Kapolda Papua ‘Bagikan’ Permen Pancasila Manis di SMA N 4 Entrop

Kapolda Papua Irjen (Pol) Boy Rafli Amar saat memberikan bingkisan yang diterima oleh perwakilan SMA N 4 Entrop Jayapura. (Foto : Dok Humas Polda Papua)

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA — Masih dalam rangkaian kegiatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2017, bertempat di SMU Negeri 4 Entrop Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura, Sabtu (3/6/2017) Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Boy Rafli Amar, MH melaunching secara resmi Program Polisi Sahabat Sekolah yang merupakan satu rangkaian dengan kegiatan  Polisi Pemerhati Pelajar dengan melepaskan balon gas symbol Polisi Sahabat Sekolah di damping Kadinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa dan Kepala Sekolah SMU N 4 Laba Sembiring, yang sebelumnya di dahului dengan upacara bendera.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Papua dalam amanatnya juga ‘membagi – bagikan’ Permen Pancasila Manis kepada seluruh peserta upacara, khususnya siswa – siswi SMU Negeri 4, namun Permen Pancasila Manis ini bukanlah gula – gula camilan, namun ia adalah butir – butir manis dari Pancasila yang merupakan kepanjangan dari Pemersatu Elemen Republik Mengamalkan Esensi Nilai Pancasila Arah Negara Indonesia Selamat (Permen Pancasila Manis)

“hari ini hari libur, tapi ade – ade pelajar semua mau datang ikuti upacara itu bukti bahwa ade – ade memiliki jiwa Pancasilais sejati”, kata Boy Rafli Amar dalam sambutannya.

Kapolda memambahkan bahwa saat ini banyak paham – paham datang dari luar yang ingin mengubah Pancasila, maka ia menghimbau kepada generasi muda harus ambil bagian untuk menjaga NKRI.

Berkaitan dengan gerakan Permen Pancasila Manis ini menurut Boy Rafli Amar dasar negara Indonesia adalah hasil kerja para pendiri bangsa, Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945 berproses dengan berdialog antara tokoh-tokoh nasional, ulama, hingga Pancasila berhasil dirumuskan dengan lima sila.

“Pancasila adalah dasar dan ideologi negara falsafah bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengandung nilai luhur yang diambil dari akar budaya bangsa Indonesia”, kata Kapolda Papua lagi.

Menurutnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa artinya negara memberikan ruang kepada semua warga negara untuk dapat memeluk agama sesuai keyakinan masing-masing serta menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tanpa diganggu orang lain.

“Kita juga dituntut untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita ke TYME mewajibkan semua warga negara untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya, hanya berbekal agama yang kuat untuk dijadikan tiang dalam kehidupan kita maka kita akan terselamatkan dari berbagai hal yang buruk, yang menghacurkan masa depan kita dan hal-hal yang berpotensi melanggaran hukum”, kata Kapolda Papua lagi.

Sila kedua Kemanusian Yang Adil dan Beradab, dimana keberadaban di Indonesia yang didasarkan nilai luhur, agama, adat istiadat dengan kedepankan nilai moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh karena itu kewajiban warga mengamalkan rasa keadilan dan nilai peradaban dalam masyarakat kita.

Sila ketiga Persatuan Indonesia bermakna melihat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama sehingga warga harus bersatu dalam satu kesatuan kalau berkelahi terus maka yang ada hanyalah kehancuran tidak bisa melakukan pembangunan.

“menjaga persatuan itu sangat penting karena Kebinekaan Tunggal Ika ini banyak tidak di pahami orang dan terus berkembang menjadi negara konflik”, kata Kapolda Papua.

Sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyaratan Perwakilan, artinya dengan semangat musyawarah dan gotong-royong yang harus tumbuh dalam diri seluruh warga masyarakat.

Sedangkan sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, artinya semangat para pendiri bangsa adalah mewujudkan rasa keadilan diseluruh warga negara tanpa ada perbedaan, diskriminasi, semua warga negara sama baik dan mendapatkan hak yang sama baik dalam ekonomi, kesehatan, pendidikan.

jadi keadilan sosial itu adalah bentuk penghormatan terhadap nilai hak asasi manusia, oleh karena itu memiliki pemahaman keindonesiaan sangat penting disetiap individu kita”, kata Kapolda Papua menjelaskan apa saja “rasa da nisi” dari Permen Pancasila Manis yang tengah di kampanyekan ke sekolah – sekolah.

Terkait Program Polisi Sahabat Sekolah, menurut Boy Rafli Amar adalah upaya untuk lebih mendekatkan polisi kepada para siswa dan anak sekolah, sehingga tidak ada ‘rasa ketakutan’ saat berhadapan dengan polisi.

“kita sudah dekat dengan anak – anak melalui program Polisi Cilik yang sudah berjalan selama ini di tingkat TK dan SD, dimana anak – anak kita latih kekompakan, baris-berbaris dan pemahaman lalu lintas, dan saat ini kita ingin lebih bersahabat dengan ade – ade di SMP dan SMA karena kalian remaja yang berkembang dan sangat rentan dengan berbagai bentuk gangguan penyakit social, seperti narkoba, minuman keras (miras), pornografi dan lain sebagainya, itu yang perlu kita jaga karena pelajar Indonesia ini adalah generasi emas yang akan datang”, kata Irjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Dengan program ini diharapkan siswa dan pelajar juga bisa lebih proaktif bila melihat kejanggalan atau tindakan yang melawan hukum di kalangan pelajar dan lingkungannya untuk melaporkan ke polisi terdekat, dan juga bisa menjadi kepanjangan tangan polisi untuk mensosialisasikan hal – hal yang positif. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*