Bobol Bank Gunakan Nasabah Palsu, Mantan Pimpinan Bank Syariah Mandiri Divonis 8 Tahun Denda 10 Miliar

Kabidhumas Polda Papua, Kombes (Pol) Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. (Foto : Amri/ Lingkar Papua)

Jayapura (LP)— Karena terbukti merugikan Bank Syariah Mandiri Jayapura hingga Rp 12,56 Miliar, mantan Kepala Pimpinan Cabang (KCP) Abepura dan KCP Jayapura PT. Bank Syariah Mandiri periode tahun 2010 – 2014, Ir. Syamsul Ansar Muis (SAM) diganjar vonis 8 tahun dan denda Rp 10 Miliar oleh Hakim Pengadilan Negeri, dan saat ini terdakwa SAM ada melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Papua.

“hasil auditor internal Bank Syariah Mandiri kerugian yang timbul akibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini mencapai 12 Miliar lebih, jadi modusnya yang bersangkutan memberikan kredit fiktif kepada orang – orang tertentu tetapi pada prakteknya dana – dana kredit yang cair tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri”, kata Kombes (Pol) Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam releasenya kepada Lingkar Papua, Jumat (26/5/2017) malam.

Kasus ini sebenarnya sudah sejak tahun 2015 di laporkan oleh PT Bank Syariah Mandiri ke kepolisian melalui Laporan Polisi Nomor : 239/X/2015/Spkt Polda Papua, tanggal 27 Oktober 2015, dimana sebelumnya pihak Bank Syariah Mandiri sudah melakukan pendekatan proaktif kepada terdakwa untuk pengembalian kerugian yang timbul karena tidak ada itikad baik sehingga akhirnya di laporkan ke kepolisian.

Baca Juga:  Bupati Markum : PKK Harus Jadi Ujung Tombak Dongkrak Kesejahteraan Keluarga

“modusnya beberapa nasabah topengan (asli tapi palsu) tersebut tidak mengetahui berapa besaran nilai kredit/pembiayaan yang dicairkan dan berapa besaran angsuran tiap bulannya, karena nasabah tersebut hanya dimintakan data identitas (KTP, KK, SIUP, dll)”, kata Kabidhumas Polda Papua.

Terdakwa dalam proses penyidikan hingga berkas naik ke persidangan di tuntut dengan pidana asal Tindak Pidana Perbankan Syariah, pasal 63 ayat (1) huruf a dan/atau pasal 66 ayat (1) huruf a UU RI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah jo Pasal 64 KUHP.

“jadi yang bersangkutan sudah di vonis 8 tahun penjara dan denda 10 Miliar subsider 3 bulan kurungan, dan saat ini terdakwa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Papua, dan kami sudah menelusuri asset – assetnya yang tersebar di beberapa kabupaten yang sudah diatas namakan dengan nama orang lain”, kata Kabidhumas lagi.

Baca Juga:  Sambut Paskah Klasis GKI Yapen Selatan Gelar Sejumlah Lomba

Dimana dari hasil penelusuran tim Subdit II Perbankan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Papua maka Polda Papua berhasil mengamankan 19 asset berupa asset tidak bergerak baik dalam bentuk sertifikat tanah maupun ruko / bangunan baik atas nama terdakwa maupun atas nama orang lain.

“di Kota Jayapura ada 12 unit tanah dan bangunan atas nama orang lain, dan 1 petak tanah saja atas nama orang lain juga, untuk di Kabupaten Jayapura sudah di amankan 4 unit tanah dan bangunan atas nama orang lain sedangkan 1 unit tanah dan bangunan atas nama terdakwa, di Keerom ada 1 unit tanah atas nama orang lain”, kata Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal.

Baca Juga:  Mau Jadi Caleg Golkar, Salah Satu Syaratnya Harus Menangkan LUKMEN di Lingkungannya

Menurutnya penyidikan TPPU sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/46/III/2016/Spkt Polda Papua, tanggal 18 Maret 2016, karena tersangka melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan atau menitipkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diketahuinya berasal dari tindak pidana perbankan syariah sehingga tersangka disangka dengan pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“kemarin kita sudah koordinasikan dengan JPU di Pengadilan Negeri untuk serahkan tersangka kepada JPU di Pengadilan Tinggi, sedangkan beberapa asset atau hasil dari tindak pidana TPPUnya tengah di lakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pengecekan barang bukti berupa dokumen dan lokasi tanah dan bangunan”, kata Kabidhumas Polda Papua. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*