Setahun Tertunda, Prasasti GKI Getsemani Pertemukan Empat Pejabat Baru di Papua

Penandatanganan Prasasti Pentahbisan Gedung Gereja GKI Getsemani Trikora Waena oleh Wakasad, Mayjen (TNI) Hinsa Siburian. (Foto : Amri/Lingkar Papua)

Gedung Gereja GKI Getsemani Trikora Waena sebenarnya sudah setahun lebih di fungsikan, prasasti peresmiannya yang tertulis nama Mayjen (TNI) Hinsa Siburian sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih juga sudah sejak April 2016 siap untuk di tanda tangani, setelah menjabat sebagai Wakasad dan adanya insiden dugaan pembakaran Alkitab kemarin barulah ditahbiskan, hikmahnya momentum tersebut mempertemukan 3 pimpinan baru di Papua yakni Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Walikota Jayapura

Oleh : Walhamri Wahid

Bangunan megah itu berdiri gagah berdampingan dengan sebuah masjid di sisi kirinya, letaknya berada di kompleks Danintel Kodam XVII/Cenderawasih, meski berada di kompleks militer tetapi juga sering di sambangi jemaat dari warga sipil yang ikut beribadah disitu.

“ini biasanya di bilang gereja tentara, tapi gereja ini harus menjadi taman kasih bagi semua hamba-Nya dan bukan hanya untuk tentara saja, sudah jadi komitmen TNI sebagai penjaga keutuhan NKRI, dengan memberi contoh bagaimana hidup toleransi beragama, di semua kompleks TNI-AD pasti rumah ibadah di bangun berdampingan, kita berharap GKI Getsemani ini nantinya akan menjadi taman yang menyebar luaskan nilai – nilai kebangsaan dan semangat toleransi antar umat beragama, agar Papua ini tetap damai”, kata Mayjen (TNI) Hinsa Siburian, Wakil Kepala Staff TNI – AD (Wakasad) saat memberikan sambutan acara peresmian dan pentahbisan gedung gereja GKI Getsemani Trikora Waena, Sabtu (27/5/2017).

Menurutnya peresmian gedung gereja tersebut sebenarnya sudah di rencanakan sejak dirinya masih menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, namun karena kesibukannya bahkan hingga dirinya kini menjabat sebagai Wakasad, barulah Hinsa Siburian berkesempatan menandatangani prasasti pentahbisan GKI Getsemani yang sudah di bikin sejak April 2016 lalu.

“waktu itu dari Ketua Jemaat bermaksud membawa prasasti ke Kodam untuk saya tanda tangani saja di rumah, bila saya sibuk, tapi saya tolak, masa prasasti yang datangi kita, harusnya saya yang datang untuk tanda tangan di gereja sini, tapi rupanya semua ini rencana Tuhan, hari ini kami semua 4 pejabat baru, khususnya 3 di Papua di kumpulkan Tuhan di tempat ini, pasca peristiwa kemarin, rupanya ini rencana Tuhan”, kata Hinsa Siburian disambut tepuk tangan jemaat yang hadir.

Baca Juga:  Bupati Dasinapa Didesak Segera Ganti Sekda Mamberamo Raya

Secara kebetulan kemarin, empat pejabat baru terkumpul di acara peresmian gedung GKI Getsemani Trikora Waena, Mayjen (TNI) Hinsa Siburian yang belum genap sebulan di lantik sebagai Wakasad, Mayjen (TNI) George Ernaldus Supit yang juga baru beberapa hari serah terima sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar yang juga belum genap sebulan menjabat sebagai Kapolda Papua, dan DR. Benhur Tomi Mano, MM yang juga baru beberapa hari dilantik sebagai Walikota Jayapura yang baru.

Harapan Wakasad, dengan dipertemukannya ketiga pejabat baru Papua di dalam rumah Tuhan, beberapa masalah yang sedang mengemuka di Papua khususnya Jayapura, baik itu kejahatan, maupun terkait isu SARA yang baru saja terjadi kemarin bisa di selesaikan dan dituntaskan dalam waktu segera dan Kota Jayapura kembali menjadi daerah yang aman, tentram, dan damai.

Pada kesempatan itu Wakasad meminta kepada hamba – hamba Tuhan agar bisa lebih menyelami makna firman Tuhan di dalam Roma ; 2 dan menyebar luaskan kepada jemaatnya masing – masing.

