Kapolda Papua Bantah Berita PapuaNews.id Soal Tertangkapnya Provokator dan Penyebar Isu Pembakaran Alkitab Yang Dikaitkan Dengan Kasus Ahok dan Simpatisan KNPB

Inilah tampilan portal berita papuanews.id yang menerbitkan berita soal tertagkapnya provokator dan penyebar isu pembakaran Alkitab yang dibantah oleh Polda Papua karena berita bohong (hoax)

Jayapura (LP)— Polda Papua membantah berita yang beredar di social media bahwa kepolisian telah menangkap dua orang tersangka sebagai provokator dalam aksi rusuh massa yang berdampak pada pemblokiran jalan dan pengrusakan rumah dinas Kasrem 172/PWY dan penyebar isu pembakaran Alkitab pada peristiwa 25 Mei di Padang Bulan kemarin, apalagi para tersangka sebut papuanews,id dikait – kaitkan dengan kasus Ahok di Jakarta dan organisasi KNPB.

“hoax itu, hingga sekarang kita masih dalami, belum ada yang ditangkap, media apa itu yang beritakan, tidak benar itu, saya tidak pernah memberikan keterangan seperti itu”, kata Kombes (Pol) Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, Kabidhumas Polda Papua, Kamis (26/5/2017) melalui pesan WhatsApp kepada Lingkar Papua.

Di beberapa group jual beli Kota Jayapura dan sekitarnya dan juga menjadi pembicaraan warga Kota Jayapura, beredar tautan berita yang bersumber dari sebuah portal berita bernama papuanews.id, yang menyebarkan berita yang bersumber dari Kabidhumas Polda Papua yang menyatakan bahwa pihak kepolisian Polda Papua telah berhasil menangkap dua orang pelaku yang di duga sebagai provokator aksi rusuh massa dan juga penyebar isu pembakaran Alkitab.

Baca Juga:  Lantik 28 Advokat Baru Peradi, Ketua Pengadilan Tinggi Ingatkan Jangan Sampai Ada Yang Kena OTT

Dimana dalam pemberitaannya papuanews.id, portal media yang tidak mencantumkan alamat kantornya, penanggung jawab medianya, maupun badan hukum yang menaungi media online tersebut mengaitkan dua orang tersangka tersebut dengan etnis keturunan tertentu yang ingin mengaitkan insiden pembakaran Alkitab kemarin dengan kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di Jakarta dan juga salah satu tersangka adalah simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama ini di Papua dikenal sebagai organisasi yang getol menyuarakan pelanggaran HAM dan menuntut Referendum dengan memasang foto dua orang berbeda kulit dalam pose duduk dengan celana pendek yang di kaburkan wajahnya.

“Dua orang yang berhasil ditangkap tersebut berinisial JL (keturunan china) penyebar isu pembakaran Alkitab dan FT (simpatisan KNPB) provokator pemalangan jalan serta penganiayaan Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait. Keterlibatan JL yang merupakan keturunan china diduga ingin mengaitkan permasalahan di Jakarta yang menjerat Basuki Tjahja Purnama alias Ahok”, tulis papuanews.id dalam portal beritanya di paragraph ke empat dan paragraph ke enam dengan judul berita “Provokator dan Penyebar Isu Pembakaran Alkitab di Jayapura di Tangkap’ yang hingga Sabtu (28/5/2017) malam pukul 1.30 WIT masih menayangkan berita tersebut.

Baca Juga:  Putusan MA 5 Tahun, Pengacara Sudah Ajukan PK, Tapi Sekda Kota Kok Belum di Eksekusi ?

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar yang dikonfirmasi terkait pemberitaan papuanews.id tersebut juga menegaskan bahwa itu hanyalah hoax dan sangat menyayangkan bila benar ada informasi seperti itu.

“nggak benar itu, hoax, siapa yang buat beritanya, hingga saat ini belum ada yang kita tahan atau periksa, semuanya masih di lidik dan di dalami, tidak benar berita itu”, tegas Boy Rafli Amar Jumat (26/5/2017) di salah satu Rumah Makan di seputaran Tanah Hitam usai meninjau kediaman Kasrem 172/PWY di Padang Bulan.

Lingkar Papua yang mencoba menelusuri informasi pengorder atau yang mendaftarkan domain website tersebut atas bantuan pengguna social media lainnya berhasil mendapatkan alamat yang didaftarkan yakni di Jalan Perumnas III Blok 4 D, dimana domainnya di daftarkan sejak 23 Maret 2016.

Baca Juga:  Ditengok Jokowi, Osman Marbun Janji Jembatan Holtekamp Jadi ‘Bingkisan Natal’ Bagi Papua

Lingkar Papua mencoba mengkonfirmasi kepada redaksi papuanews.id melalui nomor telepon yang dicantumkan, namun hingga berita ini dinaikkan, SMS konfirmasi yang di kirimkan belum dibalas.

Namun dari penelusuran Lingkar Papua, Minggu (28/5/2017) bahwa benar ada 3 orang yang sempat diamankan oleh aparat kepolisian saat terjadi rusuh massa, Kamis (25/5/2017) di Padang Bulan, hanya saja hingga kini kepolisian masih merahasiakan identitas ketiganya,(amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*