Pesawat Sriwijaya Air Nyungsep, Evakuasi Sampai Malam, 146 Penumpang Selamat, Bandara Rendani Manokwari Hari Ini Buka Kembali

Proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air yang nyungsep di Bandara Rendani Manokwari, Rabu (31/5/2017) kemarin, setelah ditutup, akhirnya hari ini, Kamis (1/6/2017) operasional Bandara dibuka kembali. (Foto : kiriman warga)

Manokwari (LP)—Butuh waktu sekitar 10 jam lebih untuk memindahkan pesawat Sriwijaya Air seri Boeing 730-300 yang tergelincir (nyungsep-Red) di run way Bandara Rendani Manokwari, Rabu (31/5/2017) ke appron parkir area, dimana proses evakuasi yang melibatkan pihak Bandara, Bazarnas, kepolisian, TNI AD, Pelindo, Damkar dan pihak – pihak lainnya itu berlangsung dari siang hingga malam hari.

Akibat proses evakuasi tersebut, Rabu (31/5/2017) kemarin sejak pukul 09.30 WIT Bandara Rendani Manokwari ditutup total, namun hari ini, Kamis (1/6/2017) sudah normal kembali.

Pesawat Sriwijaya Air seri Boeing 730-300 dengan nomor registrasi PK- CJC tergelincir keluar dari landasan pacu Bandar Udara Rendani Manokwari Papua Barat, Rabu (31/5/2017) sekitar pukul  09.14 WIT.

Baca Juga:  Fraksi Keadilan Nasional DPRP ‘Tra Jadi Usulkan Pembentukan Pansus 13.000 Rumah Layak Huni

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 570 PK yang memuat 146 penumpang yang terdiri dari 134 orang dewasa, 4 anak- anak, 3 bayi dan 7 crew pesawat bertolak dari Bandara Dominique Eduard Osok (Osok) Sorong berhasil landing di Bandara Rendani sekitar pukul 08. 55 WIT, namun karena cuaca yang kurang baik, hujan lebat sehingga bandara licin dan akhirnya pesawat tersebut tergelincir keluar dari run way.

Kapolres Manokwari, AKBP Cristian Rony Putra,S.Ik MH kepada wartawan saat kejadian mengatakan bahwa semua penumpang dan crew selamat dalam insiden kemarin itu.

“Dimana Sriwijaya Air dari Jakarta, Makasar dan Sorong mendarat dengan mulus, tetapi hujan yang menyebakan pesawat tergelincir pas mau landing di sini (Manokwari-Red),”kata Kapolres

Baca Juga:  Misteri Dua Bilah Parang di Lokasi Penemuan Mayat Kaitemu

Menurutnya, berdasarkan pemantauan awal di TKP roda pesawat patah, dan terjebak di tanah berpasir yang becek, sehingga membutuhkan alat berat untuk menarik keluar badan pesawat.

“Untuk mengevakuasi pesawat dari ujung landasan pacu run way akan menggunakan crane dengan TNI AL karena roda pesawat tertanam ke dalam tanah,”katanya.

Terkait insiden tersebut, kemarin Kepala Bandara Manokwari, Bambang Susetyo menyampaikan penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari sampai selesainya proses evakuasi.

“Hari ini (kemarin-Red) close semua, mudah-mudahan pesawat bisa dievakuasi hari ini, agar besok (hari ini-Red) kita bisa open lagi, saya belum bisa memberikan keterangkan lebih banyak sebab lagi focus proses evakuasi”, kata Bambang Susetyo”.

Baca Juga:  Enembe : 2023 Dana Otsus Stop, Daerah Harus Mampu Kelola SDA Untuk PAD

Berdasarkan pantauan jurnalis warga yang melaporkan peristiwa kemarin kepada Lingkar Papua di lokasi kejadian, proses evakuasi pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 703 – 300 masih berlangsung hingga malam hari menggunakan tiga alat berat yakni forklift, eksavator dan crane milik PT. Pelindo 1V Manokwari, juga sejumlah armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) di siagakan di lokasi kejadian, mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran, mengingat pesawat dimaksud berisikan bahan bakar avtur. (rpm/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*