami untuk memeriksa sisa – sisa pembakaran tersebut benar Alkitab adanya atau hanya buku – buku tentang agama yang di dalamnya memuat kutipan dari Alkitab”, kata Mayjen George Elnadus Supit, Pangdam XVII/Cenderawasih kepada sejumlah wartawan di kediaman Kasrem, Jumat (26/5/2017) siang.

Pangdam XVII/Cenderawasih berharap masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Pomdam dan sejak kemarin Pomdam telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi pelaku maupun memeriksa bukti pendukung dan meminta keterangan beberapa pihak lainnya.

Baca Juga:  Calon Wakil Kepala Daerah Termiskin se-Indonesia Dari Paniai, Berikut Daftar Harta Lima Paslon di Pilkada Paniai 2018

“percayakan kepada kami, tetap akan kami proses lanjut, dari pemeriksaan awal memang tidak ada unsur kesengajaan, karena yang bersangkutan sudah kita periksa dan benar – benar tidak mengetahui atau menyadari bila dalam tumpukan dokumen dalam karton yang ia bakar bersama sampah – sampah kertas dan dokumen lainnya terselip buku – buku agama ataupun Alkitab yang ikut terbakar”, tegas Mayjen George E. Supit saat ditanyakan apakah akan dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang melibatkan unsur di luar TNI – AD untuk menuntaskan kasus dugaan penistaan agama tersebut.

Namun ketika ditanyakan oleh wartawan identitas ataupun inisial dari pelaku yang telah ditetapkan menjadi tersangka itu, Pangdam XVII/Cenderawasih masih enggan mengungkapkan namanya walaupun hanya inisial saja.

“sabar yah, pasti kita akan umumkan, tidak ada yang ditutupi, Pomdam sudah tangani secara serius, setelah terang semuanya termasuk apakah benar ada Alkitab yang ikut terbakar saat yang bersangkutan membakar sampah – sampah itu, ataukah hanya buku – buku tentang agama” kata Pangdam XVII/Cenderawasih lagi.

Baca Juga:  Kafe Payung – Payung

Pada kesempatan tersebut juga Pangdam menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya kepada warga masyarakat bila sudah terusik dan tersinggung dengan insiden yang terjadi kemarin.

“saya mewakili institusi TNI-AD mohon maaf, kiranya gara – gara insiden ini sehingga menimbulkan amarah atau mengusik ketenangan warga, sebagai pimpinan saya mohon maaf, dan berharap semua pihak bisa melihat masalahnya secara jernih, tapi tetap kita akan proses hukum sesuai aturan yang berlaku, karena hukuman yang akan diterima sesuai hukum militer dan kena berlapis”, tandas Pangdam lagi menambahkan bahwa permohonan maafnya juga sudah ia sampaikan Jumat (26/5/2017) saat pertemuan dengan sejumlah tokoh agama bersama Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) di kantor Walikota Jayapura.

Baca Juga:  Sarmi dan Mappi Ditolak, Tolikara PSU, Intan Jaya Rekapitulasi Penghitungan Suara Lanjutan

Sementara itu mantan Pangdam XVII/Cenderaswasih yang saat ini telah dilantik sebagai Wakasad TNI-AD yang juga hadir di kediaman Kasrem, Jumat (26/5/2017) kemarin menghimbau kepada seluruh rakyat Papua dan umat nasrani tidak terpancing dengan isu – isu yang rame di social media yang terkesan ingin mengadu domba antar umat beragama di Papua yang selama ini sudah terjalin baik.

“ini tidak ada unsur kesengajaan yah, tolong teman – teman pers bisa membedakan mana yang ‘membakar” dan mana yang “terbakar”, karena saya sudah ketemu Pomdamnya langsung dan melihat hasil pemeriksaan, tidak ada unsur kesengajaan (membakar), tetapi yang ada di duga ada Alkitab yang ikut terbakar saat yang bersangkutan melaksanakan perintah atasannya untuk melakukan kurve membersihkan gudang dan mess perwira yang hendak ditempati”, kata Mayjen Hinsa Siburian, Wakasad TNI-AD. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

1 Comment

  1. MANUSIA MANUSIA PENEGAKAN HUKUM ADALAH MANUSIA MANUSIA YANG KEBAL HUKUM

    TNI POLRI ADALAH AKTOR UTAMA DALAM PELANGGARAN HUKUM DAN PELAKUNYA DILINDUNGI…

    ORANG ORANG YANG KERJA DALAM LEMBAGA LEMBAGA NEGARA INI SEMOGA TUHAN MEMBERIKAN IMBALAN YANG SETIMPAL DENGAN APA YANG DIPERBUATNYA…SEKALIPUN MEREKA KEBAL HUKUM DARI DUNIA…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*