“bapak saya guru di Sumatera, dia dapat gaji dari negara waktu itu, tapi tahun 1958—1959 rumah Bapak saya di desa itu jadi tempat pertemuan Permesta, itu gerombolan yang ingin merdeka dari Indonesia pada tahun 50-an, tapi berhasil di padamkan negara, dari peristiwa itu banyak pelajaran yang saya dan kami semua orang Sumatera ambil hikmahnya, seperti tertuang di dalam firman Tuhan dalam Roma : 2 itu”, kata Hinsa Siburian.

Baca Juga:  Kapolda Papua Himbau Warga Bijak Gunakan Sosial Media

Ia menghimbau agar tokoh agama juga menyebar luaskan semangat kebangsaan sebagaimana firman Tuhan, bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan yang pertama di muka bumi, jadi kalau sebagai hamba Tuhan, tentunya orang Kristen juga harus dengar – dengaran dengan pemerintah.

“kita di Sumatera setelah Permesta gagal merdeka, orang tua kami semua kerja keras dengan tujuan satu saja, anak – anak kami semua di sekolahkan setinggi – tingginya, termasuk saya, karena bapak saya itu dulu Guru dan rumahnya sering di pake pertemuan Permesta yang mau memberontak, sehingga dengan pendidikan, ada jabatan kita bisa berbuat dan menolong sesame dan menjadi lebih baik, saya harap pengalaman pribadi saya ini bisa dijadikan refleksi dan contoh bagi saudara – saudara di Papua sini”, kata Wakasad lagi.

Pada kesempatan tersebut juga Wakasad memberikan bantuan kepada GKI Getsemani sebesar Rp 100 juta untuk menuntaskan pembangunan beberapa bagian dari gereja yang belum selesai.

Pangdam XVII/Cenderawasih dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat kristiani di Papua yang tidak terhasut dengan insiden kemarin, ia kembali mengingatkan bahwa orang Kristen di Papua harus memperlihatkan contoh dan menyebar luaskan bagaimana ajaran Yesus Kristus tentang cinta dan kasih.

“hari ini kita sudah memperlihatkan kasih Yesus yang selama ini kita yakini, kita tidak terpancing, terhasut, karena ada segelintir orang yang memang ingin NKRI ini hancur, kita harus berkaca dari negara – negara lain di luar sana, yang setiap hari hanya baku tembak dan saling bunuh, tidak ada kedamaian, orang Kristen di Papua harus jadi penjaga NKRI dan terus sebar luaskan kasih di atas bumi ini”, kata Mayjen (TNI) George E. Supit.

Baca Juga:  Kenapa Pemerintah Takut Dialog Dengan Papua ?

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) dalam sambutannya kembali menghimbau agar warga Kota Jayapura khususnya umat Nasrani tidak mudah terhasut dan terprovokasi dengan isu – isu dan informasi yang beredar di social media.

“jangan percaya dengan semua yang ada di social media, kita harus saling menghargai dan menghormati, saya amati sejak pelantikan saya 5 hari yang lalu, begitu banyak persoalan dan masalah – masalah social dan kejahatan yang terjadi di masyarakat, tapi kita harus sikapi dengan pikiran jernih dan hati dingin, karena itulah dinamika yang berkembang di kota – kota besar yang memiliki dinamika tinggi”, kata Walikota Jayapura.

Ia menyerukan agar warga jemaaat GKI Getsemani juga terus menyebar luaskan kasih kepada sesame, sehingga apa yang menjadi visi misi dari Kota Jayapura menjadikan kota yang aman, damai dan sejahtera bisa dirasakan oleh seluruh kalangan.

“kita tetap tenang, kita percayakan sepenuhnya ke proses hukum apapun hasilnya nanti, dan sesuai komitmen saya dengan warga kemarin di depan Makorem, kita berharap kasus ini bisa di tuntaskan dan menjadi terang dalam waktu 1 minggu”, kata Benhur Tomi Mano.

Acara pentahbisan gedung gereja GKI Getsemani, Sabtu (27/5/2017) kemarin berlangsung khidmat di dahului dengan ibadah, kmeudian dilanjutkan dengan sambutan – sambutan dan di tutup dengan penanda tanganan prasasti Pentahbisan Gedung Gereja GKI yang sudah sejak 3 April 2016 lalu di buat untuk di tanda tangani oleh Pangdam XVII/Cenderawasih yang ketika itu masih dijabat Hinsa Siburian yang kini sudah naik menjadi Wakasad (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*