Pemprov Papua Canangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Kadinkes Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes saat memberikan buah kepada para peserta Raker Kesehatan Provinsi Papua, sebagai salah satu kampanye makan buah dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). (Foto : Amri / Lingkar Papua)

Jayapura (Lingkar Papua)— Berbagai macam penyakit yang di derita oleh warga masyarakat saat ini, termasuk di Papua sebenarnya terjadi karena perilaku hidup yang tidak sehat ditambah sanitasi lingkungan yang buruk, sehingga diperlukan sebuah gerakan untuk menumbuhkan kesepahaman antara seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang lebih menekankan pada upaya – upaya preventif dan promotif dengan menumbuhkan kemandirian keluarga dan masyarakat untuk berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dan untuk memulai hal itu di Provinsi Papua, Jumat (2/6/2017) bertempat di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kementerian Kesehatan bersama – sama dengan Pemerintah Provinsi Papua mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang ditandai dengan penanadatanganan MoU antara Kadinkes Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.kes dengan seluruh Kadinas Kesehatan dari 29 kabupaten / kota dan pembubuhan tanda tangan di selembar spanduk disaksikan oleh drg. Usman Sumantri, M.Sc, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) mewakili Menteri Kesehatan, Gubernur Papua, Lukas Enembe yang diwakili Simeon Itlay (Staff Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa Papua).

Dalam penjelasannya drg. Usman Sumantri, M.Sc menjelaskan bahwa gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI ini dicanangkan dalam rangka penguatan pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif[-preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

“GERMAS bertujuan untuk menurunkan beban penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan, tujuan utamanya adalah membangun kesadaran berperilaku hidup sehat pada masyarakat, ini bukan program Kementerian Kesehatan saja, tapi juga 20 kementerian lainnya”, kata Kepala BPPSDMK itu lagi.

GERMAS ini nantinya mencakup beberapa kegiatan seperti aktifitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

“untuk tahap awal secara nasional difokuskan pada tiga kegiatan yaitu : (1) aktifitas fisik 30 enit per hari, (2) mengkonsumsi buah dan sayur, (3) memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit, tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar”, kata drg. Usman Sumantri.

Kadinkes Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan GERMAS sengaja di launching bertepatan dengan kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tingkat Provinsi yang melibatkan seluruh Dinas Kesehatan dari 29 kabupaten / kota yang ada di Provinsi Papua.

“ada 7 aktifitas yang di dorong dalam GERMAS ini yaitu, (1) melakukan aktifitas fisik, (2) mengkonsumsi sayur dan buah, (3) tidak merokok, (4) tidak mengkonsumsi alcohol, (5) melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), (6) Memeriksa kesehatan secara rutin, (7) Menciptakan lingkungan sehat, hanya di awal ini kita focus pada 3 aktifitas dulu seperti yang disampaikan oleh Pak Sumantri tadi”, kata drg. Aloysius Giyai.

GERMAS sendiri secara nasional sudah dicanangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Puan Maharani mewakili Presiden Jokowi pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke- 52 yang jatuh pada 12 November 2016 di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul.

Selain di Kabupaten Bantul oleh Puan Maharani, dihari yang sama juga di canangkan di 9 daerah lainnya yakni : Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Kabupaten Pandeglang (Banten), Kota Batam (Kepulauan Riau), Kota Jambi (Jambi), Surabaya (Jawa Timur), Madiun (Jawa Timur), Pare-pare (Sulawesi Selatan), Kabupaten Purbalingga (Jawa Tengah), Kabupaten Padang Pariaman (Sumatera Barat).

Sedangkan di Provinsi Papua baru dimulai pada hari ini, ditandai dengan penanda tanganan MoU antara Kadinkes Provinsi Papua dengan 29 Kadinkes di kabupaten / kota, dilanjutkan dengan pembubuhan tanda tangan pada selembar spanduk pencanangan GERMAS dan dilanjutkan dengan simulasi Senam GERMAS dan simulasi makan buah oleh para peserta Raker Kesehatan Daerah yang berlangsung sejak hari ini hingga 3 hari ke depan. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*