Pasca Insiden 25 Mei Padang Bulan, Penghuni Asrama Mahasiswa Waropen Mengungsi Semua

Asrama Mahasiswa Putra Waropen tampak lengang, sudah dua hari seluruh penghuni Asrama yang letaknya tepat di bagian belakang TKP tempat sampah kompleks kediaman Kasrem 172/PWY. (Foto : Amri/Lingkar Papua)

Jayapura (LP)— Sejak pecahnya aksi rusuh massa pada 25 Mei 2017 di Padang Bulan, hingga kemarin Jumat (26/5/2017) penghuni asrama mahasiswa putra Kabupaten Waropen yang lokasinya berada di ketinggian bukit bagian belakang kediaman Kasrem mengungsi entah kemana rimbanya.

“mereka takut, jadi setelah peristiwa kemarin itu semuanya katanya ada mengungsi, saya tidak tahu pasti ade berapa jumlah penghuni asrama itu, tapi katanya mereka ada mengungsi ke salah satu asrama di seputaran Abepura juga”, kata seorang ibu, Jumat (26/5/2017) sore saat Lingkar Papua menyambangi Asrama Mahasiswa Putra Kabupaten Waropen di Padang Bulan.

Namun setelah Lingkar Papua menelusuri beberapa asrama mahasiswa yang disebutkan oleh ibu sebelumnya, tetapi tidak ada satupun mahasiswa Waropen yang berhasil ditemui Lingkar Papua di lokasi – lokasi yang disebutkan.

“kemarin memang saya ada dengar mereka ada mau numpang disini, tapi sampai hari ini tidak ada om, tapi saya dengar katanya ada orang tuakah, pejabatkah dari Waropen yang ada sewakan atau kontrakan mereka rumah sementara, tapi saya tidak tahu alamat pastinya, katanya mereka semua disana sementara”, kata seorang mahasiswa yang berhasil ditemui Lingkar Papua di salah satu asrama.

Namun sekitar dua jam lebih Lingkar Papua berputar – putar di wilayah yang disebutkan tersebut pemuda sebelumnya, namun tidak berhasil menemukan lokasi rumah yang katanya dijadikan asrama sementara bagi mahasiswa putra asal Waropen yang mengungsi tersebut.

Baca Juga:  Mengungkap Tabir Dugaan Ijazah Palsu Bupati Mimika

Saat Lingkar Papua menyambangi Asrama Mahasiswa Putra Waropen, Jumat (26/5/2017) kemarin, bangunan besar itu tampak lengang, beberapa kali teriakan Lingkar Papua dari luar pagar yang tidak terkunci tidak mendapat sahutan.

Karena pagarnya tidak terkunci, akhirnya Lingkar Papua mencoba memasuki areal halaman Asrama dan memanggil – manggil namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam ruangan Asrama.

Di bagian luar Asrama masih terlihat sisa – sisa jemuran yang belum diangkat, terlihat juga dua buah motor yang terparkir di salah satu sudut bangunan, bahkan ada helm dan sepatu yang tergeletak di bagian teras asrama.

Karena mengira ada orang di dalam ruangan namun sedang tertidur, akhirnya Lingkar Papua mencoba menoki pintu dan memanggil – manggil, namun tidak ada sahutan juga, dari balik kaca jendela Lingkar Papua mencoba melihat ke dalam ruangan utama bangunan Asrama tersebut, terlihat tumpukan kasur – kasur yang terlihat kumal yang terikat seperti akan diangkut di bagian tengah ruangan dengan sebuah meja permainan karambol tergeletak dilantai, sedangkan ruangan tersebut terlihat kosong melompong.

Asrama Mahasiswa Putra Waropen yang letaknya tepat berada di atas lokasi tempat sampah pembakaran beberapa buku yang diantaranya diduga ada Alkitab saat anggota TNI yang tinggal di kediaman Kasrem membakar sampah – sampah yang sudah tidak terpakai, Kamis (25/5/2017) kemarin adalah satu – satunya akses warga sipil (public) terhadap TKP, karena kompleks kediaman Kasrem adalah property militer yang tidak bisa di akses oleh public secara bebas.

Baca Juga:  Desember 2017 Ada 7 Kasus Gizi Buruk di Puskesmas Muting, Sudah Tertangani

Dari halaman depan asrama yang di pagar besi yang letaknya lebih tinggi sekitar 2 – 3 meter dari kediaman Kasrem di bawah, kita dapat memandang dengan leluasa ke tempat sampah maupun beberapa sudut kediaman Kasrem di bagian depan, demikian halnya juga, bila kita berada di kediaman Kasrem kita bebas memandang ke atas di bagian belakang kediaman untuk memantau aktifitas di asrama tersebut.

Dimana dari informasi yang berhasil di himpun Lingkar Papua sebelumnya, bahwa diduga mahasiswa atau warga sipil yang bermukim di Asrama Mahasiswa Waropen tersebutlah yang pertama kali melihat sisa – sisa pembakaran sampah yang diduga sebagian diantaranya adalah Alkitab, dimana kemudian mahasiswa tersebut sempat memfoto dan memberitahukan kepada warga jemaat di salah satu gereja yang lokasinya tidak jauh dari situ sehingga warga marah dan mendatangi lokasi kejadian di kediaman Kasrem 172/PWY.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi, apakah foto yang tersebar luas di social media sejak kemarin adalah foto yang di dokumentasikan oleh mahasiswa di Asrama tersebut atau bukan, karena hingga kini baik Pomdam maupun Polda Papua belum bisa mengungkap pembuat dan penyebar foto sisa pembakaran yang menjadi salah satu pemicu meluapnya emosi warga sekitar.

Setelah memanggil – manggil tidak jawaban dari dalam asrama, akhirnya Lingkar Papua memutuskan untuk meninggalkan kompleks Asrama yang tampak sunyi itu, namun tidak lama kemudian datang seorang anggota TNI menggunakan motor bebek yang menanyakan maksud dan kedatangan Lingkar Papua di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Kunker ke Papua, Komisi V DPR RI Pertanyakan Tidak Adanya Pejabat OAP di Mitra Kerjanya

“mas mau ngapain, sama siapa kesini ?” tanya oknum anggota TNI tersebut yang kepada Lingkar Papua mengaku hendak mengantarkan undangan ibadah di Waena kepada para penghuni asrama di situ.

“ada dengan teman mas, bertiga ada di bawah situ, kami tadi di SMS dari teman katanya Komnas HAM ada mau jumpa pers di Asrama ini, makanya kami kesini, tapi kok sunyi sekali, makanya saya tunggu disini teman saya ada ke kios di bawah beli rokok dengan air minum dulu”, jawab wartawan Lingkar Papua sambil menunjuk ke salah satu rumah yang agak jauh dari lokasi Asrama.

Bangunan Asrama Mahasiswa Putra Waropen tersebut berada di lereng perbukitan, dan merupakan bangunan terakhir, tidak ada lagi hunian lagi disekitar situ, kecuali hutan dan semak belukar serta dua buah bangunan rumah yang tidak berpenghuni.

Setelah wartawan Lingkar Papua naik ke atas mobil dan memutar mobil, akhirnya oknum anggota TNI tersebut juga berputar haluan dan berlalu dari asrama tersebut, tidak jadi memberikan undangan ibadah juga kepada para mahasiswa karena tidak ada orang.

Hingga berita ini dimuat, Lingkar Papua belum berhasil mendeteksi keberadaan para mahasiswa penghuni Asrama Putra Waropen tersebut. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*