Sudah Ada Jaminan Keamanan dari Kodam dan Polda, Sebagian Penghuni Asrama Putra Waropen Sudah Kembali

Ketua Ikatan Mahasiswa Waropen (IMAWAR) Habelino Sawaki, SH, M.Si bersama Ketua Komnas HAM Frits Ramandey ketika mengarahkan beberapa orang mahasiswa Waropen agar kembali ke Asrama karena sudah ada jaminan keamanan dari Polda maupun Kodam. (Foto : Dok. IMAWAR)

Jayapura (LP)— Pasca amuk massa yang terjadi Kamis, 25 Mei 2017 di rumah dinas Kasrem 172/PWY yang lokasinya berada di bagian depan Asrama Putra Kabupaten Waropen, seluruh penghuni asrama putra tersebut terpaksa mengungsi sementara karena merasa takut akan keselamatan mereka, namun setelah ada jaminan keselamatan dari Pangdam, Kasdam dan sejumlah petinggi daerah lainnya termasuk Komnas HAM, akhirnya sejak Sabtu (28/5/2017) kemarin satu persatu mereka kembali ke asrama.

“sejak kemarin ade – ade sudah kembali ke asrama, memang masih ada sebagian yang belum, tapi kita sudah kumpulkan semua dan tidak perlu ada kekhawatiran macam – macam karena kondisinya semua sudah terkendali, jadi tidak perlu takut lagi”, kata Habelino Sawaki, SH, M.Si, Ketua Ikatan Mahasiswa Waropen (IMAWAR) saat ditemui Lingkar Papua di salah satu hotel di seputaran Abepura.

Ia menuturkan benar bahwa saat meledak amuk massa di kediaman Kasrem, seluruh penghuni asrama mencari aman dengan mengungsi.

“kemarin mereka tersebar, ada yang ke keluarga, ada juga yang berkumpul di satu tempat, ada juga yang masih ikut teman – temannya di Asrama, tapi Jumat (26/5/2017) sudah ada pertemuan dengan Pangdam, Kapolda di Aula Walikota Jayapura, kita juga sudah bertemu dengan Kasdam di kediaman Kasrem, Jumat (26/5/2017) sore, juga sudah bertemu dengan Wakabaintelkam Mabes Polri, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw, juga sudah ada Kaka Frits Ramandey dari Komnas HAM yang dampingi ade – ade, dan sudah diberikan jaminan keamanan, jadi ade – ade tidak perlu khawatir”, kata Habelino Sawaki lagi.

Baca Juga:  INGIN SERIUS MENGEMBANGKAN AGROWISATANYA

Menurutnya kekhawatiran anak – anak penghuni asrama akan keselamatan mereka cukup beralasan, mengingat dari informasi yang beredar warga sipil yang pertama kali mengetahui kejadian dugaan pembakaran Alkitab di kompleks rumah dinas Kasrem 172/PWY adalah para penghuni Asrama Mahasiswa Putra Waropen, yang kemudian secara spontan menginformasikan kejadian tersebut kepada salah satu warga jemaat di gereja sekitar yang tengah melaksanakan ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus.

“asrama itu bebas orang masuk, kadang ada teman atau keluarga mereka yang datang berkunjung, kita belum tahu siapa yang pertama kali lihat dan memfoto, tapi kalau ade – ade asrama saya sudah tanya mereka satu persatu dan periksa mereka punya handphone, tidak ada yang menyimpan foto sama seperti yang sempat beredar di social media kemarin itu sehingga informasinya tersebar cepat sekali”, kata Habelino Sawaki.

Baca Juga:  Soal Sistem Noken di Papua, Perludem Minta Harus Diatur Dengan PKPU

Tapi ia tidak menampik bahwa ada beberapa ade – ade yang secara spontanitas menyampaikan informasi yang mereka lihat kepada warga jemaat di salah satu gereja, namun menurutnya itu adalah hal yang manusiawi, tapi mereka hanya sekedar penyampaian lisan saja kepada beberapa pendeta yang bersama – sama warga mendatangi rumah Kasrem 172/PWY untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

“soal itu dari pihak Kodam maupun Polda juga sudah memahami, bahwa itu manusiawi dan respon spontan, tidak ada niatan dari ade – ade untuk bikin kacau apalagi di tunggangi, bahkan kalau dari penuturan beberapa saksi mata, justru pelemparan itu dilakukan oleh oknum – oknum tak dikenal di luar rumah dinas Kasrem, padahal warga jemaat dan pendeta masih ada di dalam kediaman untuk mengklarifkasi dan mendengar penjelasan, jadi tidak benar kalau ada yang bilang bahwa ade – ade di Asrama yang memprovokasi, justru mereka datang dan bicara baik – baik, ada pihak lain yang kompori makanya kemarin terjadi aksi rusuh massa, tapi yang sudah lewat biarlah, yang penting sekarang ade – ade sudah kembali ke asrama dan ada jaminan keamanan bagi mereka, karena tidak semua penghuni asrama tahu dan mengerti dengan kasus ini”, kata Habelino.

Baca Juga:  Pulsa Elektrik dan Listrik Prabayar Tidak Ada Satuan Ukurnya

Posisi Asrama Mahasiswa Putra Kabupaten Waropen letaknya memang berada di ketinggian bukit dan tepat berada di bagian belakang kediaman Kasrem 172/PWY yang tidak bisa di akses public, atau diatas tempat sampah yang menjadi TKP dugaan pembakaran Alkitab beberapa waktu lalu, dimana dengan mata telanjang kita dapat melihat ke tempat sampah dimaksud dari atas, karena posisi dan letak Asrama memang lebih tinggi dari kediaman Kasrem. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*